
Pagi hari nya gadis itu membuka kedua mata nya , ia melihat langit langit dengan tatapan ketakutan. malam itu terasa begitu nyata sulit sekali membedakan nya
"Sari " ucap nya mengingat kejadian tadi malam, namun saat ia melihat disampingnya teman sebaya nya itu sudah tidak ada, ia mulai panik dan terbangun.
"dimana Sari" ujar nya kebingungan
Gadis itu langsung keluar kamar dan mencari teman gadis nya ia terlihat terburu buru
"Sar Sari..." panggil nya melihat ke seluruh sudut ruangan
Dan ternyata Sari berada di lantai bawah bersama ketiga teman Lelaki nya.
"Eh Luh kenapa gue disini" sahut nya menengok ke arah anak tangga.
Wajah Siluh terlihat cemas bercampur dengan panik
"Lo ga papa kan Sar" ucap Siluh yang membuat ke empat sahabat nya merasa heran sebenernya apa yang dikatakannya.
"Gue GPP Luh, Lo kenapa keliatan cemas gitu" ujar Sari menghampiri Siluh yang berada tepat dibelakang nya itu.
"Apa itu hanya mimpi gue aja, atau benar benar terjadi" ujar hati nya ia terkejut melihat Sari tak ingat apapun dan kondisinya bahkan sehat tak nampak ketakutan di wajah nya.
Made yang melihat Siluh seperti itu langsung mendekati nya.
"Lo kenapa Luh" ujar nya memegang pundak Siluh gadis itu terlihat ketakutan
"Hmm mungkin gue cuma mimpi, yaudah gue mandi dulu kalian lanjut aja" ujar nya kembali menaiki anak tangga dan menuju ke kamar nya.
"itu Siluh aneh banget pagi pagi " ucap Rian penasaran pagi pagi sudah berteriak memanggil Sari, sedangkan Sari dalam kondisi baik baik saja
******
Siang itu Siluh dan kawan kawannya memutuskan untuk pergi keluar melihat suasana di sekitar rumah mendiang neneknya.
"gue ga nyangka sih siang bolong gini udara sejuk banget" ujar Rian menghirup udara segar memejamkan kedua matanya dan berelaksasi sejenak.
"iya Luh kenapa Lo mesti pindah?" tanya Sari
"Ya karena waktu itu bokap gue meninggal jadi gue dan nyokap pindah ke kota" jelas Siluh
Disaat suasana yang begitu terasa amat nyaman dan tenang tiba tiba banyak sekali burung gagak yang hinggap tepat di pohon beringin depan rumah Siluh.
Sari yang tak sengaja melihatnya langsung memperhatikan nya dengan jelas.
"Luh itu kenapa burung gagak banyak sekali berterbangan" ujar nya melihat ke arah pohon itu
mendengar ucapan itu Ke empat sahabat nya pun langsung mengarah ke pohon beringin tua itu.
"Halah itu mungkin mereka cuma lewat aja" ujar Rian sembarangan
"udah deh Yan Lo diem aja, tutup mulut Lo " sahut Radit yang selalu memperingatkan sahabat nya itu untuk menjaga tutur bahasa nya
Siluh yang melihat gagak itu berterbangan mengitari atas pohon beringin itu langsung berpikir apakah ada sesuatu lagi yang terjadi.
__ADS_1
"tapi kenapa banyak asap hitam muncul dari pohon itu" ujar Siluh
"Asap apa maksud Lo Luh , kita ga ada liat asap apapun ya kan guys" ujar Radit
"Iya Luh " sahut Sari kebingungan mendengar ucapan Siluh yang tiba tiba mengatakan bahwa ada asap hitam yang muncul dari atas pohon itu.
****
Malam hari pukul 20:00
Dimalam hari desa itu begitu menyeramkan begitu sunyi penerangan hanya berupa lampu itu pun tak seluruh rumah memiliki nya.
Hanya terdengar jelas suara burung hantu dan hewan nokturnal lainnya.
Sedangkan Siluh dan kawan kawan nya sedang berkumpul di ruang keluarga mereka, bernyanyi dan menonton TV.
"Luh besok gue mau keliling desa lah bosen gue" ujar Rian yang sedang memakan cemilan hanya dia sedari tadi yang tak bisa berhenti makan.
"iya serah lu aja, tapi Lo ingat jaga perilaku dan omongan Lo" sahut Siluh ia tahu bahwa satu teman nya ini paling tak bisa untuk menjaga perilaku dan tutur kata.
"iya siap " sahut nya
Setelah perbincangan itu mereka kembali ke kamar nya masing masing, karena hari sudah semakin malam dan tak ada yang dapat mereka lakukan.
pukul 11:30
Seluruh penghuni rumah, bahkan penduduk disekitar Desa telah tidur.
ketika semua terasa sunyi tiba tiba terdengar suara yang mengerikan.
Siluh yang mendengar nya kemudian terbangun membuka kedua matanya dan mendengar suara aneh persis seperti didalam mimpi nya.
Gadis itu membuka selimutnya, berdiri dan mencari darimana sumber suara itu terdengar.
sebelum ia keluar ia melihat dari jendela apakah ada seseorang yang berada diluar rumah nya itu.
"Krekk,,," suara jendela yang lama sudah tak pernah dibuka suaranya seperti kayu yang sudah sekat.
ia melihat ke bawah disekitar rumah nya, tetapi tiba tiba ada sosok gadis kecil berbaju putih dan membawa boneka melintas disekitar rumah nya.
"siapa diluar " ucap Siluh penasaran sebenarnya siapa anak itu
setelah melihat anak gadis itu berjalan ke arah pohon beringin yang besar itu, Siluh dengan cepat pergi keluar kamar nya.Ia menuruni anak tangga dengan terburu buru
Bahkan ia memutuskan untuk pergi sendiri tanpa memberitahu ke empat sahabat nya itu.
ditambah cuaca diluar sedang tidak bagus angin yang begitu luar biasa berhembus terus menerus.
Siluh berlari membuka pintu itu, namun saat ia melintas di antara ruang Keluarga ia tak melihat lukisan besar yang biasa terpajang disana, tetapi ia mengabaikan nya ia tetap berlari.
gadis itu membuka pintu rumah nya dan terlihat gadis itu masih berjalan menuju pohon besar tua itu.
"Dek ngapain kamu disana ini sudah malam" teriak Siluh
__ADS_1
Gadis itu berhenti sejenak menengok ke arah Siluh,
"itukan anak Bu RT yang waktu itu, ngapain dia malam malam" ucap Siluh mengenali sosok gadis kecil itu.
"Dek sini ngapain disana" panggil nya melambaikan tangannya
namun tiba tiba ia berubah haluan gadis kecil itu kembali menuju ke pohon besar itu, dan tiba tiba ada asap hitam tebal yang keluar dari batang pohon tua itu.
Siluh yang melihatnya pun syok bagaimana bisa asap hitam itu persis sekali dengan yang ada didalam mimpinya.
"Asap itu" ujar Siluh panik , sepertinya asap itu akan menelan gadis itu
Siluh akhirnya memutuskan untuk berlari ke arah nya namun ditengah perjalanan, asap itu berubah menjadi raksasa bertubuh menyeramkan.
Rambut yang menjuntai panjang, kuku panjang dan runcing leher nya dikalungi usus manusia tampak belakang.
Siluh kemudian langsung memberhentikan langkah nya , keringat dingin nya serta mimpi nya waktu itu mulai benar benar terjadi.
nafas nya mulai tak beraturan
"Siapa kamu, mau kau apakan anak itu lepaskan dia" ujar Siluh berteriak ketakutan
Raksasa itu kemudian membalikan badannya, membuat gadis itu terjatuh karena ketakutan
"Ka,,,,,,mu.. yang...di...lu...kisan itu,, bagaimana bisa terjadi" ucap gadis itu yang sudah terjatuh dibawah karena ketakutan
"arghhhh Arghhhhhh,,,, seharusnya kau mendukung ku,,, ini adalah santapan ku" ujar nya meleok leokan tangan dengan kuku panjang nya itu
ia terlihat sudah sangat kelaparan gigi dan taring nya yang menonjol sudah terlihat sangat kelaparan.
"Aku ...mendukung..mu tidak lepaskan gadis itu" ujar Siluh berteriak
"Tolong,,,,,tolong,,,,,," teriak nya meminta pertolongan,namun naas tak ada satu pun yang mendengar nya.
"Ha....ha...haa...berteriak lah,,, setelah ini kau juga akan sama seperti ku " ujar mahkluk menyeramkan itu
"Tidak,,,,aku tidak akan seperti mu" ujar nya
"Kau,,,,tidak bisa menolak nya ini sudah menjadi ketentuan" ujar mahkluk itu kemudian tiba tiba tangan dan kaki Siluh mulai merasakan sakit yang hebat.
seperti sesuatu akan muncul pada dirinya.
"kenapa dengan tubuhku" ujar nya merintih kesakitan
kuku tangan dan kaki Siluh tiba tiba mulai memanjang seperti makhluk itu , rambutnya mulai memanjang, Perubahan yang aneh itu membuat Siluh bingung
"Tidak,,, bagaimana ini bisa terjadi,,,,kuku ku rambut ku tidak....." teriak Siluh kencang
Bersambung
.
.
__ADS_1
.