
Made terus mengucapkan doa dengan memusatkan pikirannya, doa doa yang diucapkan Made membuat gadis itu mulai terusik.
Telinga nya mulai merasa panas dan sakit, kemudian ia mulai melepaskan tangannya yang berada di leher Radit , sehingga Radit terjatuh ke lantai dengan nafas nya yang hampir habis.
"brukk" tubuh Radit jatuh dilantai leher nya mengeluarkan darah karena bekas cekikikan yang sangat keras.
Siluh mulai merasakan panas di sekujur tubuhnya, ia mulai merintih kepanasan dan meminta Made untuk berhenti mengucapkan doa doa itu.
"Berhenti,,,panas,,,panas" teriak nya kepanasan
Gadis itu tergeletak jatuh di lantai dan terus saja berteriak kepanasan hingga muncul asap hitam dari dalam tubuhnya.
Asap itu keluar begitu tebal, setelah usai Siluh kemudian tak sadarkan diri dan tergeletak lemas, merasa roh jahat tersebut sudah pergi Made menghentikan doa doa nya dan membuka kedua matanya.
Ia langsung bangkit dan menolong Radit yang bersimba darah di sekujur leher nya.
Malam itu sangat melelahkan dan menguras emosi dan tenaga.
******
Keesokan harinya dua wanita terbaring tak sadarkan diri di tempat tidur tua itu, salah satu dari gadis itu mulai membuka mata nya.
Ya Siluh membuka kedua matanya perlahan, melihat di sampingnya bahwa Sari masih belum sadarkan diri sejak kejadian itu.
Ia merasa sakit seluruh tubuh nya terutama di bagian leher belakang nya yang selalu mengeluhkan rasa sakit.
Ia bangun perlahan, pandangannya masih kabur bahkan ia tak mengingat apapun yang terjadi semalam.
"Kenapa rasanya tubuh gue sakit semua" ujar Siluh mencoba berdiri dan ingin keluar dari kamar nya
Sebelum keluar kamar ia tak sengaja melihat ke arah cermin tua , ia memutuskan untuk bercermin. Tetapi apa yang dilihatnya membuatnya terkejut, wajah nya terlihat pucat seperti Sari.
"kenapa wajah gue pucat banget" memegang wajah nya
Setelah bercermin ia kemudian memutuskan untuk keluar dari kamarnya, jalannya perlahan lahan karena kedua kaki nya terasa berat.
Ia melihat keadaan rumah. Tak ada orang satu pun yang ber- lalu lalang ditambah suasana yang sunyi tanpa ada suara yang terdengar.
"Kenapa rumah sepi banget, kemana yang lain " ucap nya
"Apa mungkin mereka masih dikamar" duga Siluh
Gadis itu berjalan ke kamar teman lelaki nya, ia berada di depan pintu , membuka pintu dan melihat Radit terbaring ditempat tidur.
"Radit!!" tegas nya
Suara Siluh yang terdengar cukup keras membuat Rian dan Made terbangun , mereka berdua tertidur di sofa kamar.
Made mengucek kedua mata nya dan melihat Siluh sudah berada di dalam kamarnya, begitu pun Rian yang terkejut dengan kedatangan Siluh.
"Luh lo udah sadar" ucap Made menghampiri gadis itu
__ADS_1
"Maksud Lo De, memang ada apa dengan gue?" mengajukan pertanyaan ia bingung sebenarnya ada apa dengan dirinya.
Made hanya terdiam ia tak berani untuk menceritakan semuanya, takut jika Siluh akan menyalahkan dirinya. Tetapi tiba tiba Rian mengatakan segalanya dengan tegas seolah menyalahkan Siluh dalam hal ini.
"Wah Lo ga inget Luh semalem Lo hampir bunuh temen Lo sendiri" ujar Rian
Siluh hanya terdiam dan tak mengerti apa yang dimaksud olehnya.
"dengan polosnya Lo datang kesini lalu bilang memang nya ada apa dengan gue semalem" ujar Rian kesal
"Gue bunuh temen gue sendiri?, ga ga mungkin" elak nya ia merasa tak ada melakukan apapun, ditambah ia tak mengingat apapun yang terjadi semalam.
"Rian cukup Lo diem" tegas Made
Siluh berjalan mendekati Radit, ia melihat kondisinya yang sama persis seperti Sari namun leher Radit terdapat luka kuku yang cukup serius sehingga membuat nya perlu perawatan khusus.
Gadis itu memperhatikan pria yang terbaring itu, ia sedih melihat teman temannya yang satu persatu mulai terbaring dan sakit.
******
Dua orang wanita paruh baya dan satu laki laki yang terlihat sudah berumur datang dan pergi menuju rumah Siluh.
"Wah ini rumah apa istana besar gini" ucap wanita paruh baya , melihat rumah Siluh.
"Ah katrok banget ini bukan istana lagi tapi kerajaan" sahut pria itu terkagum kagum melihat rumah Siluh.
Taj lama kemudian dua orang itu mengetuk pintu rumah Siluh
"Siapa itu ya?" ujar Made yang sedang berada di dapur menyiapkan sarapan untuk teman temannya.
Made keluar dan membukakan pintu. kedua orang itu langsung tersenyum ketika melihat Made, justru ia yang bertanya tanya siapa kedua orang itu.
"Cari siapa ya?" tanya Made
"Ini benar rumah Non Siluh " sahut nya
"Iya benar"
"Kami,,, kami ini diminta oleh Ibu Non Siluh untuk bekerja disini selama kalian liburan" jelas nya agak gugup.
"Ohh begitu ya silahkan masuk" ajak Made
Kebetulan Gadis itu mendengar kedatangan dua orang yang di minta oleh ibu nya.
"Siapa De?" tanya nya
"Maaf non saya , Bi Sri ini pak Parjo kami di minta Ibu Non untuk bekerja disini selama Non berlibur" ujar nya
"Ohh iya Saya Siluh, kalau begitu bibi sama Pak Parjo silahkan ke belakang diantar oleh Made" ucap nya
Entah tiba tiba mengapa ibu nya mengirim dua pekerja padahal mereka bisa mengurus rumah itu sendiri, lagipula setelah kedua temannya pulih, Siluh akan berencana untuk kembali pulang.
__ADS_1
Gadis itu mengambil ponsel nya dan menelpon sang ibu untuk menanyakan hal ini.
"Halo Mah"
"Iya sayang ada apa?" sahut sang ibu
"Mamah kenapa mengirim Siluh dua pekerja, Siluh dan yang lainnya bisa mengurus rumah" ujar nya
"Mamah hanya memastikan kalian aman dengan adanya mereka , sekalian bisa bantu bantu"
"Oke Mah terimakasih kalo begitu"
"Oh ya gimana liburan nya?, Sari mana pasti dia semangat sekali"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh sang Ibu membuat Siluh bingung bagaimana cara menjawab semuanya, jika ia menceritakan segalanya Mamah nya akan semakin risau.
"Mereka seneng Mah,, yasudah nanti Siluh telpon lagi Mah" ucap nya langsung mematikan ponsel nya.
********
Malam ini tepat warga akan melakukan ritual sesajen yang diyakini untuk mengusir roh jahat yang meresahkan warga.
Malam bulan mati ini sangat cocok untuk melakukan ritual menurut tradisi mereka malam ini seluruh Roh jahat akan berkumpul di satu tempat, mereka akan mempertinggi ilmu nya kembali dengan menumbalkan seseorang.
Seluruh sesajen sudah disiapkan di pohon beringin tua itu, bahkan seluruh warga sudah banyak berdatangan mereka membawa ayam hitam yang masih hidup untuk di serahkan.
Malam pun tiba, suasana nya sangat berbeda tak ada angin ataupun suara suara burung dimalam itu, semua sunyi tanpa suara.
Siluh yang berada dikamar nya merasakan aneh tidak biasanya alam membisu tanpa suara, ia pergi mendekati jendela kamar nya, membuka jendela dan melihat disekitar desa.
Sunyi, gelap tanpa suara hanya itu yang bisa dia rasakan.
"Kenapa semuanya gelap, kampung ini seperti mati tanpa suara" ujar Siluh
Disaat kesunyian malam terjadi tiba tiba buku mendiang sang nenek yang ia letakkan di lemari Tua itu keluar dengan sendirinya, membuat Siluh terkejut.
Buku tersebut langsung membuka ke halaman selanjutnya, halaman yang belum Siluh baca.
"Kenapa buku itu keluar dengan sendirinya " ia melangkah mendekati buku perlahan lahan , rasa takut dalam dirinya mulai timbul ketika melihat buku itu bersinar.
Siluh membaca halaman buku yang bersinar itu
"Malam dimana bulan mati, seluruh Roh jahat mahkluk jahat, leak, setan dan sejenisnya akan berkumpul di satu tempat. ia akan menumbalkan seorang gadis perawan untuk menaikkan ilmu nya"
"Gadis titisan Leak akan berubah menjadi wujud sebenarnya, dia akan menjadi lebih ganas dan haus akan darah."
Bersambung
.
.
__ADS_1
.