
" Tolong Jaga Yang Mulia dan soal pakaian untukmu ada di lemari sebelah sana karena aku lihat tubuh mu sama dengan sepupunya sama " teriaknya yang masih menarik James
...****************...
Setelah Mereka keluar aku merasa gadis itu mulai bangun dan melihat padaku setelah itu dia kaget dan bertanya
" Apa yang kau lakukan di kamarku? " tanyanya padaku dengan wajah kaget
" Pria berambut cokelat tadi bilang kau akan menjadikanku selir apakah benar? " tanya ku yang mencoba bercanda dengannya dan malah ditanggapi dengan serius oleh gadis itu
" Benar " ucapnya dan langsung mendorong ku dan aku jatuh terlentang di tempat tidur dan dia menindih ku dan langsung menciumku tepat dibibir ku dan ******* dengan sangat lembut dan tangannya terus meraba hingga kebagian bawahku dan aku pun menjadi panas setelah itu dipun berhenti dan duduk diatas perutku
" Apa kau sudah merasa panas, SAYANG " ucapnya dengan menekan kata sayang
" Baiklah kau yang meminta jangan salahkan aku jika kau tak akan bisa tidur kecuali pagi datang " ucapku mengancam
" Kita lihat apa kau sekuat itu untuk memuaskan ku " jawabnya yang membuat diriku menyeringai dan langsung mengembalikan tubuhnya dan menindihnya
Aku pun ******* bibir itu dengan lembut tapi bibir itu tetap tertutup aku pun mengigit kecil dan dia membuka mulutnya tanpa membuang kesempatan aku membelit, ******* habis bibir itu kemudian ciumanku turun ke leher dan tanganku terus meraba dan tanpa terasa seluruh pakaian kami sudah berserakan dan tanpa menghentikan rabaan ku dan setelah puas di leher ciumanku Kembali turun dan sekarang ada di salah satu gurun pasir
__ADS_1
" Aah " ******* manis pun akhirnya keluar setelah tanganku bermain di gurun pasir lainnya
setelah itu tanganku turun ke tempat goa dan bermain dengan hebat dan menciptakan erangan serta ******* lebih banyak
dan setelah itu terjadilah peristiwa yang lebih panas dari gurun tandus.
.
.
.
.
.
" Istriku " gumam ku sambil terus tersenyum dan mengelus rambut gadis, ah tidak sekarang sudah wanita yang ada di sebelahku dan sudah menjadi istriku aku terus menatap nya dan tak lama aku mendengar lenguhan tanda dia akan bangun
" Selamat Pagi istriku " ucapku dengan senyum lebar dan dibalas senyum olehnya
__ADS_1
CUP
aku pun mengecup keningnya dan dia pun melakukan hal yang sama
" Bagaiman jika kita ke aula untuk mempersiapkan data -data agar kau resmi menjadi selir ku " ajaknya padaku sambil menarik tangan ku hingga gurun pasir yang tadinya ditutupi selimut pun terlihat hingga aku pun tersenyum
" Apa kau berniat merayu lagi istriku? " tanya ku padanya yang membuat dirinya bingung
" Memangnya aku ngapain? Kan aku mengajak mu untuk menandatangani berkas bukan untuk merayu " jawabnya polos yang membuat aku pun menatap mata itu dan kemudian menurunkannya dan dia mengikuti arah mataku setelah itu dia pun menutupi gurun yang terasa manis itu dan itu membuat ku gemas ingin memakannya lagi
" Sudahlah berhenti menatap milikku dan ayok kita bersiap aku rasa pakaian Daksa muat untuk kau pakai " ajaknya padaku dan menarik ku hingga aku pun mau tak mau mengikuti langkahnya
setelah kami bersiap kami pun keluar dari kamar yang menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan dan setelah itu kami tiba di aula dan aku pun mengurus berkas -berkas dan setelah itu aku resmi menjadi selir dan kami pun kami melakukan hal panas yang kemaren kami lakukan
Prov Azam Off
...Flashback Off...
Bersambung...
__ADS_1