
Berlian yang merasa nyaman dalam gendongan Azam langsung tertidur dan Azam tau itu setiap dalam gendongan nya Berlian akan selalu tertidur seperti bayi seperti awal pertemuan nya dengan Berlian dan menjadi selir.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
Azam sampai sekarang masih mengingat jelas awal pertama dia bertemu dengan berlian saat dulu dia hendak dibunuh seperti tadi dan dia merasa Dejavu akan hal itu
...FLASHBACK ON...
dulu dia merupakan seorang Putra Mahkota kerajaan bumi ya merupakan kekaisaran yang hampir sama besar dengan milik Berlian tapi karena kesalahan dan terjadi peperangan.
Kekaisaran mereka kalah dan dia disinilah dia dibawa kekaisaran matahari dan langsung ke depan didudukkan di depan kursi tahta kosong dan tanpa seorang pun duduk disana
Tak lama datang seorang gadis dengan aura dingin yang membuatnya sedikit takut saat dia depannya di memegang dagu ku hingga membuatku menatapnya
" Apa dia putra pengkhianat itu? " tanya gadis itu pada pria dibelakangnya yang membuat Azam penasaran
" Siapa mereka? " batin Azam yang memandang dua manusia beda jenis itu
Prov Azam
Setelah semua kekalahan sekarang aku duduk di depan kursi tanpa seorang pun mendudukinya
TAK
TAK
TAK
tak lama terdengar suara langkah kaki seseorang yang membuat ku menoleh ternyata seorang gadis yang mungkin lebih muda dariku
sebentar aku menatapnya dan kembali menundukkan kepalaku hingga aku melihat kaki seseorang seperti berdiri di depanku tapi aku mengacuhkannya dan dia memegang kedua sisi daguku dan mengangkatnya dan aku melihat wajah cantik dengan rambut perak panjang dan mata ungu muda yang indah sedang menatapku tak lama dia melepaskan tangannya dari daguku dan menoleh ke belakangnya dan bertanya
" Apa dia putra pengkhianat itu? " tanyanya pada pria di belakangnya berambut hitam dengan kacamata dan dianggukan olehnya
aku penasaran dengan kedua orang didepan beda jenis itu
" Siapa mereka? " batinku sambil memandang kedua orang itu setelah berkelana dengan penasaran aku pun mengacuhkan mereka
" Benar, Yang Mulia. Dia Putra Dari Dendrik De Coreless lebih tepatnya Putra Mahkota " jelas Pria berambut cokelat muda dengan kaca mata bulat
__ADS_1
setelah mendengar panggilan pria itu pun aku kaget karena yang ada di depanku merupakan kaisar yang dikenal kejam berbeda ku gadis itu hanya menganggukkan kepala dan tersenyum sambil memandang ku
" Jadi, Bagaimana Yang Mulia? Harus diapakan dia ? " tanya pria berambut cokelat muda itu pada gadis yang masih tersenyum menatap ku
" Tidak diapa-apakan karena dia tidak bersalah lagi pula yang bersalah pada kita adalah ayahnya bukan dia " jawabnya yang masih memandangku dengan senyumnya
mendengar ucapannya aku kaget kukira aku akan dibunuh setelah lama berkelana dengan pikiranku
aku mendengar suara keributan dari pintu dibelakang ku dan dia pun langsung berhenti menatapku dan berjalan ke arah belakang ku dan tiba-tiba pintu terbuka dengan keras
BRAK
" Yang Mulia " Teriak suara pria yang aku kenal dan aku langsung menoleh kebelakang dan benar dia adalah kesatria pelindungku James yang membuat aku kaget
" Yang Mulia maafkan kami karena tidak bisa menghalanginya " ucap seorang prajurit dan dianggukan kepala oleh gadis berambut perak itu
" pergilah " usir gadis itu dengan nada halus
dan prajurit itu langsung membungkuk hormat dan meninggalkan kami
Setelah prajurit itu pergi dan pintu tertutup kembali gadis itu mulai bertanya pada James
" Yang Mulia tolong lepaskan lah pangeran " ujar James sambil memohon pada gadis itu melepaskan ku
Setelah mendengar ucapan James dia langsung menatapku dan langsung berteriak
" Jangan " teriaknya sambil berlari kearahku dengan cepat dan memelukku dengan satu tangannya yang membuat ku terkejut dan aku merasa darah menetes dari atas wajahku dan aku langsung menatap nya ternyata dia melindungi ku dari pedang pria berbaju hitam itu dan tangannya terluka setelah itu dia menendang pria berbaju hitam itu
" Yang Mulia " teriak semua orang yang melihat tangannya
sedangkan pria berbaju hitam tadi mencoba kabur tapi langsung ditangkap oleh pria berambut hitam itu dan langsung menahannya
" Bawa dia ke penjara " perintah gadis itu dan pria berambut hitam itu langsung membungkuk dan meninggalkan kami
setelah pria itu berambut hitam itu membawa pria berpakaian hitam itu gadis membalut tangannya dengan saputangan nya
setelah membalut tangannya dia bertanya tanpa melepaskan pelukannya yang anehnya aku merasa nyaman
" Apa kau baik-baik saja? " tanyanya padaku yang masih dalam pelukannya dan hanya ku jawab anggukan kepala setelah itu dia mencium kening ku
__ADS_1
CUP
setelah menciumku aku terkejut langsung menatap matanya dan melihat ada ketakutan dan tak lama dia menguraikan pelukannya dan entah mengapa aku tidak rela dia melepaskan pelukan itu
setelah pelukan itu lepas tiba-tiba dia menangis dan terduduk di depanku dan kembali memelukku dengan erat dan aku pun membalasnya sambil mengelus pundaknya yang bergetar agar dia kembali tenang
dan setelah lama aku tak mendengar tangisannya dan aku melihatnya tertidur didalam pelukanku dan aku pun mengangkat nya dengan perlahan agar dia tak terbangun
" Dimana kamarnya? aku akan mengantarnya dia tertidur " tanyaku pada pria berambut cokelat muda itu dan dianggukan kepala olehnya dan langsung mengantarku tapi saat akan beranjak James mengentikan langkahku
" Yang Mulia. Apa Anda baik-baik saja? " tanya James khawatir padaku yang ku jawab anggukan
" Apa saya boleh ikut? " aku tak menjawab hanya menoleh pada pria berambut cokelat muda itu dan dijawab anggukan olehnya dan James pun mendekat dan kami mulai meninggalkan daerah singgasana itu dan berjalan menuju kamar gadis yang dipanggil Yang Mulia
.
.
.
.
.
Sekarang kami tiba dikamar gadis yang ada dalam pelukanku dan aku sekarang aku mencoba meletakan dia di tempat tidur tapi saat aku mencoba melepaskan tapi dia bukannya malah melepaskan malah memperat pelukannya dan aku menoleh pada Pria berambut cokelat muda itu dan dia hanya menghela nafas dan James hanya diam
" Dia tidak akan melepaskan pelukannya kecuali dia sendiri yang ingin " ucapnya yang membuat aku kaget
" Terus aku bagaimana bukannya dalam kekaisaran ini hanya boleh pasangan yang bisa tidur satu ranjang " tanyaku yang masih mencoba melepaskan pelukannya
" Cukup jadi selir saja. Lagi pula dia suka padamu buktinya dia melindungi dan menghiraukan dirinya sendiri " ucap pria rambut coklat muda itu santai
" Hah... Tidak-tidak. Aku tidak mau " ucapku yang menolak menjadi selir dari gadis itu tapi saat aku menoleh dan melihat tangan gadis itu terluka aku pun jadi tak tega dan merasa bersalah dan akhirnya aku menghela nafas dengan kasar dan akhirnya menyetujui
Setelah itu pria cokelat muda itu menarik James keluar dari kamar itu dan dia berteriak padaku
" Tolong Jaga Yang Mulia dan soal pakaian untukmu ada di lemari sebelah sana karena aku lihat tubuh mu sama dengan sepupunya sama " teriaknya yang masih menarik James
bersambung....
__ADS_1