
Hari sudah semakin gelap kini Siluh yang berada dikamar nya tak bisa bertenang diri, karena ketiga sahabatnya yang belum juga sampai dirumah.
Sedangkan Siluh sudah berusaha menelpon mereka tetapi ponsel mereka bertiga tak ada yang tersambung.
"sudah hampir gelap ,, kenapa mereka belum kembali" sembari melihat dari balik jendela apakah mereka sudah sampai atau belum.
Ia duduk di depan cermin tua itu dengan pikiran yang kacau dan cemas, takut terjadi sesuatu yang tidak tidak dengan mereka.
Ditambah cuaca malam itu yang sangat aneh, bahkan tak ada angin yang berhembus rasanya, bahkan bintang dan bulan pun tak terlihat.
Siluh kemudian ingat dengan buku tua yang belum usai dia baca kemarin, ia kemudian mengambil buku itu kembali, dan mulai membaca nya di depan cermin tua itu.
Halaman Ke-2
"Gadis yang memiliki darah Titisan dari Leak Gundul akan mulai merasakan perubahan dalam tubuhnya, mulai dari keinginan memakan organ tubuh manusia, meminum darah bahkan memakan kembang 7 rupa" baca nya
Setelah membaca halaman selanjutnya Siluh mulai merasa bahwa gejala itu semua terjadi pada dirinya ketika ia melihat mayat gadis kecil itu tadi.
"Engga engga, engga mungkin pasti itu cuma kebetulan " ujar nya yang kemudian menutup buku itu dan meletakkan nya kembali di lemari.
Ia tak ingin jika dirinya terus membaca buku itu pikiran nya akan menjadi kacau, karena semua yang ia alami mirip sekali dengan yang tertulis dari buku tua itu.
***
Sementara Radit, Rian dan Sari yang awal nya ingin melihat sunset tetapi itu semua gagal, karena perjalanan yang cukup jauh membuat mereka terlambat dan matahari sudah tenggelam.
"Huh,,,percuma kita kesini tapi hasil nya zonk" ucap Sari yang sudah lelah
"Padahal gua kira ini ga bakal jauh, tapi kita malah ga sampe sampe mana udah malem lagi" sahut Rian
Mereka terus saja berjalan , pohon yang tinggi dan semak belukar yang begitu banyak membuatnya agak kesulitan dalam berjalan.
Tiba tiba ketika mereka sedang melanjutkan perjalanan
"Guys guys bentar deh, " ujar Radit menghentikan mereka.
"kenapa?" tanya Rian
"Kalian ngerasa ga sih kalo kita udah lewati jalan ini sebelumnya, liat nih pohon ini udah gue liat ketiga kalinya" ujar Radit menunjuk ke pohon yang batangnya sudah terlihat rapuh.
"Iya Sih gue juga lihat" ucap Sari
"Alah mungkin kebetulan sama aja, udah lah yuk" ajak Rian
__ADS_1
"Eh tunggu, lebih baik kita pulang sekarang ini udah malam dan perasaan gue ga enak nih" ucap Radit yang mulai merasa ada yang aneh dengan tempat ini.
"Gue juga agak merinding, mana gelap pohon tinggi banyak semak juga, udahlah Yan kita lanjut besok" ujar Sari suasana hutan malam itu memang sangat menyeramkan, hanya terdengar suara burung malam dan desisan yang begitu aneh.
"Yaelah yaudah deh , ayok balik arah" ucap Rian sebenarnya ia ingin melanjutkan perjalanan supaya esok pagi mereka sudah bisa melihat matahari terbit.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kerumah Siluh ,namun perjalanan pulang mereka tidak berjalan mulus.
Radit memimpin perjalanan mereka sedangkan Sari berada di paling belakang.
Suara Suara aneh mulai terdengar membuat Sari ketakutan.
"Dit , Rian gue takut nih serem banget nih hutan" ujar Sari
"Yaelah nama nya juga hutan ya kalik lucu " sahut Rian sewot
Saat mereka mulai merasakan ada hal yang aneh tiba tiba dari belakang Sari ada sosok hitam yang melintas, itu membuat gadis itu merasa tidak nyaman. Ia mengusap leher nya dan melihat disekitar hutan yang gelap itu.
"Arghhhhh,,,,,Arghhhhh" suara aneh itu terdengar ditelinga Sari
"Guys guys kalian denger ga suara itu ,,,ihh gue pengen cepet sampe dirumah" ucap Sari gugup
"Suara apa sih , gue ga denger mungkin cuma binatang malam" sahut Rian
"Plekk" lampu senter Radit tiba tiba mati hanya itu penerangan mereka menuju rumah Siluh
"Aaaaaa,,,," teriak Sari yang kaget, pandangan mata nya tak bisa melihat apapun, hanya kegelapan saja yang ia rasakan.
"Ihhhh Lo bisa diem ga, ini cuma lampu yang mati" ujar Rian
"Padahal gue baru aja ganti baterai nya kenapa tiba tiba mati ya" ucap Radit kebingungan mana suasana semakin malam dan semakin mencekam.
Sari yang terus saja ketakutan, mulai merasakan ada sesuatu yang mendekati nya dari belakang. pandangan mata nya sudah mulai panik , keringat dingin nya mulai mengucur di sekujur kening nya.
Sementara Radit dan Rian sibuk membenarkan senter lampu, mereka hanya membawa satu penerangan karena perkiraan sebelumnya saat ini seharusnya mereka sudah sampai dirumah.
"Dit gimana ,,, gue takut nih gelap banget" ujar Sari yang terus memegang tas Rian
****
Pukul 19:20
Siluh yang masih saja menunggu kepulangan mereka mulai cemas dan tak bisa berpikir lagi, berkali kali ia menelpon namun tak satu pun dari mereka yang tersambung.
__ADS_1
" Lo jangan khawatir Luh, mungkin mereka sedang di perjalanan" ujar Made mencoba menenangkan gadis itu yang sedari tadi hanya mondar mandir memikirkan ketiga temannya.
"gimana gue ga khawatir De, udah dua orang tewas mengenaskan dan penyebab nya juga belum ditemukan" ujar Siluh mengigit kuku nya
"Gue buatin Lo teh sambil nunggu mereka" ujar Made yang kemudian pergi
Siluh tak bisa berbuat apapun, ia hanya bisa berdoa agar mereka pulang dengan selamat.
di saat ia sedang cemas memikirkan mereka tak sengaja ia melihat lukisan besar itu.
Dan entah apa yang dipikirkan oleh Siluh sehingga ia mendekati lukisan itu bahkan ia berbicara dengannya
"Saya mohon jangan ganggu teman saya, biarkan mereka pulang dengan selamat" gadis itu berbicara sambil menyatukan kedua tangannya dan memejamkan matanya.
Saat ia membuka kedua matanya betapa kagetnya, didepan lukisan itu sudah terdapat satu wadah sesajen yang lengkap berupa, bunga 7 rupa, wewangian beserta dupa entah dari mana asalnya.
"Siapa yang meletakkan sesajen ini, bagaimana bisa ada disini" ujar Siluh kebingungan
Ia menatap mata lukisan itu dengan tajam, ia yakin bahwa itu bukan lah lukisan biasa.
Saat gadis itu hendak pergi tiba tiba keinginan aneh mulai muncul dari benak nya
"Kenapa gue pengen makan kembang itu" menatap bunga yang ada didepannya dengan penuh nafsu
"Sadar Luh sadar, ini pasti pengaruh dari lukisan ini" ucap hati nya
Sayang nya hal itu tak bisa ia kontrol semakin ia berusaha menahan nya semakin rasa itu mulai muncul dan membrontak.
Tanpa sadar gadis itu mulai mengambil bunga itu , ia menatap nya sejenak seperti ada roh yang mengendalikan dirinya.
Ia tersenyum melihat tangannya memegang bunga itu, lantas Gadis itu mulai memakannya , mengunyah nya bahkan ia mulai ketagihan.
Tatapannya kosong, tiba tiba setelah memakan bunga itu matanya menjadi berubah menghitam dan tingkah laku nya sangat aneh.
"Ini Luh teh nya" ucap Made yang membawa secangkir teh ditangan nya
Namun apa yang dia lihat gadis itu sudah tidak ada ditempat nya.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.