Titisan Leak Gundul

Titisan Leak Gundul
Bab 17. Masuk ke alam lain


__ADS_3

Siluh dan yang lainnya membawa Sari ke kamar nya , gadis itu terlihat memucat, tangan nya semakin dingin dan detak jantung nya begitu lemah mereka semua bingung melihat keadaan temannya yang terbaring tak sadarkan diri.


"Gue tanya sama kalian kenapa ini bisa terjadi?" tanya Siluh tegas ia tak bisa berpikir dengan jernih bahkan tak bisa mengendalikan emosinya.


Radit dan Rian hanya menunduk mereka berdua tak berani berbicara, hanya perasaan bersalah yang ada dibenak nya dan seharusnya ini tak terjadi.


"Kenapa kalian diam kenapa jawab" tegas nya


"Luh sabar semua bisa dibicarakan baik baik" ujar Made menenangkan Siluh yang terbakar oleh emosi


"Gimana gue bisa sabar berulang kali gue bilang desa ini engga aman tapi apa liat kan liat sekarang" kemarahan nya tak bisa lagi dikendalikan jika sudah terjadi bagaimana caranya untuk di cegah kembali.


Sudah dua orang yang meninggal mengenaskan dan sekarang Sari yang entah tak tahu mengapa tiba tiba tubuh nya seperti orang yang sudah meninggal, sejak kejadian malam itu.


"Ri sebenernya malam itu kami ditarik oleh sosok misterius dan Sari yang menjadi sasaran utama nya , kami terus menahan Sari agak tidak terbawa dan akhirnya berhasil" jelas Radit dengan wajah bersalah.


"Gue yakin itu pasti Makhluk yang sama yang telah merenggut nyawa kedua gadis itu"


"Luh sebaiknya kita memanggil bidan terdekat, untuk memeriksa keadaan nya sebelum menyimpulkan sesuatu" ujar Made


Akhirnya mereka memutuskan untuk memanggil bidan desa, dan memeriksa keadaan Sari sedangkan setelah kepulangan teman temannya dan melihat keadaan Sari seperti itu mereka langsung pulang dan hendak mengumpulkan warga untuk memberikan sesajen di pohon besar itu.


walaupun sebenarnya itu adalah hal yang tidak benar tetapi itu adalah tradisi mereka, hanya saja bertahun tahun lalu mereka tak lagi menerapkan nya karena menyimpang dari agama.


"bagaimana bu kondisi teman saya apakah dia bisa sembuh dan tersadar" tanya Siluh cemas


Wajah bidan itu terlihat setelah memeriksa keadaan Sari, ditambah luka cakar yang dialaminya bukan lah cakaran hewan buas.


"Maaf sebelumnya tapi baru kali ini saya menemukan penyakit aneh, tubuhnya seperti tak hidup lagi tetapi masih ada jantung yang berdetak" jelas bidan itu


Setelah penjelasan dari Bu bidan Siluh semakin yakin jika ada sesuatu yang ganjil yang telah dialami Sari.


"Jadi apa teman saya tak bisa pulih kembali "


"Sekarang kalian hanya bisa berdoa, dan bekas cakaran di tangannya saat aneh itu bukan lah cakaran hewan"


"Cakaran?" tegas Siluh bingung apa yang dimaksud oleh bidan itu


"Baik kalo begitu saya pamit dan ini ada obat untuk luka nya"


Made mengantar bidan itu untuk keluar dari kamar Siluh , sementara Siluh mendekati Sari ia penasaran dengan yang dikatakan bidan itu.

__ADS_1


Gadis itu mengecek tangan temannya dan memang benar ada bekas cakaran kuku yang sangat tajam membekas di tangan Sari.


Siluh menyentuh luka itu dan tiba tiba ia kedua matanya terpejam dan ia memasuki alam lain. Disana ia mendengar teriakan Sari yang meminta tolong.


"Tolong,,,,,tolong gue temen temen" teriak nya seperti orang kesakitan


"Sari itu suara Sari" ujar Siluh ia membuka kedua matanya dan melihat disekitarnya, semua terlihat gelap bahkan ia tak bisa melihat apapun, hanya suara Sari yang dapat ia dengar


"Sari ini gue Siluh" teriak nya


Saat Siluh berteriak ada suara lain yang ia dengar seperti suara Auman harimau namun suaranya begitu keras dan menyeramkan, hingga ia mengingat sesuatu mengenai suara itu.


"Suara itu? sama persis seperti" belum selesai gadis itu berbicara ada energi lain yang menarik nya keluar dari tempat itu.


ia terkejut tiba tiba dirinya sudah keluar dari alam itu padahal belum sempat menyelamatkan Sari , roh nya ditawan oleh makhluk yang membunuh kedua gadis desa itu.


"Made, Rian Radit" teriak nya dari kamar


Namun sepertinya mereka tak ada dirumah, tak satu pun dari mereka yang datang ke kamar Siluh, terpaksa gadis itu harus mencari mereka keluar.


"Dimana mereka" ujar Siluh mencari nya ke kamar dan seluruh ruangan.


Hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar rumah ada sesuatu yang penting yang ingin dia katakan, saat gadis itu keluar rumah banyak sekali warga yang sedang sibuk mempersiapkan sesajen untuk malam ini.


"Ini nak Siluh kami akan memberikan sesajen seperti dahulu agar roh jahat tidak memakan korban jiwa lagi" jelas mereka


"Tapi pak,,,,,"


"Luh" panggil Made yang datang bersama kedua temannya


"kalian dari mana sih gue cariin" ujar nya


"Kita dari rumah Pak RT, ada apa Luh?" tanya Made


Siluh kemudian langsung menarik tangan Made dan membawa nya untuk pulang kerumah, karena ada sesuatu yang penting yang harus mereka tahu.


Sesampainya mereka dirumah Siluh langsung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Sari


"Kalian dengar bahwa roh Siluh telah dibawa oleh roh jahat yang membunuh dua gadis itu " ujar Siluh


"Lo serius? tapi Lo tau dari mana?" tanya Radit

__ADS_1


"Gue serius, kita harus cari cara supaya Sari bisa keluar dari alam itu"


"Tapi gimana caranya kita semua gtw mengenai hal hal seperti itu"


Mereka semua kebingungan bagaimana caranya agar Sari bisa cepat keluar dari alam itu agar mereka bisa cepat kembali ke kota.


Gadis malang itu saat ini terikat oleh alam itu, tempat itu sangat mengerikan banyak sekali Leak gundul yang persis seperti di lukisan rumah Siluh.


"Tolong,,, Siluh, Made" jeritan Sari yang terdengar lemah tak berdaya


"Lepaskan aku,,, tolong" Sari merasa sudah tak bisa berbuat apa apa, bahkan ia diikat dengan keras sehingga membuat nya merasa kesakitan perlahan lahan.


****


Malam itu Siluh menemani Sari yang masih terbaring lemah, ia tak bisa berbuat apapun kesedihan nya mulai ia alami karena tak bisa mencegah mereka pergi waktu itu.


Gadis itu terlihat mulai mengantuk, ia mulai memejamkan kedua matanya sebelum ia mendengar suara tertawa anak kecil.


"Hahahaha,,,hahaha"


Siluh mendengar nya dan langsung melihat di sekitar kamar nya dari mana suara itu berasal hingga, tiba tiba sosok anak kecil berbaju putih dan membawa boneka itu membuka pintu kamar nya dan berlari ke arah anak tangga.


"Siapa itu" ucap Siluh mengikuti nya dari belakang


Anak kecil itu terus saja berlari dan Siluh pun mengejar nya karena rasa penasaran.


"Hahahaha,,,,mari sini tangkap aku" ujar sosok itu wajah nya tak terlihat hanya terlihat tampak belakang.


"Tunggu kamu siapa?" tanya Siluh terus mengejar nya hingga tak sadar dirinya sudah berada diluar rumah nya.


tiba tiba gadis itu menghilang ketika ia keluar dari rumah nya. Siluh bingung mencarinya kemana kah gadis itu berlari.


"Heyy siapa itu" ucap nya melihat ke segala arah , suasana nya sangat sunyi dan begitu gelap hanya penerangan bulan seadanya saja.


Siluh terus berjalan ke depan mencari nya di balik pepohonan sekitar rumah nya, namun ia tak ditemukan juga.


Bersambung


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2