Titisan Leak Gundul

Titisan Leak Gundul
bab 10. Penyesalan


__ADS_3

Jasad itu sudah tak wajar karena organ tubuh nya sudah tak lengkap, membuat orang yang melihatnya merasa ketakutan para warga bingung siapakah yang melakukan ini, atau kah binatang buas yang melakukan nya.


"Itu Gendis disana" ujar pria itu yang tak bisa menggambarkan bagaimana keadaan gadis yang mengenaskan itu


"Gendis dimana Pak?" ucap Bu RT yang panik ia sekaligus senang putri nya sudah ditemukan


"Di dekat pohon beringin tua itu" ujar nya


mendengar keterangan itu membuat wanita paruh baya itu berlari, ia tak sabar untuk bertemu putri semata wayang nya itu


sesampainya di lokasi yang ditunjukkan, wanita itu melihat banyak sekali warga yang telah berkumpul, namun ekspresi wajah mereka terlihat sedih.


"Gendis dimana Gendis ada apa dengan kalian , dimana Putri saya" tanya wanita itu pada warga, namun mereka hanya menunduk dan menunjukkan bahwa putri nya ada disana.


wanita itu kemudian mulai terlihat risau karena wajah mereka semua terlihat sedih seperti ada yang terjadi.


"Gendis ,,,Gendis ibu datang sayang" teriak nya hendak memeluk anaknya, namun setiba nya wanita itu langsung terdiam senyum nya yang awal nya mulai terlihat, kini memudar kembali setelah melihat putri nya tergeletak berlumuran darah tepat didepannya.


Wanita itu seperti kehilangan semangat dalam hidup nya, kini kedua kaki nya tak bisa lagi menopang tubuh nya, ia terjatuh di tanah tak kuasa melihat sang putri yang sudah tak bernyawa lagi.


"engga engga Gendis kamu hanya sedang bercanda kan dengan Ibu,,, ini ibu sayang bangun " ucap nya mengeluarkan air mata dan menggoyang goyangkan tubuh sang putri


Wanita itu mengelus kening sang putri ia berteriak agar putri nya bangun kembali


"Gendis ini ibu sayang,,,,, jangan tinggalin ibu sayang bangun" disitu tangis nya pecah ketika menyadari bahwa putri nya benar benar sudah tak bernyawa


Seluruh warga, Siluh dan Ke empat sahabat nya ikut bersedih melihat sang ibu yang tak rela jika putri nya meregang nyawa seperti itu, bahkan Sari terus saja memegang erat tangan Siluh karena tak menyangka kematian nya begitu tragis.


Sedangkan sang ayah yang baru saja tiba mendengar suara teriakan sang istri langsung melihat apa yang terjadi.


Ketika ia sampai, Pak RT sudah melihat sang putri kesayangannya sedang berbaring di tanah dan sang ibu sedang berusaha membangunkan nya.


pria itu mendekati putri nya tak kuasa menahan tangis Pak RT akhirnya meneteskan air matanya, perasaan nya sedih , hancur dan kecewa sekaligus merasa bersalah karena tidak bisa menjaga putri nya.


"Gendis putri ayah bangun sayang,,,,, bangunnn" teriak nya lebih keras dari sang istri

__ADS_1


Sementara Siluh yang sedari tadi berdiri melihat jasad gadis itu, ia tak bisa mengatakan apapun dan menjelaskan apapun, hanya rasa penyesalan didalam dirinya mengapa ia tak berhasil menyelamatkan gadis itu.


"Ini kenapa putri saya bisa begini,,, siapa yang melakukannya jawab kalian semua jawab" tanya Pak RT yang sudah mulai marah


"Maaf pak kami tidak tahu,, tiba tiba gendis jatuh dari atas pohon ini, kami semua pun meras kaget" ujar salah satu warga


"Baru kali ini gue liat jasad mengenaskan,,,,,hmmm apaan sih Lo Dit tangan Lo bau Pete" ujar Rian yang kesal karena Radit menutup mulut nya ketika ia sedang berbicara.


"Yah Gendis putri kita pasti masih hidup kan ,ini ibu hanya mimpi kan" ujar nya menepuk nepuk pipi nya berharap ia cepat terbangun dari mimpi nya


"Bu Bu sudah ( mengehentikan sang istri yang terus menepuk nepuk pipi nya dengan keras) kita harus iklas Bu Gendis sudah tidak ada" ujar suami nya


Semakin ia menghadapi kenyataan semakin tak kuasa dirinya melihat sang putri yang sudah tak bernyawa. Setelah itu Pak RT menggendong putri nya untuk dibawa kerumah nya dan segera dimakamkan dengan layak ,, baju nya kini berlumuran darah sang putri.


Warga satu persatu pun ikut mengiringi jenazah hingga kerumah duka, bahkan Sari, Rian, dan Radit ikut mengiringi nya.


Tetapi Siluh malah pergi kedalam rumah nya ketika semua orang pergi ke rumah pak RT.


Made yang melihat Siluh pergi kerumah itu kemudian ikut menyusul nya.


Gadis itu terus saja melangkah tanpa mendengarkan teman lelaki nya yang mencoba menghentikan nya.


"Siluh tunggu" mempercepat langkah nya hingga ia berhasil menghentikan nya dan memegang tangan gadis cantik itu.


"Lo kenapa Luh , kenapa Lo kayak gini" tanya Made yang masih memegang tangan gadis itu


"ini semua salah gue De , seharusnya malam itu gue cegah dia " ujar Siluh dengan nada suara bergetar, pipi nya kini mulai dibanjiri oleh air mata nya.


"Luh liat gue sini " meminta Siluh untuk berbalik dan menatap Made.


gadis itu tertunduk menangis tersedu sedu, ia tak kuasa melihat Bu RT dan Pak RT merasakan duka sedalam itu.


"hey liat gue ( mengangkat dagu Siluh dengan sangat lembut) Lo ga salah, dan ini semua udah takdir"


"engga De malam itu seharusnya gue bisa selametin Gendis" bantah nya keras terus saja menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"maksud Lo malam itu apa? gue ga ngerti?" tanya Made


Semua tak bisa dijelaskan dengan kata kata, ia bingung harus memulai dari mana dan harus menceritakan apa, sedangkan pasti tidak ada yang percaya mengenai cerita nya.


"gue bingung harus cerita dari mana De" ujar nya matanya terlihat sangat sayu


"Siluh, Lo bisa cerita apapun ke gue, gue percaya Lo sepenuhnya" Made mengusap air mata yang membanjiri pipi gadis yang berada dihadapannya itu.


Akhirnya dengan segala pertimbangan ia mulai menceritakan segalanya, dari awal ia terbangun malam itu dan yang terjadi pada dirinya, serta yang dilihatnya malam itu.


"Gua juga gtw apa yang terjadi dalam diri gue, sejak kita dateng ke desa ini" ujar Siluh bingung dengan semua yang terjadi, rasanya kepalanya ingin meledak.


Bahkan Made yang mendengarnya pun awal nya tak percaya, tapi tak mungkin Siluh berbohong atau mengada Ngada cerita ini, tetapi jika ini hanya kebetulan apakah ada kebetulan bisa melihat kejadian se seram itu.


"Jika memang benar seperti itu, Leak itu akan terus memakan korban, gue pernah denger dan sekarang nyata benar benar terjadi" pekik nya


"Lo tenang Luh, ada gue disini gue juga bingung soal yang Lo alami, tapi semua ini pasti ada sebabnya" ucap Made yang menenangkan Siluh


Gadis itu malah semakin merasa bahwa semua kejadian ini adalah karena dirinya, sebelum kedatangan nya ke desa ini tak pernah terjadi hal seperti ini.


"ini salah gue De, seharusnya Gendis masih hidup" ujar nya kembali meneteskan air mata nya


"Luh ini bukan salah Lo, ( peluk Made yang tak kuasa melihat Siluh bersedih seperti ini apalagi sampai menyalahkan dirinya sendiri)


Made memeluk Siluh dengan menenangkan nya , ia mengelus rambut Siluh dan terus mengatakan, bahwa semua yang terjadi bukan lah salahnya melainkan takdir yang sudah diatur Sang Maha Kuasa.


Bersambung


.


.


.


Yang nulis jadi ikut baper liat Siluh dan Made, sekaligus kasian anak seumur Gendis harus menjadi korban.

__ADS_1


__ADS_2