Time Travel Menjadi Kaisar Kejam

Time Travel Menjadi Kaisar Kejam
Bab 11 Suasana Haru Yang Kacau


__ADS_3

Ayo, Kita habisi mereka semua agar mereka tau siapa kita " Teriak Berlian pada semua orang yang ada di sana


Semua pun menunggangi kuda mereka dan berjalan menuju tempat yang akan menjadi ladang darah dimana-mana


" Jendral kapan bantuan akan tiba? Saya sudah tidak kuat " tanya salah satu prajurit pada Jenderalnya


Saat jendral itu ingin menjawab tiba-tiba ada meriah yang datang kearah mereka dan


....


...


...----------------...


TRING


bunyi besi bertubrukan saat pedang milik Berlian bertemu dengan bola meriam dan bola meriam itu terbelah menjadi dua


semua orang yang menyaksikan itu terkejut apalagi melihat wajah yang datar dan dingin serta aura yang menakutkan keluar dari tubuh berlian membuat siapa saja takut sekaligus takjub


" Apa kau baik-baik saja? " tanya Berlian setelah melihat


" Terima kasih, Yang Mulia sudah menolong saya " ucap Jenderal pada Berlian karena telah menolongnya jika tidak mungkin Jenderal itu akan mati


" Eehm... sekarang obati dan istirahatlah sisa yang disini biar kami yang urus. Terima Kasih " Ucap Berlian yang langsung menaiki kudanya dan berlari menuju pasukan lawan


sedangkan yang lain langsung mengikuti Berlian karena cemas karena takut dia terluka

__ADS_1


...Prov Berlian On...


Aku yang melihat Ada sebuah bola meriam datang kearah dua orang pria yang sedang dalam keadaan terluka melihat hal itu aku marah dan tanpa pikir panjang aku langsung turun dari kuda dan langsung berlari kearah bola meriam itu dan mengayunkan pedangku dan terbelah lah bola meriam itu olehku


Setelah melakukan hal itu aku langsung berjalan kearah dua orang pria itu dan aku bertanya


" Apa kau baik-baik saja? " tanya ku pada dua orang itu yang dijawab oleh pria usianya lebih lebih tua


" Terima kasih, Yang Mulia sudah menolong saya " ucap Pria sambil menangis haru dan dengan lega


" Eehm... sekarang obati dan istirahatlah sisa yang disini biar kami yang urus. Terima Kasih " jawabku dan langsung meninggalkan mereka dan langsung menaiki kudaku dan memacu kudaku dengan marah ke arah istana Estelle


sedangkan yang lain langsung menyusul karena mungkin mereka khawatir padaku tapi perasaan marahku tidak akan bisa di obati sebelum aku membabat habis mereka


apa lagi pada saat di perjalanan kemari aku mendengar memperjual belikan anak di bawah umur serta sering menculik rakyat ku terutama wanita hanya untuk pemuas *****


saat perasaan marahku sedang berkecambuk tiba-tiba George menghentikan ku hingga membuat ku terkejut yang langsung menghentikan kudaku dengan perasaan marah



" Apa yang kau lakukan? Kau ingin kita celaka? " tanyaku dengan perasaan marah yang membuatnya berlinang air mata yang membuat ku kembali terkejut dan merasa bersalah hingga aku pun mengontrol amarahku padanya dan langsung turun dari kuda begitu juga dengannya


saat dia sudah ada di depanku aku pun langsung memeluknya dan dibalas nya dengan kencang


" Maafkan aku. Aku tak bermaksud membentak dirimu dan melukaimu " ucapku tengah pelukanku dengannyan setelah aku mengatakan permintaan maaf ku, aku merasa bahuku basah aku pun langsung mengelus punggungnya dan kembali mengucapkan kata maaf


tak berapa lama dia pun melepaskan pelukan ku dan dia langsung bersujud di depanku sambil memegang kedua tanganku dan mengecup beberapa kali

__ADS_1


" Aku tidak marah padamu tapi aku mohon jangan seperti tadi kau membuat kami semua takut " ucapnya padaku tanpa embel-embel Yang Mulia


setelah dia mengatakan hal itu dia pun melepaskan pegangan tanganku dan aku pun menoleh kebelakang dan melihat para selir ku yang lain juga menangis aku pun merentangkan tanganku meminta mereka memelukku dan mereka langsung turun dari kuda mereka dan langsung memeluk ku dengan kencang hingga hampir membuat ku hampir terjatuh jika tidak ada George setelah dalam pelukanku mereka menangis dengan kencang tanpa memperdulikan hilangnya wibawa mereka


disaat mereka menangis, aku pun menoleh kebelakang meminta George juga memelukku dan dia langsung memelukku dari belakang dan sesekali mengecup pucuk kepalaku


tak lama mereka melepaskan pelukannya dan sudah berhenti menangis


" Kami mohon jangan bertindak gegabah seperti tadi, kami sangat mencemaskan mu, dan kami takut melihat dirimu seperti itu " ucap Azam yang dianggukan yang lain


saat aku mendengar mereka mencemaskan keadaan ku aku melihat mata ketulusan dan ada rasa takut dan cemas di mata itu yang membuatku terharu dan tanpa sadar aku juga meneteskan air mataku dan langsung meminta mereka kembali memeluk ku dan langsung di peluk oleh mereka


" Apa aku tadi sangat menyeramkan? " tanya ku pada mereka disela pelukan dan tangisku yang hanya dijawab anggukkan kepala oleh mereka


" Maafkan aku " ucapku pada mereka dan meminta mereka melepaskan pelukan mereka dan langsung dilepas oleh mereka dan aku pun mencium kening mereka satu persatu dengan sayang yang membuat mereka melototkan mata mereka dan aku melihat mereka bersemu dan langsung membuat ku tersenyum lebar


" Ehmm... maaf Yang Mulia bukan bermaksud buat mengacaukan suasana tapi kita dalam arena peperangan jika kita masih tetap disini kita bisa mati, Yang Mulia " deheman dan ucapan Clavien membuat kami semua langsung tersadar dan langsung memperbaiki ekspresi kami


...Prov Berlian Off...


" Clavien kau menghancurkan semuanya semua tugasku akan kau kerjakan selama dua tahun tanpa aku bantu " Clavien yang mendengar ucapan Marvin langsung berubah pias


" Ampun, Yang Mulia " ucap Clavien yang memohon tetapi tak dianggap oleh Marvin


sedangkan Berlian dan semua orang hanya menahan tawa melihat Clavien yang pasrah karena hukuman yang diberikan Marvin


...***Terima kasih buat do'anya author sekarang merasa lebih baik dari sebelumnya walau masih sedikit pusing 🙂🙂...

__ADS_1


...nantikan terusnya..... bye 👋 👋***...


__ADS_2