
" Ayo " ajak Azam sambil mengulurkan tangan ala bangsawan yang langsung diterima oleh Berlian.
...⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐...
Sekarang semua sekarang sedang ada di aula pesta begitu juga dengan Berlian dan para selirnya.
Berlian sebetulnya tidak begitu menyukai pesta karena membuatnya tak nyaman dan dia mencoba menjauh dan dia melihat ada sebuah piano seperti yang ada di dunia modern dengan lagu Beethoven-Fur Elise
Karena begitu tertarik akhirnya dia pun mendekati dan mulai memainkan bait perbait yang awalnya semua sibuk dengan urusan mereka sekarang mereka berkumpul untuk saat mendengar ada sebuah suara dan ternyata itu Berlian yang sedang memainkan salah satu alat musik kerajaan Estelle
jujur mereka cukup terkejut tapi mereka mengabaikan karena tak mau menganggu singa betina itu.
Setelah selesai memainkan lagu itu dia mengingat sang kakak yang mengenalkan dan mengajarkannya bermain piano hingga tanpa dia sadari dia bermain sambil bernyanyi sambil menagis dengan mata tertutup
Chiisa na kata wo narabete aruita
Berjalan dengan bahu yang beriringan
Bingung dengan lagu yang dinyanyikan oleh Berlian tapi tidak dengan Akashi dia sangat memahami artinya dia pun mengartikan setiap bait yang Berlian nyanyikan
Nande mo nai koto de waraiai onaji yume wo mitsumeteita
Tertawa dalam tiap hal, memandang impian yang sama
Mimi wo sumaseba ima demo kikoeru
Bila kuperhatikan, masih terdengar hingga kini
Kimi no koe ORENJI-iro ni somaru machi no naka
Suaramu yang mengisi kota dengan hiasan cahaya oranye
Kimi ga inai to hontou ni taikutsu da ne
Jika kau tak di sini segalanya akan terasa muram
Samishii to ieba warawarete shimau kedo
Meski aku akan tertawa juga bila mengeluh kesepian
Nokosareta mono nando mo tashikameru yo
Tiap hal yang kau tinggalkan di sini selalu kupastikan
Kieru koto naku kagayaiteiru
Agar tidak hilang dan tetap bersinar
Ameagari no sora no you na kokoro ga hareru you na
Bagai langit setelah hujan yang menyejukkan hati ini
__ADS_1
Kimi no egao wo oboeteiru omoidashite egao ni naru
Teringat akan senyumanmu, mengingatnya buatku tersenyum
Kitto futari wa ano hi no mama mujaki na kodomo no mama
Yang membuat kita tetap seperti anak kecil polos seperti dulu
Meguru kisetsu wo kakenukete iku sorezore no ashita wo mite
Menguatkan kita melewati musim yang berganti, menatap masa depan
Hitori ni nareba fuan ni naru to
Bila sendiri aku merasa gelisah
Nemuritakunai yoru wa hanashi tsuzuketeita
Membuatku tak dapat tidur di malam hari, melanjutkan perbincangan itu
Kimi wa kore kara nani wo miteiku'ndarou
Apa yang akan kaupandang untuk melangkah dari sini?
Watashi wa koko de nani wo miteiku no darou
Dan apakah kubisa untuk memandangnya juga dari sini?
Kepada matahari tenggelam dengan cahaya oranye yang menghiasi kota ini
Sotto namida wo azukete miru
Kutitipkan tetesan air mata ini padanya
Nan'oku mono hikari no naka umareta hitotsu no ai
Dalam begitu banyaknya titik cahaya yang ada, lahirlah satu cinta ini
Kawaranakute mo kawatte shimatte mo kimi wa kimi da yo shinpai nai yo
Meski kauberubah ataupun tidak, dirimu adalah dirimu, tak usah khawatir
Itsuka futari ga otona ni natte suteki na hito ni deatte
Karena kita berdua akan dewasa, bertemu orang lain yang mengagumkan
Kakegae no nai kazoku wo tsurete kono basho de aeru to ii na
Dan bila mungkin bertemu dengan keluarga masing-masing di tempat ini, sudah cukup
Ameagari no sora no you na kokoro ga hareru you na
__ADS_1
Bagai langit setelah hujan yang menyejukkan hati ini
Kimi no egao wo oboeteiru omoidashite egao ni naru
Teringat akan senyumanmu, mengingatnya buatku tersenyum
Nan'oku mono hikari no naka umareta hitotsu no ai
Dalam begitu banyaknya titik cahaya yang ada, lahirlah satu cinta ini
Meguru kisetsu wo kakenukete iku sorezore no ashita wo mite
Menguatkan kita melewati musim yang berganti, menatap masa depan
Sorezore no yume wo erande
Memilih impian masing-masing
LAGU Shigatsu Wa Kimi No Uso - Orange
Setelah selesai Berlian bernyanyi begitu juga Akashi yang mengartikan lagu yang dinyanyikan Berlian dan semua orang merasa sedih dan ada yang mengeluarkan air mata mereka tanpa terasa.
sedangkan Berlian membuka matanya perlahan dan melihat semua orang memperhatikannya dia pun langsung beranjak dari tempat dia bermain piano itu dan langsung berlari menuju taman sambil menangis.
Setelah sampai dia berteriak tanpa dia sadari ada seseorang yang memperhatikannya
" Aaaah....Aku merindukanmu, Aku ingin bertemu denganmu...Ha... Aaahh...." teriaknya sambil menangis tersedu-sedu yang di dengar oleh Marvin.
Setelah Berlian berteriak diapun duduk dan memeluk lututnya yang masih dengan keadaan menangis
Ya, orang yang memperhatikannya dari tadi itu Marvin. Marvin memilih pergi ke taman karena dia tidak begitu menyukai pesta hingga dia melihat Berlian berlari sambil menangis dia pun ingin mendekatinya tapi dia urungkan karena mendengar teriakan Berlian.
Setelah dia melihat Berlian menangis dengan memeluk lututnya dia pun mendekati nya dan setelah sampai dia memeluknya dan membawa tubuh Berlian ke dadanya dan membisikan sesuatu ke telinga Berlian yang membuat nya menangis dengan kencang sambil memeluk Marvin
" Menangislah jika itu membuat mu merasa lebih baik " bisik Marvin pada Berlian
Berlian yang mendapat pelukan tiba-tiba dia pun merasa nyaman dan saat mendengar bisikkan Marvin dia pun meluapkan semua rasa sedihnya dalam pelukan Marvin
" Aku merindukan nya... Hiks... Aku ingin memeluknya... Hiks... Aku ingin bertemu dengannya... Hiks... " luapan Berlian di pelukan Marvin dan Marvin hanya bisa memenangkan jujur Marvin merasa jantungnya seperti ditusuk ribuan belati sakit itulah yang Marvin rasakan saat ini.
setelah lama menangis Berlian pun tertidur di pelukan Marvin sedangkan Marvin yang melihat dia tertidur pun mengangkat nya ala bridal style menuju kamarnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.