Time Travel Menjadi Kaisar Kejam

Time Travel Menjadi Kaisar Kejam
Bab 19 Kebenaran Sang Kaisar


__ADS_3

kepergiaan Daksa membuat Logan menghela nafas kasar dan langsung memandang semua orang yang di sana dan langsung melirik ke William dan hanya dianggukan olehnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sebenarnya ada sebab mengapa Yang Mulia menjadi seperti ini " ucap Logan sambil memandang sendu sang Majikan


" Maksudnya " tanya Azam yang mewakili semua orang yang berada dalam kubangan kebingungan


" Yang Mulia, dulu beliau memiliki pribadi yang ceria, dan jahil tetapi semua berubah saat beliau menjadi seorang kaisar....Hah..." jeda logan untuk mengambil nafas sambil mengingat kejadian yang membuat Berlian akan histeris jika mengingat sang kakak.


" Beliau sedari kecil memang sudah diberi pendidikan untuk menjadi seorang kaisar tapi beliau selalu menolak dan berkata kan ada kakak kenapa aku juga harus belajar. Akhirnya karena yang Mulia keras kepala Kaisar terdahulu menyuruhnya untuk pendidikan di suatu desa dan menatap di sana mulai dari usia 9 tahun sampai diusia 17 tahun. Yang Mulia pulang untuk melakukan debut pertamanya dan semua orang yang ada di istana sangat bahagia dan menantikan Yang Mulia Berlian kembali terutama Putra Mahkota "


semua orang fokus mendengar cerita Logan sambil memandang Berlian begitu juga Logan


" Lantas mengapa Yang Mulia bisa menjadi seorang kaisar sedangkan waktu itu sudah Putra Mahkota " tanya Louise pada sang ayah yang hanya dijawab helaan nafas


" Karena setelah Yang Mulia kembali dan mengikuti debut nya esok harinya Putra Mahkota dan Kaisar terdahulu berperang. Selama Perang Berlangsung Yang Mulia diamankan di tempat persembunyian dan waktu itu hingga keesokan harinya kami mendapatkan berita bahwa kaisar terdahulu mati di peperangan dan putra mahkota terdesak dan membutuhkan bala bantuan.


" dan Yang Mulia yang mendengar langsung berlari ke kereta kuda dan menaikinya dan aku mengikuti dengan dengan naik kereta kuda dan aku mengejarnya hingga aku pun ikut menaiki kereta itu dan kami berjalan menuju peperangan jujur awal aku sangat kaget tapi beliau selalu bilang bahwa beliau akan baik-baik saja.

__ADS_1


" Perjalanan kami lalui berhari-hari tanpa makan dan minum saat aku dan aku menghawatirkan nya. Tapi lagi-lagi dirinya mengatakan baik-baik saja dan aku hanya bisa pasrah saat beliau berkata seperti itu. Akhirnya tengah hari kami pun tiba di peperangan dan kami melihat Putra Mahkota terdesak yang mengakibatkan Yang Mulia langsung berlari kearah Putra Mahkota sambil mengangkat pedang dan disitu terjadilah pertarungan yang pertama yang aku lihat dari yang mulia dan membuat semua orang gempar karena kaget melihat Yang Mulia bertarung dengan musuh bahkan bisa menebas kepala musuh tanpa berkedip.


" Hingga jam demi jam berganti dan Yang Mulia mulai kelelahan, syukur karena bala bantuan datang yang dipimpin oleh Yang Mulia Pangeran Wili dan Yang Mulia Selir Daksa.


" Aku berpikir mungkin sebentar lagi akan selesai tapi siapa sangka waktu itu Yang Mulia hampir saja mati jika Putra Mahkota tidak melindunginya alhasil Putra Mahkota pun mati dipelukan Yang Mulia dan Yang Mulia mulai menangis.


" Jujur seumur hidup baru pertama kali aku melihat menangis saat itu tapi tidak lama dan aku beserta yang lain hanya diam tapi tidak lama Yang Mulia memerintahkan salah seorang prajurit untuk membawa jasad putra mahkota dan Kaisar terdahulu di tempat aman setelah itu Yang Mulia menyuruh semua orang untuk menjauh dan disitu aku melihat Yang Mulia membabat habis lawan tanpa memberikan ampun dengan aura yang mengerikan yang baru pertama kali aku lihat setelah dia membabat habis musuhnya.


" Beliau langsung jatuh pingsan untung waktu itu Yang Mulia Wili langsung menangkap dan membawa menuju tenda. Dan berjam-jam kami menunggu dan akhirnya beliau bangun dan langsung berteriak memanggil Putra Mahkota dan menyalahkan dirinya atas kematian putra mahkota dan Pangeran Wili langsung memeluk Beliau dan menenangkannya hingga Yang Mulia kembali tenang di pelukan pangeran William dan tanpa terasa beliau tertidur.


" Saat beliau tertidur pangeran William mengangkatnya dan menggendongnya menuju kereta dan dia menyuruhku untuk ikut dan soal kematian prajurit dan tunjangan diurus oleh Yang Mulia Selir Daksa.


" Sampai akhirnya kami pun tiba di kamar beliau dan pangeran langsung menaruh Beliau di ranjang dengan perlahan tapi membuat yang mulia terbangun dari tidurnya dan dia langsung berlari dan ki mengejar nya. Yang Mulia berlari menuju ke aula dan disana yang Mulia kembali histeris dan beliau langsung jatuh pingsan dan pangeran dengan sigap melindungi yang mulia agar tidak menyentuh lantai dan kembali membopong beliau dan di bawa menuju kamarnya.


" Beliau direbahkan kembali oleh pangeran di ranjang dan kami pun bersiap mengebumikan putra mahkota dan Kaisar terdahulu saat kami sudah selesai kami melihat Yang berjalan kearah pemakaman dan membawa bunga setelah itu beliau duduk dan menangis kembali tapi setelahnya beliau bangkit dan langsung melihat kearah kami dan berjalan kearah kami dan setelah didepan kami beliau berkata bahwa Yang Mulia akan pergi dan akan kembali 4 tahun lagi dan jangan ada yang mengikuti ku.


" Kami semua kaget mendengar beliau berkata begitu tapi kami hanya pasrah dan kami pun kembali ke istana bersama dan saat tiba beliau langsung kembali ke kamarnya tak lama beliau keluar dari kamar dan bersiap untuk pergi kami semua sedih saat itu dan empat tahun kami menunggu dan beliau pun sungguh kembali dan disitulah pelantikan beliau dan akhirnya beliau menjadi kaisar hingga sekarang " ucap Logan yang membuat semua orang meneteskan air mata tanpa mereka sadari kecuali Alex yang menangis hingga terisak.


" Tapi mengapa semua orang tak tau mengenai Kematian Kaisar terdahulu dan Putra Mahkota " Tanya Azam pada Logan yang membuat Logan menoleh kearah Azam begitu juga yang lain

__ADS_1


" Karena Selir Daksa memerintahkan Penyihir Istana terdahulu untuk menghapus ingatan itu hingga sekarang " Jawab Logan yang dianggukan oleh semua orang kecuali William yang hanya mendengar


semua orang pun sekarang mengerti mengapa Daksa dan William hanya diam saat mendapati pertanyaan seperti itu.


" Maafkan aku kakak karena sudah mengizinkan Logan menceritakan kenangan pahit itu " batin William sambil menatap sendu Berlian yang terbaring di ranjang.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2