Titisan Leak Gundul

Titisan Leak Gundul
Bab 22. Malam yang panjang


__ADS_3

Keesokan hari nya Siluh dan kedua temannya sudah berkumpul di meja makan, sesuai yang ia janjikan hari ini Siluh akan membicarakan sesuatu.


"Gue harap kita semua hari ini bisa pergi dari desa " ujar nya


Made dan Rian saling memandang mereka sama sama terkejut dengan keputusan Siluh yang mendadak ditambah kondisi Sari yang sampai saat ini masih belum bisa tertolong.


Mendengar cetusan itu Rian adalah orang pertama yang tidak setuju, karena menurutnya masih banyak destinasi yang belum ia datangi, ditambah rencana diawal bukan lah seperti ini.


"Gue ga setuju" ujar Rian menolak gagasan Siluh mentah mentah


"Kenapa mendadak ya Luh ?" tanya Made yang masih kebingungan dengan keputusannya yang mendadak.


"Tapi ini masalah serius desa ini udah engga aman buat kita " tegas Siluh mencoba memberi pengertian


"Masalah apa itu hanya warga desa saja, Lo ga mikir Sari bahkan sampai sekarang kita belum tau jiwa nya ada dimana" ujar Rian pergi setelah mengatakan hal itu.


"Rian dengerin gue dulu" ujar nya


"Luh Luh udah biar gue aja yang ngomong sama dia" sahut Made menyusul Rian menaiki anak tangga menuju kamar nya


Siluh yang bingung karena Rian sama sekali tidak menyetujui keputusan nya , ditambah bagaimana cara menceritakan segalanya dan harus dimulai dari mana.


*****


Dari meja makan gadis ia menuju ke kamar nya, membuka pintu kamar nya dengan wajah menatap Sari temannya yang sudah berbaring cukup lama. Entah sampai kapan Sari dapat bertahan dan bagaimana caranya.


Gadis itu bersimpuh di samping sahabatnya, menatap dengan sendu kedua matanya mulai berkaca kaca, ia mengambil tangan gadis itu.


"Maafin gue Sar , gue gtw harus berbuat apa" ujar nya menunduk.


Rupanya ucapan Siluh dapat di dengar oleh Sari sampai ke alam sana, gadis itu terlihat sangat lemas, pucat kedua tangan dan kaki nya masih saja terikat jiwa nya tak bisa lepas dari tempat itu.


Gadis itu membuka kedua matanya ketika telinganya mendengar ucapan dari sahabat karib nya.


"Luh,,,,tolong gue" teriak nya terisak meminta tolong suara nya seperti seseorang yang sedang merasakan sakit yang luar biasa.


Alam roh jahat tersebut sangatlah gelap ia bahkan tak bisa melihat apapun disekitarnya, hanya tali yang mengikat nya saja yang bisa ia rasakan.


*******


"dudududuu hari ini masak ayam untuk Non Silih dan temannya pasti dia suka" ujar Bi Sri yang sedang memasak menggoreng ayam.


"Duarrr" kejut Pak Parjo pada Bi Sri


"eh ,,,, astaga" kejut nya memukul tangan Pak Parjo yang selalu iseng mengerjai nya

__ADS_1


"Apaan sih untung saya tidak jantungan" ujar nya mengelus dada nya yang cukup terkejut dengan kedatangan Pak Parjo.


"Kalau jantungan memang kenapa?" tanya nya sengaja


"Ih kok malah tanya ,,, kalo jantungan nanti saya masuk rumah sakit terus det gimana" tegas nya


"Ya Maaf ,,, kamu udah denger kabar belum kalo Den Rian itu ngambil satu benda keramat di ritual kemarin" ucap nya berbisik


"Apaaaa" teriak nya keras


"Shutttt" ujar nya menutup mulut Bi Sri yang mendadak teriak dengan keras , jika sampai ada yang mendengar akan menjadi sumber masalah.


"Ih lepasin makan apa sih Pak tangannya bau terasi" ujar nya melepaskan tangan Pak Parjo dari bibir nya


"Shutt jangan keras keras nanti ada yang denger gawat kita bisa dipecat" ujar nya


"Yaudah saya lagi masak nanti lagi cerita nya udah udah sana Pak kerja lagi" ujar nya mendorong tubuh Pak Parjo pergi keluar dapur


******


Malam harinya Siluh merasa gelisah jika semakin lama tinggal disini, ia berpikir untuk mencari jalan keluar secepatnya dari desa ini.


Tetapi ia tak bisa pergi tanpa membawa jiwa Sari dari alam lain , ditambah kondisi Radit yang baru saja membaik.


"Hahahah,,,,, kakak ayo main" tawa nya berlari lari disekitar kamar Siluh


Siluh tentunya terkejut dengan kedatangan Arwah gendis secara tiba tiba.


"Gendis kenapa kamu disini?" tanya nya


Arwah tersebut tak menjawab nya ia malah pergi dan mengajak Siluh untuk bermain.


"Hahaha, ayo kejar aku kakak" ujar nya berlari keluar kamar, Siluh mengejar nya hingga ke lantai bawah.


Arwah anak kecil itu berlari menuruni tangga hingga tiba tiba hilang di lantai bawah, itu membuat Siluh mencari cari nya.


"Gendis tunggu " ujar nya menyusul


Mendengar teriakan Siluh yang memanggil nama gendis Made yang berada dikamar nya pun langsung keluar untuk melihat Siluh yang memanggil nama anak yang telah meninggal itu.


"Gue perasaan denger suara Siluh tapi kemana dia" ujar Made melihatnya dari dekat kamar nya.


Sementara Siluh mencari cari gendis hingga setiap ruangan, terdengar aneh ia mencari arwah anak kecil yang telah meninggal tapi itulah kenyataannya yang sedang terjadi.


"Gendis ,,,,,gendis dimana kamu " panggil nya melihat ke setiap sudut ruangan, tetapi anak kecil tersebut menghilang entah kemana.

__ADS_1


*****


"Malem malem gini dingin banget sih" ujar Pak Parjo yang sedang mengecek keadaan rumah sebelum pergi tidur.


"Ini kalo ditemenin kopi pasti enak banget, apa suruh Bi Sri buatin aja ya" ujar nya


Pada Saat Pak Parjo menuju dapur untuk menemui Bi Sri tiba tiba ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di kursi taman , dari bentuk tubuhnya terlihat sangat menawan.


"Etsss, siapa itu ya?" tanya nya sendiri kebingungan


"Tapi apa iya malem malem gini ada cewe duduk sendirian lagi" ujar nya mulai genit


"Tapi kalo diliat liat kayak nya cantik juga nih, kapan lagi ketemu gadis desa pasti Ayu tenan" ujar nya dengan senyuman


Melihat situasi aman dan tak ada orang Pak Parjo kemudian mendekati gadis tersebut yang hanya terlihat tampak belakang, memang terlihat sangat anggun dengan rambut panjangnya, dan body sexy nya.


Pak Parjo memulai aksi genit nya tua tua gini masih aja suka liatin cewe cantik.


"Ehemm permisi Neng" ujar nya mulai merayu


Tak ada sahutan yang terdengar dari gadis tersebut.


"Apa Mas boleh duduk di samping Neng?" membenarkan rambutnya berlagak seperti anak muda.


Gadis itu hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara apapun, Pak Parjo kemudian langsung duduk disampingnya ia mulai beraksi menggoda gadis tersebut.


"Neng kok disini malam malam,, sendirian lagi" goda nya sembari mendekatkan jarak nya pada gadis tersebut.


"Nyari angin" sahut gadis tersebut datar


"Ohhh ngomong ngomong nama Neng siapa?" tanya nya lagi


"Ayu , Kalau nama bapak siapa?" sahut nya singkat


"Ehh kok bapak sih, panggil aja Mas Jo " memainkan kedua alis nya dengan senyum genit nya.


Sementara Rian yang sedang berada dikamar nya menemani Radit yang baru saja membaik tiba tiba merasa ada yang bergerak di saku celananya.


Rian merasa bahwa ada yang akan keluar dari saku celananya, awal nya ia tak terlalu mengusik nya tetapi lama lama kaki kiri nya mulai berjalan dengan sendirinya.


"Kaki gue kenapa ,,,kenapa ga bisa berhenti" ujar nya berusaha menghentikan langkah kaki nya yang terus membawa nya keluar dari kamarnya.


Made yang berada didekat tangga samping kamar nya tiba tiba terkejut dengan pintu yang terbuka sendiri, dan Rian yang tiba tiba keluar tetapi dengan cara yang aneh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2