
Setelah pemakaman Rian malam harinya Siluh bertekad untuk memeriksa ruangan yang selama ini selalu dirahasiakan oleh sang Nenek, semasa kecil nya ia tak boleh memasuki ruangan tersebut bahkan hanya untuk melihat nya saja.
Siluh dengan bantuan lilin seadanya memasuki ruangan rahasia dekat dengan gudang belakang, ruangan tersebut jauh dari jangkauan manusia karena posisinya yang tersembunyi.
"Gue yakin bahwa semua nya ini bersumber dari ruangan ini, dahulu nenek tak pernah membiarkan gue masuk" ujar nya mengingat masa masa itu
Siluh membuka ruangan tersebut, sudah 10 tahun tak ada satu perubahan pun bahkan barang sang nenek tak ada yang keropos ataupun rusak, hanya debu yang menyelimuti nya
"Krekkkk" suara pintu terbuka.
dengan penerangan lilin seadanya gadis tersebut masuk ke ruangan gelap tersebut, terlihat benda benda tertutup dengan balutan kain hitam.
Ia berjalan perlahan lahan membawa sebuah lilin di tangan nya, ia mencari sesuatu yang berhubungan dengan kejadian ini semua.
Gadis tersebut tak sengaja melewati sebuah boneka , seperti boneka roh jahat yang telah berisi jarum, ia terkejut melihat boneka tersebut. Bagaimana ini bisa ada diruangan nenek.
Tak sampai disana , Siluh tak sengaja menyenggol sebuah kotak dari kotak tersebut terjatuh lah sebuah foto yang tampak belakang.
Gadis tersebut melihat foto itu tampak belakang,tetapi ketika dirinya hendak mengambil nya tiba tiba Arwah Gendis datang dan berlari di sekitar ruangan tersebut.
"Gendis" panggil nya memastikan
ia melihat kesana kemari dengan lilin ditangan nya, namun tak terlihat siapa pun
"Hahahaha kakak ayo main"
"Gendis itu kamu?" panggil nya sekali lagi
Tak lama kemudian anak perempuan tersebut menampakkan dirinya, ia tertawa melihat Siluh datang ke ruangan ini.
"Hihih kenapa kakak baru datang" ucap nya
"Maksut mu?" ujar nya tak mengerti
"Seandainya kakak lebih awal pasti ini tak akan terjadi " sahut nya dengan wajah murung.
Gendis pergi setelah mengatakan hal tersebut, itu membuat Siluh semakin yakin jika semua pertanyaan nya ada di ruangan tersembunyi ini.
"Gendis gendis" panggil nya padahal Siluh masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan nya tetapi Arwah Gendis telah pergi
Kepergian Arwah Gendis justru menjadi awal kedatangan sosok hitam yang mana sebagai pembunuh Rian, Pintu ruangan tersebut tertutup dengan sendirinya, membuat Siluh terkejut dan was was.
"Siapa itu?" ujar nya, gadis tersebut menghampiri pintu utama ia mencoba membuka nya tetapi sepertinya ada kekuatan hitam yang mengendalikan nya.
"Huhahahaha mau apa cuci datang kesini" suara tersebut menggema , Siluh yang bingung mulai merasakan keringat dingin nya yang membasahi dahi nya
__ADS_1
"Siapa itu" ujar nya mulai mengkerutkan kening nya rasa ketakutan pun mulai terjadi,
Siluh melangkah mundur dengan terus menanyakan siapakah yang tertawa itu.
"Hahahaha tak ada yang bisa mengubah segalanya ini adalah takdir mu dan ini saatnya sudah tiba" ujar sosok yang hanya terdengar suaranya tanpa adanya wujud
"Apa maksudmu" tanya nya gemetar
"Hahahaha..." Sosok roh jahat tersebut datang dengan wujud Leak Hitam , sosok yang membuat Rian meninggal secara mengenaskan.
Siluh terkejut dengan kedatangan sosok tersebut
"Mau apa kamu " tanya nya ia melangkah mundur hingga tersudut di antara lemari benda tua tersebut.
"Ini saatnya sudah tiba kamu akan mencari satu tumbal untuk kesempurnaan wujud mu" ujar nya menggema
"Tidak ,,,,tidak pergi kamu jangan ganggu saya" usir nya sembari berlari menuju pintu utama ,ia berusaha membuka pintu dengan cepat. Tetapi sepertinya pintu tersebut susah sekali untuk dibuka
Sosok jahat tersebut berjalan mendekati nya wujud nya yang menyeramkan membuat Siluh tak kuasa ingin melihat nya.
"Kamu tak bisa menolak takdir, seperti nenek mu yang bersekutu dengan bangsa ku, maka cuci pertama gadis nya akan mewarisi ilmu dan wujud seperti itu.
"Nenek?" ucap nya terkejut
"Iya nenek mu yang telah bersekutu dengan bangsa kami, bahkan anak nya sendiri tega ditumbalkan" ujar nya
"Seluruh orang terdekat mu akan saya jadikan tumbal" ujar nya pergi setelah itu
"Tidak tidakkkk" teriak nya dan pergi keluar ruangan, Siluh berlari secepat mungkin untuk menghampiri ketiga sahabatnya yang tengah terbaring ia akan membawa mereka semua pergi malam ini.
Tetapi sosok jahat tersebut sudah terlebih dahulu membawa mereka keluar dari kamar, Sari, Radit dan Made sudah tergeletak dilantai dengan kondisi mereka yang sudah sadar.
Sampai nya ia di ruang tengah, mereka bertiga sudah ada diluar bahkan sosok tersebut sudah ada di belakang mereka.
"Jangan kau sakiti mereka lepaskan mereka " ujar Siluh mengancam
"Tidak mereka akan menjadi tumbal , terkecuali jika kau menerima keadaan jika kau adalah titisan Leak " ujar nya kuku nya yang panjang dan wajah nya yang menyeramkan membuat Siluh ketakutan bahkan ketiga sahabatnya
Sayangnya mereka bertiga tak bisa bergerak, tubuhnya seperti mati rasa.
Siluh dan Made saling bertatap mata, Made yang mengetahui semua cerita tentang leak dari Siluh ia menggeleng gelengkan kepalanya agar tak mengikuti apapun ucapan nya
"Tidak ,,,aku tak menerima apapun ,,,aku bukan titisan Leak" teriak nya
Penolakan itu membuat Sosok tersebut marah Ia kemudian tak segan segan mencabut nyawa ketiga sahabatnya dengan paksa, seperti yang terjadi pada Rian.
__ADS_1
Tubuh mereka bertiga mulai terangkat seperti yang dialami Rian, cukup sekali Siluh melihat sahabatnya kehilangan nyawa dan kali ini tidak lagi.
"Lepaskan mereka " rintih nya
Sosok tersebut tak mendengarkan apa yang di ucapkan Siluh, hingga kali ini Siluh akan mengorbankan dirinya demi membebaskan ketiga temannya.
"Baik saya akan menerima darah ini ,tapi lepaskan mereka"
Ketika sang titisan menerima darah roh jahat tersebut maka saat itu juga ia akan terlepas dari jiwa manusia nya dan berubah menjadi roh jahat penerus mereka.
Ia bisa kembali seutuhnya jika ada seorang pria yang mengorbankan jiwa nya ,Pria yang lahir ketika gerhana bulan.
Made, yang tersadar tak terima jika Siluh harus menerima itu semua, air matanya menetes ketika Siluh harus merelakan itu semua.
Setelah mengucapkan hal tersebut, tubuh Siluh mulai berubah dipenuhi oleh bulu halus, rambut panjang taring dikedua gigi nya serta kuku memanjang dengan mata yang menonjol.
"Aaaaaaaaa" Siluh berteriak kencang menahan rasa sakit nya kini jiwa nya akan dipenuhi oleh Sosok Jahat.
Sedangkan Made yang melihat hal itu langsung berusaha untuk menghentikan nya, ia tak ingin Siluh melakukan itu semua, Made mengucapkan beberapa doa yang dapat membebaskan dirinya.
dia memejamkan kedua matanya membaca beberapa doa dan seperti ada keajaiban tubuh nya langsung terjatuh.
Hal tersebut membuat Leak Hitam marah.
"Made" ujar Siluh yang menahan rasa sakit nya
Made terjatuh dilantai kepalanya kembali mengeluarkan darah tetapi ia masih bisa untuk menggapai Siluh yang jiwa manusia nya akan diambil dan digantikan.
"Berhenti,,,,,biar aku saja yang menggantikan Siluh aku,,, pria yang lahir pada gerhana bulan" ujar Made merintih.
"Engga de engga jangan lakukan hal itu engga" tolak Siluh.
"Bagus jika kau adalah pria terpilih tersebut"
tanpa berpikir panjang Leak Hitam menurunkan Radit dan Sari kemudian ia mengambil jiwa Made dengan paksa.
"Engga biar aku saja De jangan" air mata nya mulai menetes di pipi lembut nya
"Luh,,, gue GPP tetaplah tersenyum, walau gue ga ada kita akan ketemu lagi Luh , gue tau semuanya karena buku tua itu udah gue baca " ujar nya merintih mengucapkan selamat tinggal.
"Madee tidak" teriak nya keras
Jiwa Made telah dibawa oleh Leak tersebut dengan paksa, Made tewas mengorbankan diri demi Siluh perempuan yang selama ini ia jaga dengan baik.
Disitu lah tangis Siluh pecah , untuk kedua kalinya ia kehilangan sahabat nya ia mengenang semua kebersamaan nya dengan Made, dimana ia sangat perhatian dengan dirinya.
__ADS_1
Itulah akhir kisah dari Titisan Leak Gundul jangan pernah bersekutu dengan Roh jahat jika ilmu tersebut belum usai mau tidak mau akan turun kepada anak gadis pertama atau cucu pertama.
Terimakasih