
"Siapa itu" panggil Siluh ia tak bisa melihat siapa yang dari tadi tertawa dan seperti mengajak nya bermain.
"ayo sini kak,,,,tangkap aku" ujar arwah anak kecil itu
Suaranya terdengar dimana mana membuat Siluh kebingungan dan gendang telinga nya dipenuhi oleh suara anak kecil itu.
"Siapa itu keluarlah ,,, berhenti tertawa auuu" memegang telinga nya yang mulai merasakan sakit.
Setelah ucapan itu gadis itu memunculkan dirinya tepat dihadapan Siluh,,, ia sangat terkejut melihat sosok itu.
"Gendis?" ucap nya dengan wajah syok bagaimana ia bisa ada disini.
"Hihihi, iya aku gendis anak yang direnggut nyawanya oleh mahkluk jahat itu" ucap nya terisak meneteskan air matanya mengingat kejadian sebelum dirinya meninggal.
"Maksudnya" tanya Siluh
"Dia roh jahat itu, dan kau akan menjadi seperti dia" ucap nya menunjuk kepada gadis itu dengan tatapan tajam.
"Apa maksudmu gendis ,saya sama seperti dia?"
"Hihihi, dimalam bulan purnama merah kau akan mengetahui nya" ujar Gendis yang kemudian menghilang dari hadapan gadis itu.
Siluh yang bingung dengan ucapan itu lantas kaget dengan menghilang nya Gendis secara tiba tiba , gadis itu kemudian memasuki rumah nya setelah Gendis menghilang.
Ia menaiki anak tangga tiba tiba
"Wushhh" pandangan gadis itu kosong dan bola matanya kedua berubah menjadi hitam.
Ia berjalan seolah ada yang mengendalikan nya , memasuki kamar Sari dan menatap Sari yang sedang terbaring dengan tatapan lapar.
"Arghhhh" kuku yang panjang mulai keluar di kedua tangan dan kaki nya , muncul taring di kedua gigi nya seperti seekor harimau yang hendak memangsa buruannya.
Disaat itu juga Radit yang tak sengaja terbangun karena ingin mengambil air, tak sengaja mendengar suara aneh yang menyeramkan. Suara itu jelas sekali terdengar
"Suara apa itu,,, Rian Made bangun kalian denger suara engga" memukul kaki mereka
"Suara apa sih Dit gue ngantuk" ujar Rian kembali memejamkan matanya.
Karena penasaran ia kemudian keluar dari kamar nya melangkah maju perlahan lahan dan mendekati sumber suara, awal nya ia melihat dari dekat kamar nya namun tak ada siapapun di lantai bawah.
Hingga ia menuju ke kamar Siluh dan benar saja ia mendengar suara itu dari dalam kamar Siluh.
"Arghhhhh....." jelas sekali ditelinga Radit dan suara itu sama seperti suara yang ada di hutan waktu itu.
didalam gadis itu dirasuki Mahkluk menyeramkan, ia pergi mendekati Sari yang berbaring ditempat tidur. Berdiri tepat disampingnya kedua tangannya sudah siap untuk merobek isi perut layak nya bagai Harimau yang lapar.
"Arghhhhh"
Suara aneh yang dikeluarkan Siluh membuat Radit cemas, ia membuka pintu, namun sayang nya pintu itu terkunci dari dalam.
__ADS_1
Dengan pikiran yang berantakan Radit mendobrak nya secara paksa , hingga ia berhasil masuk ke kamar itu.
Matanya langsung tertuju pada wanita yang sudah berdiri di samping Sari dan hendak melukai nya.
"siapa kamu? mau kau apakan teman saya" tegas Radit
Gadis itu melihat ke arah Radit dengan tatapan tajam. Radit melihatnya terkejut dan langsung mengambil satu langkah ke belakang.
"Siluh?" kejut nya penuh tanda tanya
tanpa berpikir Gadis itu langsung berjalan menghampiri Radit yang berada didekat pintu. Radit panik dan mulai ketakutan wajah nya yang menyeramkan serta kuku nya yang tajam membuat siapapun akan lari ketakutan
"Siluh Lo mau apa,,, menjauh dari gue" ucap Radit yang melangkah mundur
ia terus melangkah maju mendekati pria dihadapannya, kedua tangannya siap untuk merobek apapun bahkan mencekik nya hingga tewas.
"Luh ini gue Radit temen Lo, sadar Luh " tegas Radit mencoba menyadarkannya
Radit semakin terpojok kini ia sudah tak bisa menghindar lagi. ia terpojok di sudut ruangan. Radit mulai panik dan harus melakukan apa.
"Made.... Rian tolong gue" teriak nya memanggil kedua sahabatnya, keringat dingin mulai mengucur di kening nya ketika gadis itu semakin dekat dari jarak nya saat ini.
Radit tak bisa melakukan apapun, ia melihat pintu kamar masih terbuka dan ada kesempatan untuk pergi dari ruangan itu.
Tetapi sayang disaat dirinya hendak berlari mendekati pintu, Siluh sudah menutup pintu itu dengan hanya menunjuk nya saja.
"Luh Luh gue mohon jangan,,, ini gue Radit temen Lo" ujar Radit memohon dan bersimpuh didepannya
Siluh sudah berada tepat dihadapannya, tatapan matanya sangat menyeramkan begitu menghitam ditambah taring nya yang memanjang.
Kedua tangan gadis itu mendekati leher Radit dan kemudian, dia mencekik nya dari posisi awal nya yang bersimpuh hingga berdiri tegap.
"Uhukkk uhukkk...Lu...h le...pasin gue " Radit merasakan nafas nya sesak, ia berbicara terbata bata kedua tangannya memegang tangan Siluh yang mencekik nya.
"Made.... Rian..... to...long gue" teriak nya suaranya bahkan sudah semakin mengecil nafas nya mulai habis
******
Sementara dikamar Made tak sengaja terbangun karena kebelet ke kamar mandi.
Ia membuka kedua matanya, melihat Rian yang sedang tertidur pulas. Tetapi ia merasa ada yang aneh ketika melihat tempat tidur Radit yang kosong.
"Tu anak kemana, tumben banget ga ada dikamar" ujar nya
"jam segini kemana perginya" ucap Made melihat jam tangannya menunjukkan pukul 00:30
Made berdiri dan keluar dari kamar nya, pandangan nya masih agak kabur sepertinya dia masih mengantuk.
Made melintasi koridor diantara kamar nya dan hendak menuruni anak tangga, sebelum ia mendengar suara yang begitu kecil dan seperti sedang kesakitan.
__ADS_1
"Suara siapa itu, sepertinya terdengar dari kamar Siluh " ujar nya melihat ke arah kamar Siluh
Niat awal nya yang hendak ke kamar mandi kini malah berbalik dan penasaran dengan suara yang aneh itu. Made mendekati kamar Siluh dengan wajah tegang.
ia menempelkan telinga nya di balik pintu, berharap suara tersebut dapat terdengar dari luar dengan jelas.
****
Sementara keadaan Radit saat ini sedang diujung tanduk, Siluh terus saja mencekik nya hingga kedua kaki Radit melayang di atas lantai rumah.
"To...long" rintih nya lemas
Mendengar suara itu membuat Made langsung dapat mengenalinya
"itu suara Radit, sebenarnya apa yang terjadi didalam? pasti ada yang tidak beres"
"Dit dit ini gue Made " panggil Made dengan memukul pintu yang terkunci dari dalam , Made mulai panik dengan keadaan temannya.
"De....tolong gue uhukkk... uhukkk" sahut Radit
Rintihan Radit membuat Made panik dan langsung mendobrak pintu itu dengan keras ,
"Brakkk" pintu itu terbuka sekali dobrak
Made terkejut dengan apa yang dilihatnya setelah mendobrak pintu itu, ia melihat kedua sahabatnya saling ingin membunuh. Pria itu semakin syok ketika wanita yang selama ini ia sayangi berubah menjadi ganas
"Luh lepasin Radit dia temen kita" ucap Made bingung harus melakukan apa
"De,,,Siluh dirasuki roh jahat, dia ga akan berhenti" ucap Radit semakin tercekik
Siluh semakin ganas dan semakin memperkuat cengkraman tangannya dileher Radit.
Made tak bisa melakukan apapun ia bingung harus bagaimana, ia tak mungkin menyakiti Siluh bagaimana pun caranya.
Hingga suatu cara ia gunakan, pesan dari nenek moyang nya yang dahulu cara menghadapi makhluk seperti ini.
ia memejamkan kedua matanya menyatukan tangannya didepan dada nya.
"Ya Tuhan atas izin mu hamba memohon untuk mengeluarkan roh jahat ini dari dalam diri teman hamba" ucap nya berdoa dan menyebutkan beberapa doa sesuai yang diajarkan dalam agama nya.
Ia menginjak lantai itu tiga kali dan memusatkan pikirannya pada sebuah mantra yang ia ucapkan.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1