
Gadis itu berteriak keras ketika berusaha melepaskan dirinya dari tali yang menjerat nya dengan sangat erat.
"Aaaaaaaa" teriak nya keras , tak ada yang mendengar nya karena semua orang berada di ritual itu kecuali Radit dan Sari yang masih terbaring lemah.
Ketika bulan tersebut berganti baru Siluh merasakan tenggorokan nya ingin meminum darah manusia, bahkan kedua tangannya terdapat lebam karena ingin melepaskan dirinya.
Bunyi gamelan itu terus terdengar , suara mantra mantra yang dilantunkan membuat jiwa nya resah dan gelisah, ia ingin sekali memangsa manusia dan meminum darah nya.
Hingga bulan baru sudah muncul dengan penuh Siluh tak lagi berteriak nafas nya tersengal sengal sepertinya mahkluk itu gagal menguasai tubuh gadis itu.
Karena bulan baru telah terbit pertanda jika semua hal yang berbau negatif akan hilang dan kembali ke tempatnya.
Ritual itu telah selesai tepat pukul 01:30 seluruh warga telah diperbolehkan untuk membuka matanya, bangkai ayam yang telah dipersembahkan akan digantung di pohon beringin tua itu.
Keesokan hari nya bangkai itu pasti sudah tidak ada karena sosok jahat akan membawa nya ke alam nya sebagai tumbal pengganti manusia.
Ketegangan telah usai kini Siluh sudah berubah wujud menjadi manusia normal, ia merasa tubuhnya sangat lemas, bahkan gadis itu menangis dan bersedih mengapa dirinya bisa menjadi sosok seperti itu.
para warga lainnya telah meninggalkan tempat itu satu persatu, semua persembahan dan sesajen dibiarkan begitu saja hingga waktu 3 hari.
Made dan Rian hendak pergi untuk pulang, tetapi disini Made mencari Siluh namun ia tak menemukan nya.
"Lo nyari siapa sih De?" tanya Rian ikut melihat kesana kemari.
"Siluh,,,, kok gue dari tadi engga liat dia ya,, apa dia tidak datang" ujar nya mencari gadis itu di kerumunan warga
"walau gue masih kesel sama Siluh, tapi mungkin aja dia jagain Sari dan Radit dirumah" ucap nya
"Tapi mitos mereka yang tidak datang.."
"Halah itu kan akal akalan warga desa saja" ujar Rian dengan wajah meremehkan
"Jaga deh mulut Lo , sebelum semuanya terlambat " sahut Made, ia tidak senang jika temannya sendiri tak bisa menjaga tutur kata nya apalagi mereka sedang di desa orang.
"Terlambat apa?, terus entar dia nyari gue hantui gue? sambil bilang Rian ajal Lo udah deket hahahah" ujar nya meledek dan tertawa
Made meninggalkan temannya yang selalu tak bisa menjaga tutur bahasa, ditambah lagi ia selalu bertindak ceroboh.
"Eh Made tunggu gue" ujar nya melihat orang disekitar sudah tidak ada yang sudah kembali kerumahnya masing masing.
Sebelum pergi Rian tak sengaja melihat sebuah benda di tempat sesajen yang membuat dirinya ingin memilikinya, walaupun sesungguhnya tak ada yang boleh menyentuh apapun yang berkaitan dengan ritual dan sesajen.
__ADS_1
"Gue baru lihat nih,, apa salahnya gue ambil lagian juga ga ada orang kan" ujar Rian mengambil benda itu dan membawanya pulang bersama nya.
****
Sedangkan Siluh masih tak menyangka dengan apa yang terjadi dalam dirinya, ia merasa ini akan membahayakan teman, keluarga dan orang desa jika ia benar benar sepenuhnya menjadi Leak roh jahat yang meresahkan warga selama ini.
"Kenapa ini harus terjadi sama gue" ujar nya dengan wajah bingung.
Sesekali ia melihat ke arah Sari sahabat nya sejak ia duduk di bangku SMP, gadis itu belum sadarkan diri bahwa jiwa nya masih di alam ghaib.
"Maafin gue Ri, kalo dari awal gue ga ngajak kalian kesini ini semua ga bakal terjadi" ujar nya menatap Sari dari kursi didepan cermin.
"gue harus bawa kalian semua kembali ke kota " ujar nya langsung berdiri dan keluar Siluh mencari Made dan Rian agar esok ia bisa segera kembali ke kota.
Gadis itu membuka pintu kamar nya kedua tangannya masih terlihat memar, ia mencari ke kamar Radit namun mereka berdua masih belum ditemukan.
"De,,, Rian,,," panggil nya namun tak ada sahutan dari mereka.
"pada kemana mereka,,,, bi....bibi.. Pak Parjo" panggil nya namun lagi lagi rumah itu terlihat sepi dan sunyi.
Siluh lantas membalikkan langkah nya, ia hendak kembali ke kamar nya untuk mengambil ponsel nya, tetapi tiba tiba Made dan Rian sayang dari luar.
"Siluh..." panggil Made sepertinya ia sangat mencemaskan gadis cantik itu , karena sedari tadi ia tak melihatnya dalam ritual tersebut.
Siluh membalikkan badannya. Made menyusulnya ke lantai atas menaiki anak tangga dengan terburu buru. sampai lah dimana Made tepat berada di depan gadis itu.
"Luh Lo dari mana gue cariin, gue khawatir sama lo" ujar nya cemas
Gadis itu menunduk , menyembunyikan wajahnya ia bingung harus menjawab apa dan berbicara apa.
Made memegang kedua tangan gadis itu , ia melihat lebam yang cukup parah di bagian pergelangan tangan nya.
"Luh kenapa tangan Lo lebam gini" ujar nya mengusap nya perlahan
Siluh langsung melepaskan tangannya dari Made, ia tak ingin semua sahabat nya mendekati nya karena dirinya takut jika ia akan melukai mereka.
"Gue GPP ,,, tadi cuma kebentur jadi lebam,,,kalian berdua dari mana?" tanya nya
"Kita..."
"Kita dari luar ikut ritual desa,,, Lo tau ga Made tuh nyariin Lo dari tadi" ujar Rian memotong perkataan Made,,ia sembari menghampiri mereka .
__ADS_1
"hmm besok pagi gue minta kalian kumpul di meja makan ya ada hal yang mau gue omongin" ucap nya
"Hal apa?" tanya Rian ia tak sengaja menjatuhkan benda yang ia ambil dari sesajen tadi, sehingga mereka berdua bertanya tanya.
Benda itu terjatuh tepat di depan Siluh.
"Haduh mati gue sekarang" ujar Rian menunduk memalingkan wajahnya.
Siluh yang melihat benda itu langsung mengambilnya, awal nya ia tak merasa ada yang aneh tetapi setelah diliat dengan detail ia merasakan sesuatu yang tidak beres.
"Lo dapet dari mana ini Rian?" tanya Siluh menunjukkan benda tersebut di wajah Rian
"Itu gue nemu di hutan kemarin" ujar nya gugup
"Sebentar,,, perasaan gue pernah liat itu tapi dimana ya" sahut Made mendadak.
Rian hanya bisa pasrah semoga Made tak mengenali benda yang telah diambil nya pada ritual sesajen tadi.
"Itu kan taring keramat yang sengaja dipersembahkan kepada Leak dan roh jahat lainnya " ujar Made mengingatkan
"Mending Lo ngaku deh " desak Siluh
"Iya iya gue ngaku tapi emang apa salahnya, lagian paling itu hanya sarana" ujar Rian
"Lo tau ga ritual itu untuk roh jahat dan Leak,,, dan ini adalah taring keramat yang sudah ada bertahun tahun,,, Lo mikir ga sih Rian bahaya apa yang bakal Lo lewati" jelas Siluh yang tahu mengenai hal ini karena mendengar dari warga sekitar.
"Sekarang juga Lo balikin ini" suruh nya
"Gue ngantuk besok pagi aja deh" sahut nya Made yang melihat perilaku buruk Rian sudah tak bisa berbicara apapun berkali kali ia memperingatkan
"Lo bisa nepatin omongan Lo?" tegas Siluh
"Iya iya yaudah sini" ambil nya dari tangan Siluh.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1