
" Ampun, Yang Mulia " ucap Clavien yang memohon tetapi tak dianggap oleh Marvin
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berlian dan semua orang hanya menahan tawa melihat Clavien yang pasrah karena hukuman yang diberikan Marvin
Sesuai rencana kita akan memenangi kelompok menjadi Enam kelompok, Sekarang lah kalian berpecah menjadi tujuh barisan dari jumlah kalian " Perintah Berlian sambil membagi kelompok
kelompok Satu yang akan di pimpin oleh aku
kelompok Dua akan dipimpin oleh George
Kelompok Tiga akan dipimpin oleh Azam
Kelompok Empat akan dipimpin oleh Akashi
Kelompok Lima akan dipimpin oleh Marvin
kelompok Terakhir atau Enam akan dipimpin oleh Calvien " Lanjutannya
Setelah kelompok telah terbagi mereka masuk ke barisan dan dan Berlian berada di tengah kelompok itu
" Oke karena aku sudah membagi kelompok kalian pasti tau tugas kalian bukan " tanya Berlian
" Sudah, Yang Mulia " ucap mereka serentak
" Kelompok Dua apa tugas kalian ? " tanya Berlian pada kelompok yang di pegang oleh George
" menyerang wilayah timur atau istana selir dan membebaskan para tawanan " jawab George mewakili seluruh pasukannya
" Kelompok Tiga apa tugas kalian ? " tanya Berlian pada kelompok yang dipegang oleh Azam
" Menyerah wilayah barat dan mengambil semua harta " jawab Azam mewakili pasukannya
__ADS_1
" Menggunakan apa ? " tanya Berlian lagi
" Pistol Yang Mulia " ucap Azam kembali
" Bagus " puji Berlian pada Kelompok Azam
" Terima Kasih, Yang Mulia " ucap Azam
Berlian pun bertanya pada setiap kelompok hingga kelompok Clavien
" Baiklah ayo jalan " ucap Berlian pada mereka semua
" Baik, Yang Mulia " ucap mereka serentak dan berlian dianggukan kepala oleh Berlian
kemudian berlian pun berjalan menggunakan kudanya terlebih dahulu dan diikuti yang lain setelah dekat dengan gerbang Berlian pun melirik di sebelah kanannya George dan dianggukan kepala oleh George setelah itu dia menoleh ke sebelah kiri dan melihat Azam dan Azam pun langsung mengerti arti tatapan itu dan langsung pamit pada Berlian
" Baik Yang Mulia. Saya pamit " ucap Azam dan dibalas senyum oleh Berlian
Sekarang Berlian dan Calvien sudah di depan mendekati gerbang. Tiba-tiba gerbang istana itu terbuka Berlian dan Calvien saling melirik dan tak lama mereka memacu kuda itu dengan cepat dan masuk ke dalam gerbang itu istana itu.
Sementara di istana Estelle seorang prajurit tengah berlari kearah tuanya untuk melaporkan setelah melihat Berlian dekat dengan gerbang
"Tuan di depan ada Yang Mulia Empress Berlian " ucap Prajurit pada tuannya
" Apa " teriak Pemilik istana itu kaget karena berlian ikut dalam peperangan
" Buka gerbangnya " perintah setelahnya
" Baik Tuan " ucap Prajurit itu
...Back To Berlian...
" Yang Mulia. Aku rasa mereka tengah menyiapkan jebakan untuk kita " bisik Calvien yang hanya dapat di dengar oleh Berlian
__ADS_1
" Aku rasa tidak. Karena kita tiba pun mereka tak tau " Jelas Berlian
"Bisa saja. mereka mengirim mata-mata selama mengikuti kita. Soalnya ini terlalu mudah " ucap Calvien cemas karena merasa suasana terlalu mudah
" Tenanglah mereka tidak akan melakukan apa pun " ucap Berlian menenangkan Calvien yang cemas
" Mereka seperti itu karena terkejut sebab mereka tidak memiliki persiapan. Dan aku yakin didalam sini akan ada banyak sekali drama yang memuakkan. Jika kamu tau kita ikuti permainan mereka " lanjutnya lagi yang membuat Calvien bingung tetapi tetap mengikuti sang tuan
setelah cukup lama mereka berjalan dari gerbang mereka melihat ada banyak orang telah menunggu mereka yang membuat Berlian tersenyum smirk tanpa ada yang menyadari sementara Calvien pun langsung paham akan situasi pun mulai mengikuti permainan yang dikatakan oleh Berlian
Setelah sampai di depan orang-orang itu Berlian dan Clavien pun turun dari kuda mereka dan langsung di sambut oleh pria paruh baya
" Salam Pada Matahari kekaisaran semoga Yang Mulia selalu abadi " ucap pria paruh baya itu sambil memberi hormat ala bangsawan pria yang hanya di jawab deheman oleh Berlian
" Ada gerangan Apa Yang Mulia Matahari kekaisaran datang ke tempat kecil kami? " tanya Pria paruh baya itu yang merupakan Raja dari istana Estelle setelah mendengar deheman dari Berlian
" Saya rasa anda sudah tau kenapa saya ada disini " ucap Berlian Dingin yang membuat semua orang mengusap leher mereka
" saya tidak tau Yang Mulia " ucap Raja itu
" Kau membunuh puluhan prajuritku, mencuri, memperjual belikan obat-obatan terlarang, menculik anak-anak dan wanita yang ada di wilayah ku, dan memperkosa wanita dan anak-anak, serta Prostitusi dan kau masih menjawab tidak tau " ucap Berlian dingin dan berwajah datar yang membuat Clavien beserta semua orang yang ikut dan melihat wajah Berlian bergidik takut
" Tap..." belum Raja itu selesai berucap sudah ada prajurit yang berlari kearahnya sambil
" Tuan ada yang membobol istana selir. Semua harta, anak-anak dan semua yang kita sandera juga sudah hilang. dan banyak prajurit kita yang mati " ucap Prajurit itu setelah sampai di depan Berlian dan raja itu tanpa tau Berlian dengan tenang tanpa marah berdiri depannya yang membuat Clavien marah karena tidak menghormati istri majikannya tapi amarahnya dia urungkan karena Berlian memegang pundaknya
berbeda dengan Berlian dan Clavien, Sang raja justru terkejut dengan ucapan prajurit itu sedangkan Berlian dan Calvien hanya tersenyum dalam hati sambil saling melirik
" APA. BAGAIMANA BISA INI TERJADI? " Teriak Raja itu dan seketika dia langsung menoleh pada Berlian yang sedari tadi diam dan langsung menunjuk wajahnya berlian dengan wajah memerah menahan kesal setelah memahami situasi
" KAU "
...Halo readers gimana ceritanya? sekarang segini dulu ya sampai bertemu lagi see you ❤️😘😘...
__ADS_1