
" Karena Selir Daksa memerintahkan Penyihir Istana terdahulu untuk menghapus ingatan itu hingga sekarang " Jawab Logan yang dianggukan oleh semua orang kecuali William yang hanya mendengar
semua orang pun sekarang mengerti mengapa Daksa dan William hanya diam saat mendapati pertanyaan seperti itu.
" Maafkan aku kakak karena sudah mengizinkan Logan menceritakan kenangan pahit itu " batin William sambil menatap sendu Berlian yang terbaring di ranjang.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
Berhari-hari sudah berlalu dan sang kaisar masih setia dengan tidurnya yang sudah bersuhu normal.
Semua orang bergantian menjaga walau jika kalau mereka lelah akan berganti dan sekarang seorang pria tengah tertidur dengan memegang erat tangan Berlian seakan tak ingin kehilangan.
" Ehmmm " gumam Pria itu sambil membuka matanya perlahan dan melihat Berlian masih setia dengan tidurnya.
" Apa kau tidak lelah? Apa kau tak ingin bangun? Apa kau tak merindukan ku kakak ? Wil Wil kau selalu memanggil ku begitu dan aku marah tapi tidak jika bangun aku tidak akan marah " ucap William yang masih setia menggenggam tangan Berlian dan tangan sebelahnya mengelus rambut Berlian dengan sayang dengan air mata yang terus menetes di pipi pria muda itu.
Ya pria itu adalah William sejak semalam dia menjaga berlian hingga pagi tiba.
" Baiklah jika kau tak ingin bangun. Aku akan marah jika kau memanggilku Wil Wil " Ucap William dan berpura-pura akan beranjak pergi dari kamar itu tapi ada tangan menahannya dan sebuah suara yang sangat pria itu rindukan.
" Sungguh kau tak marah jika aku memanggil mu begitu " ucap Berlian serak sambil memegang tangan William dan perlahan membuka matanya melihat William.
__ADS_1
William yang mendengar suara yang dia rindukan tanpa sadar benih putih keluar dari mata indah William. Dia langsung membalikan tubuhnya menghadap Berlian dan langsung memeluknya dan mengecup pucuk kepala Berlian sambil menangis.
Berlian yang mendapatkan serangan yang tiba-tiba dia kaget tapi langsung membalas pelukan itu dan sedikit mengeluarkan candaannya sewaktu bersama keluarganya dulu.
" Ehmm... Berhentilah menangis atau ingus mu akan mengenai kepala " candaan Berlian yang langsung membuat William melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut yang membuat Berlian tertawa
" Kak kau baru sadar sudah sangat menyebalkan... hem " ucap William dengan wajah cemberut dengan tangan di sedekapkan di dada sambil memalingkan wajah yang mana membuat Berlian terbahak-bahak karena gemas.
" Kakak... " rengekan William yang membuat Berlian langsung menghentikan tawanya sambil menghapus sisa air mata akibat tawanya.
Diluar suara tawa keras dari berlian terdengar dan para pelayan mulai berbisik-bisik tentang kabar sadarnya Berlian.
" Seperti itu tadi suara Yang Mulia William dan Berlian " bisik salah seorang pelayan yang membawa nampan
Clavien yang kebetulan ada keperluan dengan Marvin tak sengaja mendengar bisikkan para pelayan yang mana langsung membuatnya langsung kaget dan langsung beranjak menuju ruang Marvel dengan berlari.
Saat tiba di depan pintu ruangan dia langsung menerobos pintu itu tanpa mengetuk yang membuat semua orang yang ada di sana kaget.
" apa tak punya sopan santun " ucap Marvin marah yang membuat nyali Clavien menciut
" Ma...maaf Yang Mulia Duke dan Para selir " ucap Clavien
__ADS_1
semua yang mendengar ucapan maaf dari Clavien hanya menghela nafas kasar
" Ada kau kemari? " tanya Marvin setelah menghela nafas
" Ah... iya Aku kemari ingin memberi laporan dan..." ucap Clavien menjeda ragu
yang mana membuat semua orang yang di dalam ruangan itu kesal
" Dan apa? " tanya George yang sudah sangat dongkol dengan sikap Clavien
" sebenarnya tadi saat aku berjalan menuju kemari aku mendengar beberapa pelayan berbisik tentang Yang Mulia Berlian..." ucap Clavien yang membuat semua orang mengerutkan keningnya hingga membentuk lapisan tetapi mereka hanya diam untuk mendengar kelanjutan ucapan Clavien
" mereka mengatakan bahwa Yang Mulia Berlian sudah sadar dan sedang tertawa " lanjut Clavien yang membuat semua kaget dan langsung terdiam
melihat mereka semua hanya diam Clavien merasa aneh biasanya mereka sangat bersemangat saat mendengar tentang Berlian.
Setelah lama keheningan mereka semua bangkit dari tempat mereka dan langsung berlari yang mana membuat Clavien sampai berputar akibat senggolan mereka.
Setelah semua orang menghilang Clavien merasa dongkol dengan sikap mereka tapi tetap menyusul mereka.
Saat tiba di depan kamar itu mereka langsung menerobos tanpa mengetuk yang mana membuat orang yang ada di dalam kaget.
__ADS_1
" Yang Mulia "