
" baiklah " ucap Daksa setelah itu dia mencium kepala berlian dan pergi meninggalkannya bersama dengan Louise dengan senyum geli sambil geleng-geleng kepala heran karena selama ini berlian tidak pernah bertingkah malu-malu seperti sekarang dulu sangat manis. sedangkan sekarang malah membuatnya selalu tersenyum geli.
" menggemaskan " batin Daksa
...****************...
Sekarang Berlian sedang sibuk dengan Daksa dan Wili karena terbengkalai akibat sang kaisar tidak sadarkan diri selama tiga hari. Walaupun agak sulit tapi berlian dapat mengerjakan semuanya dengan baik hingga siang hari pun selesai semua pekerjaannya.
" Ah ya, Wili tolong panggilkan para selir di istana harem kemari karena ada yang harus aku katakan pada mereka " ucap Berlian menatap Wili setelah pekerjaan mereka semua selesai
" Baik, Yang Mulia " ucap Wili sambil membukukan tubuhnya dan berbalik meninggalkan Berlian dan Daksa
" Ada apa Yang Mulia? kenapa kamu tiba-tiba memanggil mereka ? " tanya beruntun Daksa
" Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mereka bekerja seperti dirimu dan Selir Marvin " jawab berlian yang di balas ciuman di pipi berlian yang membuat sang empu merona dengan debaran jantung
" Sial, Daksa membuat jantungku tidak sehat " batin Berlian
TOK
TOK
TOK
" Yang Mulia, Para selir dan tuan Wili telah disini, kecuali Selir Marvin " ucap yang tadi mengetok pintu, ya itu adalah
" Ehmm... Suruh dia mereka masuk dan tolong bawakan teh dan cemilan untuk kami semua, Oh ya tolong sekalian panggilan Logan ada yang ingin aku katakan padanya " ucap Berlian yang hanya di bungkuk kan tubuh oleh Louise
Pintu terbuka dan masuk lah satu persatu selir dan berdiri di hadapan berlian serta tak lupa memberi salam terlebih dahulu pada berlian
sedangkan Wili sudah berdiri di belakang berlian yang sebelumnya juga memberi hormat kepada sang Emperor
" Salam Yang Mulia " ucap mereka serentak
" Ehmm.. silahkan duduk ada yang ingin aku bicarakan " Ucap berlian mempersilahkan mereka duduk di sofa Berlian sambil menatapnya satu persatu selirnya
" Ya Tuhan, ini seperti surga dengan para lelaki tampan, sungguh beruntung sekali dirimu berlian " membatin yang masih menatap para selir
sedangkan para selir tersebut yang mendapat perintah seperti itu langsung duduk dan tak lama kembali terdengar ketukan pintu
TOK
TOK
TOK
" Yang Mulia, Selir Marvin dan Ayah datang untuk menemui panggilan yang Mulia " ucap orang yang mengetuk pintu tadi iyalah Louise yang datang membawa trolley berisi cemilan dan teh
" Persilakan mereka masuk " perintah berlian setelah mendengar ucapan Louise
Logan dan Marvin pun masuk dan memberi hormat pada berlian tanda penghormatan
" Ada apa yang mulia memanggil saya " ucap Marvin dan Logan bersamaan
" Duduk lah dulu. Apa kalian tidak pegal berdiri terus ? " perintah berlian yang menatap logan dan Marvin bergantian. Sedangkan Logan dan Marvin langsung mengikuti perintah berlian
" Louis... hidangkan teh dan cemilan untuk semua orang " perintah berlian pada Louise yang langsung dituruti
__ADS_1
" Kau juga Wili, Duduklah " perintah berlian yang menoleh pada Wili yang berdiri di belakangnya
sedangkan Louise setelah menghidangkan teh dia berdiri di belakang berlian yang membuat berlian risih
" Louis, Duduklah " perintah berlian yang risih karena ada orang yang berdiri di belakang nya seperti patung
" Tapi, Yang Mulia... " belum selesai Louise berbicara sudah di potong oleh Berlian
" Aku tidak suka di bantah Louis " ucap Berlian dengan nada yang sudah dingin yang membuat orang di ruangan itu bergidik
sedangkan Louise langsung duduk setelah memberi hormat kemudian duduk karena takut mendengar nada dingin dari seorang Emperor atau Kaisar Berlian Felysia Lovata yang artinya perintah nya adalah mutlak
" Okay, semuanya sudah duduk aku berbicara " ucap Berlian setelah semua orang yang ada di ruangan itu duduk, walau mereka bingung apa itu ' okay '
" Aku akan memberi izin pada semua selir untuk bekerja selain selir Marvin dan selir Daksa " lanjutannya yang memandang para selirnya dengan raut wajah serius
" Tapi sebelum itu aku mau bertanya apa kalian ingin bekerja? " lanjutannya
mendengar pertanyaan seperti itu dengan raut wajah serius membuat para selir itu terdiam dengan pikiran masing-masing.
Tidak lama seorang laki-laki dengan rambut hitam bermata merah mulai membuka suara setelah keheningan terjadi.
" Apa Yang Mulia serius, kami akan sangat senang jika Yang Mulia mengizinkan " ucap George, Ya laki-laki tadi adalah George yang merupakan selir pertama yang di jadikan oleh Berlian
Berlian yang mendengar ucapan George membuat Berlian menaikan satu alis
" Apa muka kelihatan bercanda? " tanya balik berlian masih dengan alis terangkat
" Tidak, Yang Mulia " jawab George yang takut melihat wajah Berlian, sedangkan selir yang lain hanya diam dan mendengarkan tanpa menyela
" Ada lagi? " tanya berlian saat melihat para selirnya yang diam
"........"
"........"
" Apa kami akan di hukum jika tidak bekerja " tanya seorang laki dengan rambut orange Dan bermata orange ragu, sedangkan Berlian yang mendengar mengerutkan alis karena bingung
" Kenapa aku harus menghukum kalian? " tanya berlian bingung dengan pertanyaan Alex. Ya, laki-laki yang bertanya ragu itu adalah Alexander yang merupakan selir kesebelas
" aku hanya mengajukan karena takut kalian bosan tapi jika tidak mau juga tidak apa-apa " lanjutnya
" Saya mau Yang Mulia " jawab mereka serentak dengan semangat dan senantiasa tersenyum kecuali Alex yang hanya diam membisu
" Selir Alex. Kenapa kamu hanya diam saja? " tanya berlian yang melihat Alex diam
" Yang Mulia, Saya tidak ingin ikut bekerja " ucap Alex ragu
" Ooh ya sudah tidak apa-apa " ucap Berlian yang menatap Alex dengan senyum
" Baik, Wili..." pinta Berlian pada Wiliam
Wiliam yang mengerti pun langsung memberikan berkas pada Berlian yang langsung di terima oleh Berlian
" First, George. Kau akan besok bisa memimpin ksatria di Istana seperti halnya dulu sebelum bertemu dengan diriku " ucap Berlian yang melihat wajah George yang penuh binar walau dia tidak tau apa arti First
" Baik, Yang Mulia " ucap George, yang dijawab anggukan kepala oleh Berlian
__ADS_1
" Second, Kenzo, Kendra, Charlie. Kalian akan menjadi Shadow yang bertugas selalu melindungi secara tersembunyi karena kalian dulu seorang prajurit bayaran " ucap Berlian yang bergantian menatap Kenzo, Kenandra, dan Charlie yang di jawab anggukan kepala oleh Kenzo, Kenandra, dan Charlie serentak
" Third, Felix dan Li. Kalian akan menjadi wakil penyihir istana karena kalian bersaudara yang hebat kalian juga seorang kultivator dan pemilik hewan kontrak yang hebat " ucap Berlian yang menatap Felix dan Lie bergantian yang jawab dengan senyum manis
" fourth, Akashi. Kau akan meracik racun dan membuat senjata untuk berperang, Dan aku sendiri akan membantumu membuat jika ada waktu senggang " ucap Belian yang menatap Akashi yang sedang menikmati teh dengan santai
" Baik, Yang Mulia. Hamba akan selalu menunggu Yang Mulia " ucap Akashi setelah meminum tehnya
" Fifth, Flozwen. Kau akan kembali ke menara penyihir sebagai Ketua penyihir Serta latihlah Felix dan Lei " ucap Berlian yang hanya di anggukan kepala
" Azam... " panggil Berlian yang melihat Azam hanya diam
" Ya, Yang Mulia " jawab Azam singkat yang menatap berlian
" Kenapa kau diam saja? Kau ada masalah? atau..." tanya berlian menggantung akibat di Azam menyela
" Tidak Yang Mulia, Hamba hanya tidak tahu harus berekspresi seperti apa saking senangnya karena bisa bekerja " jawab Azam cepat, yang di balas senyum berlian
" Baiklah. Kau dulu seorang putra mahkota yang artinya kau ahli di bagian strategi perang dan rencana pengembangan serta kau pernah berperang dan pernah memenangkan perang. jadi, kau bisa kembali menjadi jenderal dalam berperang dan menjadi ahli strategi baik itu perang maupun pengembangan. selain itu kau juga bisa membantu pekerjaan ku di istana " ucap Berlian jelas yang jawab anggukan kepala oleh Azam
" Alex, Sekali lagi aku tanya kau yakin tidak mau bekerja? " tanya Berlian pada Alex
" Ya, Yang Mulia Hamba hanya ingin disini " jawab Alex
" Baiklah " ucap Berlian
" Baiklah kalian bisa bekerja besok sekarang kalian istirahatlah dan ku ingatkan walau kalian bekerja di saat aku memanggil kalian harus datang. Ya sudah kembali lah dan istirahat, kecuali Selir Marvin Dan Selir Daksa kau jangan pergi dulu karena ada yang ingin aku bicarakan " ucap Berlian setelah melihat para selir yang di beri pekerjaan
" Baik, Yang Mulia " ucap para selir serentak dan mereka langsung mencium area pipi, rambut, tangan, pucuk kepala, kening, dan lain-lain setelah melakukan itu mereka pamit
" Sial.... Mereka sungguh pembuat jantung tak sehat " batin Belian setelah para selir yang di pekerjaan pergi
" Baiklah Wili, Marvin, Daksa.....Bagaimana situasi di sana? " tanya Berlian dengan sangat serius hingga aura dingin pun keluar dari tubuh mungil sang kaisar sedangkan Semua orang yang masih ada di ruangan itu menggigil ketakutan karena aura sang kaisar kecuali Wiliam yang terbiasa dengan saudaranya itu
" Mereka menolak Yang Mulia dan menyerang para jenderal disana dengan membabi buta hingga banyak pasukan kita yang mati" jawab William yang dan menatap berlian dengan raut wajah serius
" Artinya Yang Mulia harus turun tangan kali ini beserta Duke Marvin dan yang lainnya " lanjutan Wiliam lagi
" Huh... sangat merepotkan. Baiklah aku akan turun tangan kali ini lagi pula aku sudah lama tidak olahraga " ucap Berlian santai dan mengabaikan tatapan bingung orang-orang yang di ruangan itu
" dan tolong beri umpeti untuk para keluarga yang di tinggalkan akibat gugur dalam peperangan " lanjutannya yang dianggukan kepala oleh William
" Duke Marvin segera persiapkan pasukan mu kita akan membalas mereka " ucap Berlian yang sudah menatap Marvin yang di anggukan kepala semangat oleh Marvin
...Perlu kalian tahu kalau dalam pekerjaan Marvin dan Daksa akan di panggil sesuai gelar yang dia punya tanpa embel-embel Selir ...
...Back Berlian...
" Daksa dan William gantikan aku dalam mengurus pekerjaan " Lanjutannya menatap Daksa dan William bergantian
" Baik Yang Mulia " Jawab mereka serentak
" Sekarang kembali lah dan beristirahat karena dua hari lagi kita akan berangkat " ucap Berlian yang sudah dengan muka santai tidak seperti tadi yang serius
" Aah.. saudara ku ini memang luar biasa " ucap William yang sambil akan memeluk Belian yang langsung di sambut Marvin karena tidak rela melihat istrinya dipeluk oleh mahkluk aneh seperti William walau saudaranya sendiri
" Lepaskan Vin. aku mau memeluk kakak ku " ucap William yang meronta minta dilepaskan sedangkan Berlian dan Daksa melihat hanya geleng-geleng kepala begitu juga dengan Logan dan Louise
__ADS_1
" Logan apa kau tidak mau pensiun " tanya Berlian yang sudah menatap Logan yang membuat orang di sana terkejut
DEG