Time Travel Menjadi Kaisar Kejam

Time Travel Menjadi Kaisar Kejam
Bab 7 Keberangkatan Perang


__ADS_3

" Ya sudah, Semuanya boleh istirahat. Saya duluan " pamit Berlian pada semua orang yang ada di ruangan itu


" Hah.... Ada-ada saja " Batin Berlian yang memijat kepalanya pusing sambil berjalan menuju kamarnya.


...----------------...


Pagi hari semua sibuk untuk mempersiapkan keberangkatan perang apalagi sang Emperor sendiri yang turun tangan


" Yang Mulia, Semua persiapannya sudah siap yang mulia yakin ingin berangkat ketika malam hari " Tanya Daksa khawatir


" Iya, jika malam hari mungkin akan tiba disana pagi jadi para prajurit disana banyak yang lengah " Jelas Berlian yang mengurangi khawatiran selirnya itu


" Bagaimana jika sore saja, Yang Mulia. Kalau sore yang mulia beserta yang lain bisa istirahat dahulu jadi pada saat tiba..." ucap Daksa


" Yang Mulia dan yang lainnya bisa lebih bugar " lanjutannya memberi saran yang membuat Berlian berpikir dan akhirnya dianggukan kepala oleh Berlian


" Baiklah. Saran mu ada bagusnya juga " ucap Berlian setuju dengan saran Daksa


" Terima Kasih, Yang Mulia. Dan semua keperluan sudah siap " ucap Daksa


" Ooh sudah siap semua. Yosh kalian memang luar biasa" ucap Berlian sambil tersenyum yang membuat Daksa merona


" Baik lah. sekarang aku ingin istirahat agar tubuhku fresh ketika akan berangkat. Kau juga istirahat" lanjutnya sambil berlalu pergi meninggalkan Daksa yang menggelengkan kepala karena belum terbiasa dengan tingkah baru Berlian.


.


.


.


.


.


Sore ini semua orang sedang menunggu sang pemimpin turun untuk berangkat ke Peperangan yang melewati parade pelepasan untuk berangkat berperang berdoa agar mereka semua menang dan kembali dengan selamat


sedangkan orang yang di tunggu sedang sibuk menunggu pakaian yang pesan untuk dibuat sebelum berperang


" Hah... Yang Mulia ini pakaian yang Anda pesan " ucap pelayan wanita dengan nafas tersengal-sengal karena lelah berlari


" Bagus. Tolong bantu aku memakai pakaian " Perintah Berlian yang jawab anggukan kepala semangat oleh pelayan


setelah mereka bersiap mereka berdua sangat terkagum dengan kecantikan Berlian


" Yang Mulia Sungguh sangat cantik " ucap pelayan itu


" Terima Kasih " ucap Berlian singkat


" Ya sudah, ayo temani saya ke depan " ajak Berlian


" tapi, Yang Mulia saya hanya pelayan " ucap pelayan itu malu dengan dirinya


" kau manusia aku juga manusia. kau punya tangan punya kaki aku juga punya. jadi, untuk dirimu malu. Lagipula kalian yang ada di istana ini sudah ku anggap keluarga jadi berhentilah berkecil hati " ucap Berlian kesal yang membuat pelayan itu terharu


" Ayo " ajak Berlian lagi yang dianggukan kepala oleh pelayan itu


" siapa namamu? dan sudah berapa lama kau bekerja disini? " tanya Berlian pada pelayan yang berjalan dibelakangnya padahal Berlian sudah menyuruhnya untuk berjalan di sampingnya tetapi pelayan itu menolak dengan berbagai alasan yang membuat Berlian terpaksa mengiyakan

__ADS_1


" Hamba Sirvia, Yang Mulia. Hamba sudah bekerja di istana sudah 4 tahun " ucap pelayan itu yang bernama Sirvia yang dijawab anggukan kepala oleh Berlian


" Heem...setelah aku kembali kau akan menjadi pelayan pribadi ku yang membantuku mandi, memakai pakaian dan berias " ucap Berlian yang membuat pelayan itu kaget


" Tapi Tuan Louise... Bagaimana Yang Mulia? " tanya Sirvia ragu


" Hah... " mendengar pertanyaan seperti itu membuat Berlian menghela nafas


" Louise adalah Pelayan istana yang akan mengatur semuanya tapi tidak dengan hal yang berbau pribadi " ucap Berlian jelas


" sedangkan aku membutuhkan pelayan pribadi yang membantuku mandi, memakai pakaian, dan berias. sedangkan Louise tidak membantu hal itu. Ya walau kalau dari segi pangkat di memang lebih tinggi darimu " jelas Berlian yang mengganggukan kepalanya tanda mengerti


" sekarang aku apa kau menjadi pelayan pribadi walau mungkin Louise juga pelayan pribadi ku tapi kau yang akan membantu ku bersiap seperti yang tadi aku jelas kan " tanya Berlian lagi yang di jawab anggukan kepala olehnya dengan semangat


mereka mengobrol hingga tanpa terasa mereka sudah tiba di depan semua orang.


" Sudah semua " tanya Berlian yang membuat semua orang yang disana menoleh setelah mereka melihat mereka sang pemimpin yang mereka tunggu sudah berdiri dan berbicara kaget karena mereka tidak tau. setelah kekagetan mereka hilang mereka serentak memberi hormat pada pemimpin mereka lalu langsung melihat sang pemimpin mereka



mereka kaget karena melihat pemimpin mereka mengenakan pakaian yang cukup aneh tapi juga cocok


" Apa semuanya sudah siap?" tanya Berlian pada Wiliam dan mengabaikan semua orang yang menatap nya


" Ya Kak " Jawab William yang sudah menetralkan kagetnya


" bagus. Jaga dirimu " ucap Berlian puas sekaligus pamit dengan memberikan pelukan pada adik tirinya


" eehm... kakak juga " jawab William yang menangis di pelukan kakaknya


tak lama pelukan itu mengurai dan Berlian beralih memeluk Daksa


" Yang Mulia juga " ucap Daksa dan membalas pelukan Berlian


Setelah sesi berpelukan berlian pun masuk ke dalam keretanya yang di bukakan pintu oleh George dan diberi uluran tangan oleh Marvin Azam yang langsung di balas uluran oleh Berlian dan ternyata di dalam kereta ada Akashi yang sudah duduk anteng


" Yang Mulia sudah masuk dan sudah duduk dengan nyaman. jadi, aku akan keluar " ucap Akashi dan langsung mengecup tangan kanan sang istri dan akan berjalan keluar.


Akashi yang ingin keluar tangannya langsung dicekal oleh sang istri yang membuatnya langsung membalikan tubuhnya dan melihat sang istri yang menggelengkan kepala


" Jangan Pergi " ucap Berlian yang langsung mendapatkan helaan nafas oleh Akashi


" Tapi, Yang Mulia " ucap Akashi


" Aku mohon jangan pergi " ucap Berlian dengan puppy eyes andalannya yang membuat Akashi tidak menolak yang akhirnya mengiyakan


Sedangkan semua orang yang diluar menunggu acara pamitan itu tak lama mereka melihat kepala dari Sang Emperor


" Ayo jalan. Kenapa masih diam? " tanya Berlian yang merasa keretanya tidak bergerak


" Tapi, Selir Akashi Bagaimana Yang Mulia? " tanya salah satu bawahan Marvel


" Dia akan ikut dan dia akan didalam kereta menemani ku disini " jelas Berlian yang membuat orang ada disana diam dan mengiyakan


" Ada pertanyaan lagi? " Lanjutannya yang dijawab tidak secara serentak oleh semua orang


semua orang yang berada di luar kereta mau tidak mau mulai bergerak. berbeda dengan semua orang sedangkan sang Emperor tengah menikmati melihat banyaknya semua orang yang mendoakan mereka untuk menang

__ADS_1


.


.


.


.


.


sekarang perjalanan menuju batu teleportasi sudah lumayan dekat sedangkan pemimpin sedang tertidur nyenyak dipuncak Akashi dan Akashi sesekali mencium keningnya dan mengelus punggung nya hingga kereta pun berhenti yang membuat sang empu yang tertidur pun terbangun


"Ada apa ini? kenapa berhenti? " tanya Berlian dengan suara khas bangun tidur


" kita sudah tiba di depan batu teleportasi Yang Mulia " jelas Akashi yang membuat Berlian paham


" Tunggu bukankah itu Selir Flo " tanya Berlian


saat melihat Flozwen


" Benar, Yang Mulia itu Flozwen " Beo Akashi yang juga melihat Flozwen


" Baiklah, Bagaimana kita keluar dahulu untuk menyapanya? " tanya Berlian sambil jalan keluar kereta sambil diikuti Akashi


Semua orang yang melihat sang Emperor keluar langsung memberi hormat dan dianggukan kepala dan melambaikan tangan tanda untuk melanjutkan aktivitas mereka


" Flo " panggil Berlian pada Flozwen yang melambaikan tangan ala anak kecil sambil tersenyum.


Sedangkan Flozwen yang merasa dipanggil langsung mencari asal suara dan melihat sang istri yang tersenyum dan melambaikan tangan langsung mendekat kearah sang istri dan mencium tangan sang istri


" Bagaimana kabar istri kecilku ini? " tanya Flozwen yang membuat Berlian


" Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu ? tanya balik Berlian


" Saya juga baik, Yang Mulia " ucapnya singkat sambil tersenyum sambil mencium rambut Berlian


sedangkan para selir lain yang melihat senyum memutar bola matanya jengah


" Oh ya sedang apa kau disini? " tanya Berlian bingung karena biasanya penyihir ada di menara sihir


" Saya akan membantu mengantar dengan batu teleportasi ini Yang Mulia " jawab Flozwen yang dianggukan kepala lucu bagi yang melihat yang langsung membuat para selir menatap para prajurit tajam tanda " jangan memandanginya " begitulah yang prajurit tangkap dari tatapan para selir kaisar itu


" Ya sudah, Yang Mulia masuklah kembali karena pintu gerbang batu itu telah terbuka " perintah Flozwen yang dianggukan kepala oleh Berlian dan masuk kembali ke keretanya bersama dengan Akashi


Sedangkan Flozwen sibuk membaca mantra hingga ada sebuah cahaya keluar dari batu itu dan semua pasukan langsung masuk kedalam sana meninggalkan Flozwen


" Yang Mulia, Kita istirahat terlebih dahulu karena sudah malam dan area perbatasan sudah dekat jaraknya dari sini " ucap Azam yang sudah dekat dengan jendela kereta


" Ehhmm... aku setuju lagi pula kasihan para prajurit pasti sudah lapar dan lelah " ucap yang setuju dengan perkataan Azam


Sedangkan Azam yang sudah mendapatkan izin dari sang kaisar dan langsung memberi perintah berhenti dan beristirahat serta menyuruh untuk menyiapkan tenda beserta makanan untuk sang kaisar dan yang lain


" Berhenti " ucap lantang Azam yang membuat semuanya berhenti


" Kita akan beristirahat dahulu dan besok pagi akan melanjutkannya. Sekarang siapkanlah tenda untuk, Yang Mulia istirahat serta makanan untuk kita makan " lanjutnya


sedangkan sang Kaisar mulai berjalan keluar dari kereta dan melompat tapi kehilangan keseimbangan dan

__ADS_1


" Yang Mulia " Teriak semua orang yang melihat sang kaisar akan jatuh


__ADS_2