
" Logan apa kau tidak mau pensiun " tanya Berlian yang sudah menatap Logan yang membuat orang di sana terkejut
DEG
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
Mendengar ucapan Berlian membuat semua orang yang disana terkejut dan menahan napas
" Kesalahan apa yang Logan lakukan? " Batin Marvin dan Wiliam yang berhenti akibat perkataan Berlian begitu juga Daksa yang berpikiran sama dengan Marvin dan Wiliam
" Apa ayah membuat kesalahan " batin Louise cemas sambil melihat ayahnya yang gusar
" Apa saya melakukan kesalahan Yang Mulia. Jika iya saya mohon maaf tapi jangan pecat dan usir saya dari istana " ucap Logan cemas dan gusar karena takut melakukan kesalahan tanpa dia sadari yang menyinggung sang Emperor.
" Tidak bukan seperti itu maksudku... Aku hanya ingin kamu istirahat karena di umurmu sudah waktunya kamu istirahat tapi jika kamu tidak mau aku tidak bisa memaksa lagi pula kamu sudah aku anggap keluarga karena sudah merasa ku sedari aku kecil " ucap Berlian dengan muka khawatir
" saya tidak apa-apa Yang Mulia " ucap Logan yang terharu begitu juga yang lain
" Baiklah kalian bisa kembali dan beristirahat. Begitu pun aku akan beristirahat karena besok adalah hari yang melelahkan " ucap Berlian pada semua orang yang di ruangan itu
" Baik, Yang Mulia Selamat Istirahat " ucap mereka serempak yang di jawab lambaian tangan tanpa tolehan oleh Berlian
.
.
.
.
.
.
Pagi hari pun tiba semua orang sibuk mempersiapkan perang yang akan terjadi begitu pun dengan Berlian dan Akashi yang sibuk merancang senjata yang ada di dunia Keylara walau Akashi tidak tau tapi tetap menurutinya seperti Pistol, Bom dan lain-lain sedangkan William yang menemani Berlian menatap takjub Berlian
guys waktu Keylara hidup dia pernah loh belajar beladiri dan senjata selain itu dia juga pernah ikut pendidikan militer jadi jangan heran kalau dia bisa membuat dan merancang senjata.
" Yang Mulia, Apa ini sudah bisa digunakan? " tanya Akashi yang memperlihatkan pistol yang sudah selesai
" Ya, sangat bagus. Bagaimana dengan pelurunya? " ucap Berlian setelah melihat hasilnya dengan wajah puas setelah merancang selama waktu kurang lebih 2 jam
" Ini Yang Mulia " ucap Akashi sambil membuka kotak lainnya
" eehm... it's good " ucap Berlian sambil menganggukkan kepala sambil tersenyum puas
" Kalau Belati bagaimana? " tanya Berlian lagi pada Akashi
" ini Yang Mulia " ucap Akashi yang sudah membuka membuka kotak
"eehm... kalau yang lainnya lagi? " tanya Berlian lagi setelah melihat
" ini Yang Mulia " ucap Akashi yang sudah mengeluarkan semua barang yang diminta oleh Berlian
William yang melihat semua barang yang dilihat itu hanya diam takjub akan rancangan Berlian dan hasil dari rancangan Berlian
" eehm... bagaimana jika aku menunjukkan cara kerjanya " ajak Berlian pada Akashi
" itu akan jadi kehormatan buat saya " jawab Akashi yang diajak untuk mencoba barang yang mereka buat
William yang mendengar mereka ingin pergi mencoba senjata itu pun membuka suara
" Yang Mulia. Apa saya juga bisa ikut " tanya William ragu
" Ya, Let's go " ucap Berlian semangat yang langsung berlari keluar dari ruangan itu menuju tempat latihan prajurit. Jangan heran kalau dia tau jalan menuju tempat itu karena semua itu akibat ingatan pemilik tubuh.
Sedangkan Akashi dan William menyuruh seorang prajurit membawa semua barang dan mereka langsung menyusul Berlian
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Mereka pun tiba di lapangan panah yang membuat semua orang disana bertanya-tanya tapi langsung memberi hormat begitu pun dengan kedua selir yang ada di sana yaitu Azam dan George.
" Salam, Yang Mulia " ucap mereka yang ada di tempat latihan itu begitu juga dengan Azam dan George
" eehm... Selir Azam.... Selir Geo " Jawab Deheman Berlian yang membalas sapaan prajurit dan langsung memanggil Azam dan George
" Salam, Yang Mulia " ucap George dan Azam serentak sambil memberi hormat ala kerajaan.
" Bangunlah " ucap Berlian yang risih akibat di beri hormat seperti itu
" Ada perlu apa Yang Mulia kemari " ucap Azam yang sudah bangun dari hormat nya sedangkan George dan yang lain hanya diam dan mendengarkan tanpa menyela
" Aku kemari ingin mencoba senjata yang aku buat dengan Akashi " ucap Berlian dengan semangat
" Akas keluarkan semua " ucap Berlian yang menyuruh mengeluarkan barang dan Akashi pun langsung menyuruh prajurit yang membawa untuk meletakkan di depan Berlian
Semua orang yang ada di sana heran dengan benda aneh itu tapi juga takjub
" semuanya perhatikan aku menggunakannya nanti kalian juga akan mempelajari cara menggunakannya " ucap Berlian lantang pada semua orang yang ada di sana
Setelah berkata Berlian langsung mengambil salah satu pistol dan langsung menjelaskan nama benda itu
" ini namanya Pistol fungsinya untuk menembak dari jarak dekat " ucap Berlian jelas dan lantang sehingga dapat di dengar oleh semua orang
" cara menggunakannya kalian perhatikan diriku " ucap Berlian lebih lantang dari sebelumnya
Berlian berdiri didepan papan panah berjarak 200 meter dan bersiap menembak dengan kaki sejajar dan
DOR
DOR
DOR
3 peluru pun lolos di lingkaran merah 3 tempat papan panah itu, sedangkan semua yang melihat pun takjub dan menutup telinga mereka karena suara keras peluru
" Apa sampai disini sudah mengerti? " tanya Berlian pada semua orang yang ada di sana
" Ya, Yang Mulia " jawab mereka lantang
" Baiklah kalian bisa mencoba dan untuk Selir Akas, Selir Azam, Selir Geo, serta Wili kalian akan ikut aku berlatih " ucap Berlian pada para selirnya dan dan Wili sambil menatap mereka satu persatu
" sedangkan orang tidak saya sebut boleh berlatih sendiri menggunakan senjata itu, nanti aku akan melihat sampai mana perkembangan kalian " ucap Berlian lantang
" Baik, Yang Mulia " ucap mereka lantang dan serentak
" Pergilah " ucap Berlian yang sudah tidak lantang
" Ayo, ikut aku " ucap Berlian yang di anggukan kepala oleh mereka
" silahkan lebih dulu Yang Mulia " ucap Azam yang mempersilahkan Berlian untuk berjalan terlebih dahulu
Mereka pun berdiri di depan papan panah yang sudah di gantung di pohon
" kalian harus pertajam penglihatan dan pendengaran kalian dan berkonsentrasi lah karena papan lingkaran itu ada tersembunyi di pohon-pohon itu. Tugas kalian temukan dan tembak dari jarak kalian berdiri saat ini " ucap Berlian tegas
"Akas kau lebih dulu karena kau yang membuat senjata ini " perintah Berlian pada Akashi sedangkan Akashi langsung mendekat setalah Akashi mendekat berlian pun memberikan pistol yang dia pegang ke akashi
" yang lain mundur " perintah Berlian pada orang yang di belakang Akashi dan mereka langsung berjalan mundur begitupun Berlian
" mulai lah Akash. Konsentrasi, temukan dan tembak " perintah Berlian yang melihat Akashi ragu
Akashi yang mendengar pun langsung berubah serius tidak lagi ragu demi sang istri dia akan mencobanya. Akashi pun memejamkan mata dan dan membuang nafas setelah itu dia membuka mata dan berkonsentrasi menemukan semua papan itu, setelah merasa menemukan nya dia mengarahkan pistol dan
**DOR
DOR
DOR
DOR
DOR**
dan untuk hasilnya mereka belum tau sebab belum memeriksa.
" Mari kita lihat. Seberapa bagus tembakan pertama mu Akash " ucap Berlian setelah itu dia berjalan menuju papan yang disembunyikan dan diikuti oleh yang lain
__ADS_1
" Wow... sempurna. Kau sangat hebat Akash " puji Berlian yang membuat sang Sempu senang dan merona
setelah Akash yang lain pun ikut mencoba dan mereka semua tak ada yang salah dan mereka terus latihan hingga sore hari
" Baiklah. sudah cukup kita berlatih bisa di sambut besok " ucap Berlian yang melihat mereka sudah kelelahan langsung menghentikan
"sekarang istirahatlah dan nanti malam kalian datang keruang kerja karena ada yang ingin aku bicarakan dan besok kalian bisa membantu melatih para kesatria kulihat kalian sudah cukup handal " lanjutannya yang langsung pergi meninggalkan keempat laki-laki itu
sedangkan keempat laki-laki tadi langsung kembali ke tempat para ksatria berlatih dan melihat hasil latihan mereka.
.
.
.
.
.
.
Matahari pun berganti bulan. Semua orang yang disuruh oleh Berlian sudah menunggunya di ruang kerja setelah makan malam sedangkan dirinya masih terlelap di bawah selimut dengan nyenyak
TOK
TOK
TOK
"Permisi Yang Mulia, semua orang sudah menunggu Yang Mulia di ruang kerja " ucap Louise. Ya orang yang mengetuk pintu adalah Louise
" Ehmm....... Ya " gumam Berlian yang masih bisa di dengar oleh Louise
" Yang Mulia " panggil Louise yang langsung membuat Berlian bangun karena terlalu berisik
" Baiklah...siapkan air untuk aku mandi, pakaian dan makan malam karena aku akan makan di kamar " perintah Berlian pada Louise
setelah Berlian mandi dan makan malam lalu sekarang dia berjalan menuju ruang kerja bersama dengan Louise
DRAK
" Muka Daksa mirip pantat kuda " ucap William spontan kaget
" Kenapa mukaku yang mirip pantat kuda " ucap Daksa kesal pada William
" Jangan marah padaku. Marah pada orang yang tidak sopan yang menendang pintu " ucap William yang juga kesal karena di marahi
pintu itu di tendang oleh kaisar yang membuat orang yang ada di dalam kaget
" Kenapa Mau marah? " tanya nada lembut Berlian yang di jawab gelengan kepala oleh William
" Ooh Kakak Ku tersayang. Aku tidak mungkin marah pada kakakku, jadi jangan marah ya kak" ucap William sambil tersenyum canggung
"Ehmm..." yang di jawab deheman oleh Berlian
Sedangkan yang lainnya yang melihat William ketakutan dengan Berlian pun menahan tawa
" Bagaimana persiapannya? " tanya Berlian pada semua orang Yang ada di ruangan itu berbeda dengan Louise yang hanya diam dan mendengarkan
" Semua sudah siap, Yang Mulia " ucap Marvin mewakili semua orang
" Bagus. Berarti kita bisa berangkat secepatnya untuk membantu yang ada di sana " ucap Berlian senang
" Oh ya. Yang Mulia tadi kami sudah melihat para prajurit latihan dan mereka sudah lumayan untuk dibawa " ucap William pada Berlian
" Bukankah aku sudah menyuruh kalian untuk istirahat " tanya Berlian bingung mengapa mereka melatih prajurit padahal ada hari esok
" Apa kakak marah karena kami tak mendengar kan mu kak? " tanya William ragu takut sang kakak marah
" Tidak, Itu sih terserah kalian. Ya, sudah jam istirahat hari ini kalian tidak istirahat maka besok kalian harus istirahat dan kita akan berangkat malam agar kita semua bugar " ucap Berlian pada semua orang yang anda di ruangan itu
"Ooh ya berapa lama kita tiba di sana " tanya Berlian pada semua orang yang ada di sana
" kalau menggunakan batu teleportasi kerajaan hanya memakan waktu satu hari dan jika tidak memakan waktu satu minggu, Yang Mulia " jawab George yang mewakili semua orang yang di tanya oleh Berlian
" William kau tidak ikut berperang kali ini... Anggap saja sebagai hukuman dan kau akan menggantikan ku mengerjakan " ucap Berlian santai
" Yang Mulia, tolong maafkanlah aku. aku ingin ikut " mohon William dengan wajah memelas yang membuat Berlian memutar bola matanya karena malas
" Tidak. Daksa saja ikut untuk apa kau ikut? " ucap Berlian Tegas yang dihadiahi wajah cemberut
" Lagi pula jika kau ikut siapa yang akan menjaga istana jika ada pemberontakan atau musuh?" tanya Berlian lagi yang di hanya di jawab muka pasrah oleh William sedangkan yang lain hanya menahan tawa melihat wajah pasrah William.
" Ya sudah, Semuanya boleh istirahat. Saya duluan " pamit Berlian pada semua orang yang ada di ruangan itu
" Hah.... Ada-ada saja " Batin Berlian yang memijat kepalanya pusing sambil berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1