Time Travel Menjadi Kaisar Kejam

Time Travel Menjadi Kaisar Kejam
Bab 17 Pesta Kemenangan Yang Membawa Kesedihan


__ADS_3

" Ayo " ajak Azam sambil mengulurkan tangan ala bangsawan yang langsung diterima oleh Berlian.


...⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐...


Sekarang semua sekarang sedang ada di aula pesta begitu juga dengan Berlian dan para selirnya.


Berlian sebetulnya tidak begitu menyukai pesta karena membuatnya tak nyaman dan dia mencoba menjauh dan dia melihat ada sebuah piano seperti yang ada di dunia modern dengan lagu Beethoven-Fur Elise


Karena begitu tertarik akhirnya dia pun mendekati dan mulai memainkan bait perbait yang awalnya semua sibuk dengan urusan mereka sekarang mereka berkumpul untuk saat mendengar ada sebuah suara dan ternyata itu Berlian yang sedang memainkan salah satu alat musik kerajaan Estelle


jujur mereka cukup terkejut tapi mereka mengabaikan karena tak mau menganggu singa betina itu.


Setelah selesai memainkan lagu itu dia mengingat sang kakak yang mengenalkan dan mengajarkannya bermain piano hingga tanpa dia sadari dia bermain sambil bernyanyi sambil menagis dengan mata tertutup


Chiisa na kata wo narabete aruita


Berjalan dengan bahu yang beriringan


Bingung dengan lagu yang dinyanyikan oleh Berlian tapi tidak dengan Akashi dia sangat memahami artinya dia pun mengartikan setiap bait yang Berlian nyanyikan


Nande mo nai koto de waraiai onaji yume wo mitsumeteita


Tertawa dalam tiap hal, memandang impian yang sama


Mimi wo sumaseba ima demo kikoeru


Bila kuperhatikan, masih terdengar hingga kini


Kimi no koe ORENJI-iro ni somaru machi no naka


Suaramu yang mengisi kota dengan hiasan cahaya oranye


Kimi ga inai to hontou ni taikutsu da ne


Jika kau tak di sini segalanya akan terasa muram


Samishii to ieba warawarete shimau kedo


Meski aku akan tertawa juga bila mengeluh kesepian


Nokosareta mono  nando mo tashikameru yo


Tiap hal yang kau tinggalkan di sini selalu kupastikan


Kieru koto naku kagayaiteiru


Agar tidak hilang dan tetap bersinar


Ameagari no sora no you na  kokoro ga hareru you na


Bagai langit setelah hujan yang menyejukkan hati ini

__ADS_1


Kimi no egao wo oboeteiru  omoidashite egao ni naru


Teringat akan senyumanmu, mengingatnya buatku tersenyum


Kitto futari wa ano hi no mama  mujaki na kodomo no mama


Yang membuat kita tetap seperti anak kecil polos seperti dulu


Meguru kisetsu wo kakenukete iku  sorezore no ashita wo mite


Menguatkan kita melewati musim yang berganti, menatap masa depan


Hitori ni nareba fuan ni naru to


Bila sendiri aku merasa gelisah


Nemuritakunai yoru wa  hanashi tsuzuketeita


Membuatku tak dapat tidur di malam hari, melanjutkan perbincangan itu


Kimi wa kore kara nani wo miteiku'ndarou


Apa yang akan kaupandang untuk melangkah dari sini?


Watashi wa koko de nani wo miteiku no darou


Dan apakah kubisa untuk memandangnya juga dari sini?


Kepada matahari tenggelam dengan cahaya oranye yang menghiasi kota ini


Sotto namida wo azukete miru


Kutitipkan tetesan air mata ini padanya


Nan'oku mono hikari no naka  umareta hitotsu no ai


Dalam begitu banyaknya titik cahaya yang ada, lahirlah satu cinta ini


Kawaranakute mo kawatte shimatte mo  kimi wa kimi da yo  shinpai nai yo


Meski kauberubah ataupun tidak, dirimu adalah dirimu, tak usah khawatir


Itsuka futari ga otona ni natte  suteki na hito ni deatte


Karena kita berdua akan dewasa, bertemu orang lain yang mengagumkan


Kakegae no nai kazoku wo tsurete  kono basho de aeru to ii na


Dan bila mungkin bertemu dengan keluarga masing-masing di tempat ini, sudah cukup


Ameagari no sora no you na  kokoro ga hareru you na

__ADS_1


Bagai langit setelah hujan yang menyejukkan hati ini


Kimi no egao wo oboeteiru  omoidashite egao ni naru


Teringat akan senyumanmu, mengingatnya buatku tersenyum


Nan'oku mono hikari no naka  umareta hitotsu no ai


Dalam begitu banyaknya titik cahaya yang ada, lahirlah satu cinta ini


Meguru kisetsu wo kakenukete iku  sorezore no ashita wo mite


Menguatkan kita melewati musim yang berganti, menatap masa depan


Sorezore no yume wo erande


Memilih impian masing-masing


LAGU Shigatsu Wa Kimi No Uso - Orange


Setelah selesai Berlian bernyanyi begitu juga Akashi yang mengartikan lagu yang dinyanyikan Berlian dan semua orang merasa sedih dan ada yang mengeluarkan air mata mereka tanpa terasa.


sedangkan Berlian membuka matanya perlahan dan melihat semua orang memperhatikannya dia pun langsung beranjak dari tempat dia bermain piano itu dan langsung berlari menuju taman sambil menangis.


Setelah sampai dia berteriak tanpa dia sadari ada seseorang yang memperhatikannya


" Aaaah....Aku merindukanmu, Aku ingin bertemu denganmu...Ha... Aaahh...." teriaknya sambil menangis tersedu-sedu yang di dengar oleh Marvin.


Setelah Berlian berteriak diapun duduk dan memeluk lututnya yang masih dengan keadaan menangis


Ya, orang yang memperhatikannya dari tadi itu Marvin. Marvin memilih pergi ke taman karena dia tidak begitu menyukai pesta hingga dia melihat Berlian berlari sambil menangis dia pun ingin mendekatinya tapi dia urungkan karena mendengar teriakan Berlian.


Setelah dia melihat Berlian menangis dengan memeluk lututnya dia pun mendekati nya dan setelah sampai dia memeluknya dan membawa tubuh Berlian ke dadanya dan membisikan sesuatu ke telinga Berlian yang membuat nya menangis dengan kencang sambil memeluk Marvin


" Menangislah jika itu membuat mu merasa lebih baik " bisik Marvin pada Berlian


Berlian yang mendapat pelukan tiba-tiba dia pun merasa nyaman dan saat mendengar bisikkan Marvin dia pun meluapkan semua rasa sedihnya dalam pelukan Marvin


" Aku merindukan nya... Hiks... Aku ingin memeluknya... Hiks... Aku ingin bertemu dengannya... Hiks... " luapan Berlian di pelukan Marvin dan Marvin hanya bisa memenangkan jujur Marvin merasa jantungnya seperti ditusuk ribuan belati sakit itulah yang Marvin rasakan saat ini.


setelah lama menangis Berlian pun tertidur di pelukan Marvin sedangkan Marvin yang melihat dia tertidur pun mengangkat nya ala bridal style menuju kamarnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2