
" Dan juga ajak semua selir untuk ikut " lanjutannya yang dianggukan oleh mereka dan langsung bersiap bahkan Alex pun terpaksa di bangunkan untuk bersiap-siap walau ada perasaan tak tega.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
Pagi cerah menyelimuti bumi begitu juga dengan Berlian yang sekarang sedang bersiap-siap sama halnya dengan para selir.
" Sirvia kemari lah " panggil Berlian saat sedang bersiap-siap. Sirvia yang dipanggil pun mendekat untuk mendengarkan perintah tuannya.
" Kau bersiaplah kau akan ikut denganku karena kau adalah pelayan pribadiku " perintah Berlian yang langsung di tolak oleh Sirvia
" Kan Sudah ada Kepala pelayan Logan dan Louise " Ucap Sirvia yang dibalas helaan nafas berlian
" Huft....Sirvia Kau juga pelayan pribadi ku sekarang. Jadi, bersiaplah " Perintah berlian yang akan di tolak oleh Sirvia
" aku tidak menerima bantahan " potong berlian saat Sirvia akan protes, Sirvia pun hanya bisa pasrah saat Berlian memaksa.
TOK
TOK
TOK
setelah bunyi ketukan pintu pun terbuka dan nampak lah Louise saat di depan Berlian dia pun membungkuk hormat.
" Yang Mulia semua selir telah berkumpul dan mereka sedang menunggu anda " ucap Louise
" Heem... Apakah Logan dan kau juga sudah siap " tanya berlian saat sudah menjawab pertanyaan Louise
" Ya, Yang Mulia " jawab Louise yang di anggukan oleh Berlian.
Berlian pun beranjak dari kursi rias saat semua dandanannya selesai dan langsung melangkah ke luar kamar begitu juga Louise yang mengikuti Berlian tapi saat dalam perjalanan ke arah pintu gerbang dia teringat akan Sirvia dan itu membuat langkahnya berhenti sama halnya dengan Louise.
Louise yang melihat tuanya berhenti dia pun tergelitik untuk bertanya pada tuannya
" Ada apa Yang Mulia? Apa ada barang anda yang tertinggal? " tanya Louise yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Berlian sambil berkata dengan lirih
" Tidak aku hanya..." ucap Berlian terpotong saat Sirvia mendekat
" Maaf hampa lama Yang Mulia " ucap Sirvia sambil memberi hormat pada Berlian dan Louise yang hanya dianggukan kepala kecil oleh Berlian dan Louise.
Louise yang merasa Sirvia akan ikut pun bertanya pada Berlian
" Yang Mulia Sirvia ikut " tanya Louise yang dijawab deheman oleh Berlian. Louise pun akhirnya diam
__ADS_1
setelah keheningan Berlian pun memilih untuk berjalan lebih dahulu yang akhirnya kemudian di susul oleh Sirvia dan Louise
.
.
.
.
Setelah lama berjalan sekarang Berlian membuat pintu dan para selir langsung menyambut nya dengan hormat. setelah memberi hormat mereka pun terpesona dengan kecantikan Berlian yang hanya menggunakan make up tipis dan baju yang sederhana tapi elegan sungguh kecantikan yang mampu meruntuhkan kekaisaran.
Bukan hanya para selir yang terpesona Berlian pun terpesona dengan ketampanan mereka dengan pakaian formal.
...George...
...Kenzo...
...Akashi...
...Azam...
...Charlie...
...Lei...
__ADS_1
...Kendra...
...Flozwen...
...Marvin...
...Alex...
...Daksa...
" Ehmm..... Apakah sudah pandang-
memandang nya wahai kakak dan kak ipar " deheman dan ucapan William membuat Berlian dan para selir nya langsung tersadar.
Berlian merasa malu karena terpesona pada sepir-selir Berlian akhirnya memilih masuk ke kereta dengan menunduk karena dia merasa wajah mungkin sekarang semerah tomat.
Para selir melihat wajah Berlian memerah hanya terkikih geli sedangkan William hanya menggelengkan kepala dan mulai menaiki kereta satu persatu.
Kereta pun mulai berjalan dengan kereta Berlian didepan. Sedangkan para selir menggunakan kereta khusus selir kaisar yang mengikuti kereta Berlian dari belakang. William menggunakan kereta yang sama dengan Berlian yang merupakan Adik dari Kaisar sendiri meskipun menjadi sekretaris.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...TBC...