
" Yang Mulia, Waktunya bangun Selir Daksa dan Tuan Wili sudah menunggu " ucap Louise
" eehm.... 5 menit lagi " ucap Berlian yang hanya menggeliat tanpa bangun yang membuat Louise pasrah
" Yang Mulia..." ucap Daksa sambil mencium kening berlian yang membuat berlian kaget dan langsung bangun dan tanpa sengaja
DEG
****************
CUP
Tanpa Disengaja Bibir Berlian dan Daksa bertabrakan yang membuat bola kedua manusia beda jenis melebarkan nya dan saling memandang satu sama lain, begitu pula dengan Louise yang langsung balik badan dengan wajah memerah.
Lama saling pandang hingga Daksa mulai memejamkan matanya dan memasukkan lidahnya serta ******* lembut dan meresapi bibir manis sang istri yang sudah menjadi candu hingga tanpa sadar berlian mengalungkan tangannya ke leher Daksa serta memejamkan dan membalas lumatannya yang membuat Daksa ingat akan malam mereka berciuman dan bercinta di ruang kerja mereka
...'Flashback On'...
Prov Daksa On
Hari aku saat kesal kepada Berlian karena dia melimpah semua pekerjaannya kepadaku sedangkan dia sedang bersenang-senang.
Waktu aku masuk ke sini sebagai sekertaris dia juga mencari wakil setidaknya ada yang membantuku begitu katanya, tapi hari ini aku sungguh sial karena Wili sedang mengurus urusan dengan kekaisaran lain
" kalau bukan karena dia sepupu jauhku yang sudah menolongku mungkin aku akan melempar semua berkas ini ke wajahnya karena begitu kesal, tapi ya sudahlah " Begitu Pikirku.
DRAK
Pintu ruangan itu dibuka dengan kasar yang membuat aku kaget dan aku sudah menebak sudah bisa menebak pasti si sepupuku yang gila itu, Begitu dia masuk aku melihat dia sempoyongan dan hampir jatuh dengan sigap aku langsung berdiri dari kursi dan berlari kearahnya dan langsung menangkap tapi akibat kurangnya keseimbangan aku terjatuh dan
CUP
bibir Berlian bertabrakan dengan bibirku yang membuatku kaget, belum selesai kekagetan ku dia malah ******* bibirku hingga aku pun hanya diam tak membalas lumatannya karena aku pikir dia hanya melihat diriku sebagai salah satu selirnya hingga dia melepaskan lumatannya dan mulai berbicara tidak karuan
" Hehe... aku begitu senang akhirnya bisa mencium mu " racauannya
__ADS_1
" Kau tau bukan hanya mencium tapi aku juga ingin bercinta denganmu, Sejak pertemuan kita yang sudah lama tak berjumpa" ucapnya lagi
sedangkan aku hanya diam dan mendengarkan sambil mengerutkan alis ku karena mendengar kata 'bercinta'
" waktu itu...aku begitu terkejut karena kau begitu tampan padahal dulunya kau biasa saja di tambah sikap dingin mu itu membuat ku semakin tertarik hehe....." ucapnya lagi menunjuk-nunjuk tidak jelas
Aku kembali terkejut karena mendengar racauannya yang tertarik padaku hingga aku tersenyum mendengarnya
" Apa kau menyukaiku ? " tanyaku padanya
" Ya, aku menyukaimu dan mulai besok kau adalah selir ku " jawabannya padaku yang membuatku kembali tersenyum
" Bagaimana jika aku menolak " tanyaku kembali padanya
" Maka aku akan memaksamu sekarang juga " ucapnya lalu menciumku kembali serta ******* dan mengigit nakal bibirku dan tangannya mulai bermain nakal di dadaku dan mulai membuka kancing pakaianku yang membuatku panas hingga aku pun mulai memejamkan mata dan membalas lumatannya dan dia mengalungkan kedua tangannya ke leherku
Hingga aku pun mulai bangun dan mengangkat tubuh kecilnya serta membawanya ke sofa bed dan mulai ******* hingga aku pun mulai mengigit bibirnya agar terbuka dan mulut kecil itu mulai terbuka tanpa membuang kesempatan aku mulai memasukan lidahku dan mulai membelitnya
Ehmm...
******* pun keluar dari mulut kecilnya hingga membuat ku bertambah panas, aku pun melepaskan pagutan dan mulai mencumbu leher putih jenjangnya dan seterusnya
" ya " jawabnya singkat
" baiklah. tapi memohon lah " ucapku yang masih menatapnya
" aku mohon " ucapnya dengan wajah memelas
setelah itu terjadilah hal panas hingga selesai.
" Hah... akhirnya kau menjadi milikku Daksa " Ucapnya padaku sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal setelah melakukan kegiatan panas
" Kau tidak mabuk bukan? aku sadar waktu kita bermain tadi " tanyaku sambil menatapnya
" ya, karena aku sudah tak tahan ingin menjadikan dirimu menjadi milikku " ucapnya lagi dengan nafas yang sudah teratur
__ADS_1
" Baiklah. sekarang aku milikmu, apa yang akan kau lakukan setelah aku menjadi milikmu? " tanyaku padanya
" Eem... membuat penerus " ucapnya santai
" Bukannya kau memiliki banyak selir untuk membuat penerus. Lantas mengapa kau meminta penerus hanya padaku? " tanyaku bingung
" ya... aku memang meminta hal yang sama pada mereka tapi aku mencintai dan menyayangi kalian dengan adanya anak dari kalian semua itu akan semakin memperkuat hubungan kita satu sama lain. Aku tidak perduli kau mencintaiku atau tidak yang pasti aku menginginkan mu yang artinya kau tak boleh dimiliki oleh orang lain " ucapnya yang membuatku berfikir hingga tanpa aku sadari dia telah tertidur dan aku pun berdiri dan duduk di kursi kerjaku setelah memakai pakaianku dan menutupi berlian dengan selimut dan aku pun mulai mengerjakan semua tugasku
.
.
.
.
.
.
.
pagi pun tiba tanpa aku sadari karena aku hanya fokus ke pekerjaan ku hingga aku merasa ada yang memeluk ku dan berbisik di telinga ku
" ayo persiapkan dirimu untuk acara pengangkatan selir karena aku sudah menyuruh Wili membuat persiapannya kemaren " bisiknya yang membuat ku kesal dan langsung berdiri dan menoleh padanya kemudian aku mencium pipi itu gemas karena sudah menjahili ku dan tak lama aku dan berlian bersiap-siap dan setelah itu pun acara pengangkatan selir pun berjalan dengan baik hingga malam dan kami kembali melakukan hal yang sama seperti kemarin malam
Prov Daksa Off
...' Flashback Off '...
Setelah lama ******* Daksa pun melepaskan lumatannya yang membuat berlian merona yang membuat Daksa gemas dan langsung mencium sang empu yang semakin membuat sang empu bertambah merah dan langsung menutupi dirinya apalagi saat iya tau masih ada Louise
" Yang Mulia, ayo bangun dan bersiap karena hari ini yang mulia ada banyak pekerjaan yang harus di kerjakan " ucap Daksa
" baiklah- baiklah kalian duluan saja nanti aku menyusul " ucap Berlian yang masih bersembunyi di dalam selimut
__ADS_1
" baiklah " ucap Daksa setelah itu dia mencium kepala berlian dan pergi meninggalkannya bersama dengan Louise dengan senyum geli sambil geleng-geleng kepala heran karena selama ini berlian tidak pernah bertingkah malu-malu seperti sekarang dulu sangat manis. sedangkan sekarang malah membuatnya selalu tersenyum geli.
" menggemaskan " batin Daksa