Time Travel Menjadi Kaisar Kejam

Time Travel Menjadi Kaisar Kejam
Bab 21 Pelukan Hangat


__ADS_3

Saat tiba di depan kamar itu mereka langsung menerobos tanpa mengetuk yang mana membuat orang yang ada di dalam kaget.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


" Yang Mulia " ucap para selir serentak yang membuat Berlian langsung menoleh kearah mereka yang sedang berebut untuk masuk yang akhirnya membuat mereka semua terjepit di pintu.


" Syukurin...makanya kalau masuk itu bergantian bukan asal masuk mana gak ketuk lagi 😏 " Author


" Sialan kau thor... Bukannya bantuin malah meledek 😤" Marvin


" Tau gak tau apa orang penggap apa" Akashi


" tau nih " Azam


" serang aja semua. Author jadiin kodok baru tau rasa kalian 😤" Author


" Ya jangan lah thor entar aku gak cakep lagi " Akashi


" Dih... Narsis " Author


" Biarin lagian narsis gini udah gak jomblo... gak kayak kamu jomblo sejati " Akashi


" Sialan kau " Author


" Hahaha... kena kan " Akashi


" Apa kalian senyum.....Author jadiin kodok beneran baru tau kalian " Author 😡


" Enggak ada yang senyum orang kita cemberut ya " Marvin 😊


" Tahu ah gelap " Author 💢💢


...'Back to story'...

__ADS_1


" Ada apa ini. Kenapa kalian seperti itu? " tanya Berlian yang sudah tersadar dari kekagetannya


" Kami sangat senang mendengar kabar Yang Mulia telah sadar... auww " ucap Azam yang masih dalam keadaan terjepit yang membuat Berlian meringis ngilu karena mendengar ringisan para selirnya.


" Iya tapi berganti. Oke " ucap Berlian yang masih meringis melihat semua selirnya tapi setelah mendengar ucapan Berlian mereka pun langsung mengikuti apa yang di katakan oleh Berlian.


Setelah semua sudah masuk dan berdiri menghadap Berlian dengan wajah antara menahan rindu dan takut.


Berlian yang melihat semua selirnya mengerti dan langsung menyuruh mereka memeluk nya satu persatu


" Kemari lah peluklah aku tapi satu persatu " Ucap Berlian dengan merentangkan tangannya


Para selir pun yang mendengar langsung bergantian memeluk bahkan ada mengecup kening, pipi, mata, tangan, dan hidung


" aku merindukan mu, sayang " ucap George dalam pelukan sambil mengeluarkan air matanya yang membuat pundak berlian mulai basah. Tak lama dia pun melepaskan pelukan itu dan mengecup hidungnya yang membuat Berlian tertawa geli dan di balas oleh Berlian dengan mengecup pipi George yang membuat nya senyum.


Setelah George kini berganti pada Akashi yang mulai mendekat kearah Berlian dan langsung berjongkok mengambil tangan Berlian dan mengecupnya lama. Setelah mengecup tangan itu dia menariknya secara perlahan dan langsung memeluk tubuh Berlian saat sudah dekatnya.


Berlian hanya diam saat tangannya di tarik dan tubuhnya di peluk. Setelahnya Berlian merasa bahwa pelukan itu melonggar dan berlian melihat wajah Akashi yang menahan tangis berlian spontan langsung mengecup kening Akashi dan membawa memeluknya sambil membisikkan sesuatu yang dianggukan oleh Akashi.


Marvin langsung memeluk istrinya dengan erat sambil sesekali mengecup pucuk kepala setelahnya mereka menguraikan pelukan itu dan saling menatap dan Marvin langsung mengecup pipi Berlian yang membuat Berlian spontan memerah dan Marvin tersenyum.


Setelan Marvin sekarang giliran Alex belum memeluk di sudah lebih dulu menangis dan membuat Berlian tersenyum dan menganggukkan kepala tanda menyuruhnya mendekat.


Alex pun mendekat sambil menangis dia juga berteriak yang membuat orang di sana menutup telinga sedangkan Berlian hanya diam dan tersenyum kikuk.


" Hwa....Yang Mulia....Hiks....Kau berbohong kau berkata bahwa kau akan baik-baik saja saat pulang tapi....tapi....Hiks " Ucap Alex sambil menangis tersedu-sedu yang membuat semua orang langsung menutup telinga kecuali Berlian yang hanya diam dan menarik tangan Alex untuk dan memeluknya.


Alex pun menangis dengan sangat keras di pelukan Berlian dan Berlian menenangkan Alex dengan mengelus pundak yang bergetar itu sambil berbisik


" Maaf... maaf....maaf membuatmu menangis " bisik Berlian di telinga Alex sambil mengelus pelan pundak Alex. setelah lama perlahan tangis itu mereda dan Alex melepaskannya pelukan itu dan mengecup kedua mata berlian dan dibalas Berlian dengan mengecup kening Alex.


Setelah Alex berganti dengan Daksa yang hanya memberi pelukan dan kecupan di kening Berlian sebentar dan berlian membalas dengan mengecup pipi kanan Daksa.

__ADS_1


setelah sesi pelukan itu semuanya kini duduk di kursi sofa di kamar Berlian kecuali Alex yang tertidur di sebelah Berlian akibat lelah menangis.


" Yang Mulia apa kau tetap ingin bertemu dengan Yang Mulia Putra Mahkota " tanya Daksa hati-hati.


" Ehhmm...aku merindukannya " jawab Berlian yang dianggukan oleh semua orang di sana.


Sebenarnya Key sudah tau bahwa penyebab Mengapa Berlian berkarakter seperti itu karena dia mendengar semua ucapan mereka walau dalam keadaaan sakit.


Key merasa iba dengan keadaan Berlian dia pun berpikir mungkin tubuh ini juga merindukan sosok keluarganya itu


" Persiapkan perjalanan kita menuju makam keluarga kerajaan " perintah Berlian pada semua orang


" Dan juga ajak semua selir untuk ikut " lanjutannya yang dianggukan oleh mereka dan langsung bersiap bahkan Alex pun terpaksa di bangunkan untuk bersiap-siap walau ada perasaan tak tega.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...TBC...


__ADS_2