
sedangkan sang Kaisar mulai berjalan keluar dari kereta dan melompat tapi kehilangan keseimbangan dan
" Yang Mulia " Teriak semua orang yang melihat sang kaisar akan jatuh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berlian yang yang akan terjatuh pun langsung memejamkan mata, tapi sebelum sang Emperor terjatuh George sudah lebih dahulu menangkap Berlian
" Kok... Enggak Sakit ya " Batin Berlian yang merasa tidak sakit
karena merasa tidak sakit Berlian pun membuka matanya dan melihat bahwa dirinya sudah dipelukan George dan menatapnya begitu juga dengan George yang menatapnya sama sambil mengingat Momen awal George Bertemu dengan sang Emperor hingga momen paling pahit serta momen paling bahagia
...Flashback ON...
"Prov George On"
Di pagi hari diriku sedang sibuk berlatih bersama dengan prajurit yang lain tapi tak lama aku mendengar keributan karena penasaran aku pun mendekat dan melihat ada seorang gadis yang sepertinya salah putri bangsawan
aku melihat dia kabur kejaran seseorang dan aku melihat salah satu lengannya terluka dan dengan nafas tersengal-sengal mungkin akibat kelelahan berlari hingga dia berhenti karena terhalang oleh tembok besar
sedangkan orang itu terus berjalan maju sehingga membuat gadis itu berjalan mundur hingga tanpa sadar dia menginjak batu dan membuat terpeleset dan akan jatuh
Aku yang melihat pun langsung memeluk gadis itu agar tidak terjatuh sambil memandang gadis itu yang ternyata membuat jantungku berdegup tanpa sadar karena kecantikannya hingga dia membuka matanya mencoba berdiri
" Lepaskan aku " ucapnya meronta-ronta minta di lepaskan hingga membuat ku tersadar dan langsung melepaskannya hingga jatuh terduduk
" Aduh... Apa kau tidak bisa melepaskan ku perlahan " ucapnya padaku sambil marah yang membuatku tersenyum tipis tanpa ada yang menyadari nya
" Kau yang meminta dilepaskan ya aku lepaskan " ucap ku santai yang membuat nya menggerutu kesal
" Lucu " batinku
" Lagi pula masih urusan yang lebih penting " ucapku lagi padanya yang di jawab "Apa" olehnya
hingga aku pun langsung mengarahkan mataku kearah didepannya begitu pun dengannya yang mengikuti arah mataku yang membuat nya kaget dan secara spontan dia bersembunyi di belakangku sambil meremas bajuku
" Apa kalian sudah puas? Jika sudah kau.... berikan dia pada kami " ucap lelaki tua berambut cokelat padaku
" Apa yang aku dapat jika aku memberikannya? dan Bagaimana jika aku menolak "ucapku pada mereka
" Kau akan mendapatkan hadiah dari tuanku dan jika kau menolak kau harus mati bersama dengannya " ucapnya yang mencoba mengancam ku
" Sayangnya aku tidak tertarik dengan hadiah tuan mu. Jadi, jika kau menginginkan nya maka langkah kan dulu mayat ku " ucapku yang membuat gadis menoleh padaku kaget
" Apa kau serius? hanya untuk gadis sepertinya kau menolak tawaranku. Tapi baiklah jika itu keinginan mu kau akan mati bersamanya " ucapnya lagi dengan senyum meremehkan
" Silahkan jika bisa " ucapku yang langsung ku beri tendangan ke dada pria tua itu yang membuat nya tersungkur
" Cih... Baiklah seperti nya aku terlampau mereka mu " ucapnya padaku lagi sambil mencoba memukulku yang langsung bisa ku hindari dan langsung memberinya pukulan diperut lumayan kencang yang membuatnya langsung memuntahkan seteguk darah dan langsung kabur
" awas kau " ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan aku dan gadis yang dibelakang ku yang menatap takut dan khawatir padaku
" Kau baik-baik saja " ucapnya sambil memutar-mutar tubuhku yang membuat ku pusing
" Ya " jawabku singkat dengan datar yang membuat nya lagi-lagi menggerutu kesal
__ADS_1
" Ya sudahlah aku tidak akan marah padamu karena kau sudah membantuku " ucapnya padaku sedangkan aku hanya diam
" Mengapa kau dikejar olehnya " tanya ku yang penasaran sedari tadi
" Bukan urusanmu dan terima Kasih sudah membantu ku jika kalau kita bertemu lagi aku pasti akan membalas kebaikanmu " ucapnya lagi yang akan melangkah pergi tapi aku menahannya sedangkan gadis itu langsung menoleh padaku dan dan menaikan salah satu alisnya tanda " apa "
aku yang ditanya hanya diam dan mengambil sapu tangan ku yang ada si saku milikku dan langsung mengikat pada lengannya yang terluka
" Terima kasih " Ucapnya yang balas anggukan kepala
" Ayo aku antar pulang " ucapku yang langsung di gelengkan kepala olehnya yang membuat ku mengerutkan kening
" tidak perlu rumahku juga sudah dekat " ucapnya yang menolak ajakkan ku yang langsung ku anggukan kepala
" Sampai jumpa lagi " pamitnya padaku yang ku yang balas diam
Berhari-hari aku setelah selesai latihan selalu datang ke tempat di mana aku melihat gadis itu tapi aku tidak lagi melihatnya yang membuat ku kecewa dan sedih
" Hah.. ini sudah beberapa hari aku aku selalu datang kesini tapi tak menemukan nya. Aku merindukan nya " gumam ku dengan helaan napas kecewa
hingga satu Minggu pun berlalu dan aku beserta keluarga sedang bersiap untuk datang ke pesta dansa kerajaan
" Geo, Ada apa denganmu? " tanya ku ayahku
padaku yang membuat ku dan ibuku bingung
" Mengapa wajahmu seperti tidak semangat " tanya lagi yang membuat ku mengerti
" tidak apa-apa hanya sedikit kelelahan " ucapku yang dianggukan kepala oleh ayahku
" George " panggil temanku yang membuat ku menoleh
" Ayah aku kesana menemui teman ku dulu " pamitku untuk menemui teman ku yang langsung mendapat anggukan kepala dan langsung berjalan menuju tempat temanku itu
" Sudah lama " tanyaku sambil mengambil minuman yang berada dekat denganku
" Tidak. belum lama " ucapnya yang ku anggukan kepala
" Kau sudah mendengar jika Kaisar kita itu seorang gadis " ucapnya yang hanya ku acuhkan dan langsung masuk menuju aula pesta dan meninggalkan temanku
" tunggu " ucapnya dan berlari mengejar ku tanpa ku hiraukan
setelah kami tiba di aula tiba-tiba terdengar suara teriakan
" Yang Mulia Kaisar Berlian Felysia Lovata akan memasuki aula " ucap orang tersebut yang ku hiraukan tak lama pintu terbuka dan muncullah gadis yang waktu ku tolong dan ku cari-cari serta ku rindukan seorang kaisar membuat ku kaget setengah mati
Sedangkan dirinya seperti nya melihat kearah ku sambil tersenyum dan naik ke atas untuk membuka acara setelah membuka dirinya memberikan pengumuman yang membuat ku sekali lagi kaget
"Aku ada pengumuman bahwa diantara kalian akan ada orang yang akan menjadi salah setu selir ku " ucapnya yang diriku bingung beserta semua orang yang mengikuti pesta dan tak lama dia berjalan turun dari tangga lalu berjalan kearah ku
" Tuan muda Harbour akan menjadi selir ku " ucapnya lantang yang membuat kaget dan terdiam tak tau harus menjawab apa
Berbeda dengan diriku justru keluarga ku yang seperti nya bahagia karena aku dipilih menjadi selir sedangkan orang yang berpesta disana masih kaget terutama temanku
" Daksa " panggil Berlian pada bawahannya
__ADS_1
" Ini, Yang Mulia " ucapnya sambil mengambilkan sebuah baki dan berisi dan dirinya mengambil cincin itu dan memasangkannya di jariku
" Mulai hari ini kau adalah selir ku " ucapnya padaku sedangkan aku diam dan apa yang baru terjadi
" Apa kau tidak mau memberi hormat padanya " ucap pria berkaca mata marah yang langsung ditenangkan oleh Berlian
Setelah mendengar ucapan dari pria berkaca mata itu aku pun langsung membungkuk dan memberi hormat
" Berdirilah " ucap Berlian yang membantuku berdiri setelah aku berdiri aku mengecup tangan kanannya setelah aku melepas sarung tangan yang di pakainya
setelah semua ritual selesai tiba di acara inti ya itu dansa kerajaan aku pun langsung mengajak sang kaisar untuk berdansa
" Apa kau sengaja " bisik ku ke telinga nya sambil berdansa
" Ya. ini adalah hutang budiku dengan memberikan diriku padamu " ucapnya padaku yang juga berbisik di telinga ku yang membuat ku geli
tak lama dansa pun selesai dan setelah itu ditutup acara oleh Berlian dan langsung mendatangi ku dan keluarga ku
" Salam ayah mertua dan ibu mertua " ucapnya pada orang tuaku sambil memberi hormat ala bangsawan wanita
" Yang Mulia tidak perlu seperti itu " ucap ayahku yang melihat sang kaisar memberi hormat padanya
" bukankah ayah mertua lebih tua. Jadi saya harus memberi hormat yang lebih tua apa lagi kalian sekarang adalah mertua ku yang artinya orang tua ku juga " ucapnya pada orang tuaku yang membuat aku dan orang tuanku kagum dengan kesopanan dan rendah hatinya sang kaisar itu
waktu terus berlalu dan sekarang adalah waktu aku menunggu sang istri datang ke kamar ku untuk melakukan tugasnya dan tak lama pintu terbuka
" Apa kau belum tidur " tanya orang yang membuka pintu itu yang tak lain sang istri yaitu Berlian
" Belum karena menunggu penjelasan mu dan aku harus melakukan tugasku sebagai seorang selir " ucapku padanya
" tadi aku sudah bilang itu caraku membayar hutang budiku " ucapnya santai
" dan soal tugasmu lakukanlah sekarang " lanjutannya yang mulia mendekati ku dan mendaratkan bibirnya padaku dan langsung ku sambut
... terjadilah hubungan suami istri itu malam itu...
Pagi pun tiba aku meraba sebelah ranjang ku yang kosong akhirnya aku pun membuka mataku dan melihat sekeliling kosong
jujur aku sedih Karena dirinya meninggalkan ku sebelum aku bangun tapi aku berpikir mungkin dia banyak pekerjaan yang membuatnya harus bangun lebih awal
seminggu sudah aku menjadi suaminya dan aktivitas kami pun setiap malam sama aku melayani nya dan keesokan dirinya tak ada tapi pagi ini aku mendengar kabar bahwa akan ada selir baru dan itu membuat dadaku sakit dan aku marah tapi tak bisa apa-apa karena dirinya seorang kaisar
dan keesokan harinya lagi-lagi sama datang selir baru hingga membuat ku sangat marah tapi aku mencoba memendamnya bahkan saat aku meminta untuk di beri pekerjaan dirinya menolak dengan alasan takut aku kelelahan yang membuat kemarahan ku bertambah tapi tak bisa membencinya karena aku mencintainya
hingga sewaktu aku mendapat laporan bahwa istriku sedang tak sadarkan diri aku selalu mendatanginya secara bergantian dengan selir yang lain dan setiap aku mendatanginya aku merasa sangat sakit melihat wajahnya pucat dan tak berdaya jika bisa memilih maka biar aku saja yang terbaring jangan dirinya
hingga tiba sore hari aku mendengar pelayan bergosip bahwa sang kaisar telah sadar berubah, Awal aku ragu hingga saat sang kaisar memberikan izin untuk bekerja sungguh membuat ku senang tapi juga masih ragu takut hanya candaan saja dan saat aku dirinya mengajak ku untuk berperang aku pun mulai percaya padanya serta berjanji akan melindungi nya selalu walau selalu bersikapnya buruk tapi mau bagaimana pun dia tetaplah istriku begitulah pikirku
" Prov George Off "
...Flashback Off...
Mereka berdua larut dengan pikiran masing-masing dan akhirnya mereka sadar saat mendengar sebuah deheman
" Ehem....."
__ADS_1