Time Travel Menjadi Kaisar Kejam

Time Travel Menjadi Kaisar Kejam
Bab 23 Pertemuan


__ADS_3

Kereta pun mulai berjalan dengan kereta Berlian didepan. Sedangkan para selir menggunakan kereta khusus selir kaisar yang mengikuti kereta Berlian dari belakang. William menggunakan kereta yang sama dengan Berlian yang merupakan Adik dari Kaisar sendiri meskipun menjadi sekretaris.


...****************...


Setelah berjam-jam dalam perjalanan mereka pun akhirnya tiba di pemakaman kerjaan dan sekarang mereka sedang turun. setelah semua orang turun dari kereta mereka pun memasuki area pemakaman dengan Berlian berjalan lebih dahulu.


Berlian mulai memasuki area pemakan hingga tanpa sebuah air mata keluar tanpa di minta


dan Berlian hanya mengabaikannya.


" Apakah ini air mata dari pemilik tubuh " batin Berlian sambil terus berjalan dengan tangan sebelahnya membawa sebuket bunga mawar putih.


Saat sudah di depan nisan bertuliskan nama Bernardo Farzan Lovata dan disebelah kiri bernama Berza Lovata dan di sebelah kanan bernama Fawzara Berlian langsung berjongkok dan mengelus ketiga nisan dengan air mata terus mengalir tanpa diminta setelah itu dia berlian menaruh bunga mawar putih itu di ketiga makam itu.


" Kakak, Bunda, dan Ayah apa kabar? Aku merindukan kalian. Lihat aku sudah besar dan sekarang menjadi seorang kaisar. Dulu ayah dan kakak selalu menyuruh ku menjadi seorang Kaisar sekarang aku sudah menjadi kaisar kau puas dan bunda apa kau juga senang Hem.. " ucap Berlian walau dia tidak tahu mengapa dia ingin berkata seperti itu. semua yang melihat dan mendengar hanya diam dan mengamati.

__ADS_1


" Kakak, ayah, bunda aku sudah mengikhlaskan kalian keadaan yang dulu dan aku ingin menjadi pribadi yang baru. Oh... ya kak aku ingin mengenalkan kakak pada semua kekasihku alis suami-suami ku. oh ya salah satu dari suamiku adalah Daksa dan apa kalian tau kebiasaan Daksa dan Wili tidak pernah berubah setiap kali aku mengingatnya aku ingin tertawa. " ucap Berlian yang masih dengan air mata tapi juga tertawa.


" Ya sudah, bunda, ayah kakak aku pamit pulang. Aku mencintai kalian " ucap Berlian sambil berdiri yang dibantu oleh Daksa dan Wili setelahnya mereka berjalan menjauhi makam itu dengan Berlian yang Berjalan sambil dipapah oleh William.


" Wil lepaskan aku. Aku bisa berjalan sendiri " ucap Berlian pada Wili yang masih dalam keadaan papahan.


mendengar perkataan Berlian Wili pun berhenti berjalan begitu juga semua yang mengikuti mereka pun menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Berlian yang ada di lehernya dan langsung menatap tajam Berlian.


" Baik. Sekarang coba, jika bisa aku tidak akan memapah mu lagi. Tapi jika.... " jeda William yang membuat Berlian penasaran sekaligus kesal beda halnya Berlian yang penasaran Semua orang yang mengikuti mereka hanya diam dan menjadi pendengar.


" Jika apa? " ucap Berlian memaksa William buka suara


" Jika..." gugup William sambil berkali-kali menelan saliva yang terasa kering.


" Iya, Jika... lanjutannya apa " ucap Berlian dengan nada lembut yang membuat semua bergidik takut

__ADS_1


" Jika tidak aku akan mengendong mu " ucap William lirih tapi masih bisa di dengar semua orang.


Semua orang pun terdiam sambil menutup telinga dan mata karena mereka tau apa kelanjutannya.


" Hah...Wili apa aku lumpuh " tanya Berlian dengan nada sangat halus dan langsung dijawab gelengan kepala


" TERUS MENGAPA KAU MEMAKSA UNTUK MENGGENDONGKU " teriak Berlian yang membuat William dan semua orang menghela nafas. Berlian melihat semua orang menghela nafas pun kesal dan lany berjalan menjauh sambil sesekali menoleh ke belakang hingga dia pun menabrak seseorang.


" AWW..." Teriak Berlian kesakitan dan itu membuat semua orang yang mengikuti nya panik dan langsung mendekat.


" Yang Mulia apa kau baik-baik saja " ucap mereka serentak


" Ehmm " deheman Berlian pun membuat mereka lega. setelah melihat semua orang merasa lega dia pun mendongak dan melihat wajah pria yang sangat tampan tapi dia merasa mengenalnya. Berlian kembali mencoba mengingat setelah nya dia pun ingat


DEG

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2