
Malam itu begitu mencekam buat Gadis cantik itu ia merasakan seluruh tubuh nya mengalami perubahan yang aneh.
Bahkan gigi dan mata nya mulai berubah menyerupai mahkluk menyeramkan yang kerap disebut Leak gundul.
"apa yang terjadi dengan ku,,,,,Aaa......" teriak nya keras menahan sakit seperti tubuh nya akan berubah seperti roh jahat itu.
Kemudian ia mengingat pesan Mamah nya bahwa ia harus membaca doa dan memperkuat benteng dirinya.
gadis itu mulai membaca beberapa doa sesuai yang diajarkan Mamah nya sejak kecil, doa itu sangat ampun sehingga mampu mencegah dirinya untuk berubah.
Sedangkan Leak itu telah memegang anak gadis itu ia membuat nya pingsan tak sadarkan diri, Siluh yang sedang berusaha akhirnya mampu mengalahkan roh jahat dalam dirinya itu.
nafas nya mulai tak beraturan karena dirinya menolak roh jahat itu didalam tubuh nya, kini ia sudah terbebas dan ia melihat mahkluk itu hendak memakan gadis kecil itu.
"Lepaskan dia " ujar nya berteriak
Leak itu menengok ke arah nya
"Ha,,,ha,,,ha,,, tidak dia adalah makanan ku malam ini" ucap nya menyeramkan
"Roh jahat dari mana kau,,, bagaimana kau bisa ada disini" ujar Siluh jarak nya tak terlalu jauh dari pohon beringin tua itu
"aku ada didalam dirimu " sahut nya mengagetkan, mendengar ucapan itu Siluh langsung membantah nya tidak mungkin dirinya membawa makhluk jahat dan menyeramkan seperti itu.
"Tidak,,,,kau berbohong pergi kau jangan kau makan gadis itu" ujar nya dengan sangat keras
"Ini adalah sebuah takdir yang tak bisa kau pungkiri ha,,,ha,,,ha,,,ha " tawa nya yang besar yang membuat siapapun mendengar nya akan lari ketakutan.
mahkluk itu dengan sangat rakus nya ini kembali memakan gadis kecil yang tergeletak tak sadarkan diri, sedangkan Siluh yang melihatnya tak bisa berdiam diri saja.
gadis itu berlari ke arah mahkluk itu namun, dari arah belakang ada sebuah tangan besar dan dipenuhi darah yang memegang kaki nya.
gadis itu tak bisa berjalan, ia berusaha untuk melepaskan kaki nya malah semakin ia berusaha tangan itu semakin menyeret nya ke balik rumah itu.
"Lepaskan kaki ku,,,, jangan kau makan gadis itu" teriak nya keras sembari meneteskan air matanya
Gadis itu terseret ke dalam rumah mendiang nenek nya sedangkan makhluk itu mulai memakan anak kecil itu, ia merobek perut nya dengan kedua tangan yang berisi kuku yang panjang dan tajam.
__ADS_1
Mahkluk itu memakan gadis kecil itu dengan sangat lahap , jantung, hati dan organ dalam lainnya, namun usus ia jadikan kalung dileher nya itu membuatnya semakin kuat dan menyeramkan, setelah semuanya selesai ia melemparkan gadis itu ke atas pohon tua itu.
Sedangkan Siluh sudah terseret ke dalam ia melihat dengan mata kepalanya bagaimana gadis kecil itu merenggang nyawa nya sebagai santapan sang leak gundul, pintu rumah itu tertutup dengan suara jeritan Siluh
*****
Pagi itu tepat pukul 06:00
terdengar suara warga dan pentungan yang sangat keras itu membuat Radit terbangun, ia membuka kedua mata nya dan langsung melihat dari balik jendela kamar.
Ia melihat banyak sekali warga yang berteriak memanggil nama seseorang, kemudian pria itu membangunkan kedua temannya yang tengah tertidur.
"De Rian bangun bangun" menepuk kaki kedua temannya itu
"masih pagi Dit ada apaan sih" ujar Rian mengeluh sepertinya ia masih sangat mengantuk.
"Udah bangun itu banyak warga , sepertinya ada seseorang yang hilang" ujar Radit berusaha membangunkan mereka.
akhirnya mereka berdua bangun dari tidur nya , dan melihat apa yang dikatakan oleh Radit.
Mereka bertiga keluar dari kamar dan mengetuk pintu kamar Siluh.
(tok tok tok)" Siluh Sari bangun bangun" ujar Made dengan cepat.
Ternyata benar mereka berdua masih tertidur, tapi bagaimana Siluh bisa dikamar nya bukannya semalam ia habis bertemu dengan sosok itu?
Mendengar suara Made dan ketukan pintu Sari pun membuka mata nya tak lupa ia juga membangunkan Siluh yang terlihat seperti orang yang sudah pindah ke alam lain.
"iya De sebentar, Luh Luh bangun ,,,Luh" ujar nya membangunkan sahabat nya itu, namun Siluh tak kunjung bangun juga.
"Luh Luh " teriak nya menggoyangkan tubuhnya dengan keras , akhirnya gadis itu terbangun ,ia terbangun dengan wajah panik dan suasana ketakutan memenuhi wajah nya.
Ia terbangun dengan nafas nya yang masih tak beraturan, melihat itu Sari agak terkejut sebenarnya kenapa Siluh tiba tiba terbangun dengan wajah seperti itu
"Luh Lo kenapa?" tanya Sari
gadis itu terdiam dan pandangan mata nya terlihat kosong, tak lama kemudian ia mendengar suara teriakan warga yang sedang mencari orang yang hilang. Siluh langsung berdiri dan pergi membuka pintu kamar nya.
__ADS_1
"eh Luh mau kemana?" ujar Sari yang menyusul temannya itu
di depan pintu nya sudah ada 3 pria yang berdiri kaget melihat Siluh membuka pintu itu dengan terburu buru, namun gadis itu melewati mereka dan bahkan mengabaikan nya.
gadis itu langsung berlari menuruni anak tangga dengan cepat , disusul dengan Sari
"Eh Sar itu Siluh kenapa? tanya Made
"gue juga gtw hayuk ikut aja " ucap nya mengejar Siluh yang sudah dahulu pergi, nampak nya ia akan keluar rumah.
"Luh tunggu " kejar Sari yang disusul ketiga teman pria nya itu
Dan benar saja gadis itu membuka pintu utama dan melihat para warga yang sedang mencari seseorang. Siluh memberhentikan langkah nya ketika mereka meneriaki nama anak itu , ia tak tahu siapa nama anak itu namun ia tau wajah nya bahwa itu anak dari Pak RT.
"Gendis,,,, sayang kamu dimana" teriak mereka semua mencari disekitar desa bahkan ada yang sampai ke hutan samping rumah Siluh.
"eh Luh Lo kenapa, mau kemana?" tanya Sari yang tiba di teras rumah , disusul Radit, Rian dan Made
"eh itu mereka lagi nyari siapa, siapa Gendis?" tanya Radit
"Anak Pak RT" sahut Siluh tanpa sadar ia mengucapkan hal itu yang membuat ke empat sahabatnya terheran bagaimana ia tahu, padahal mereka belum menanyakan siapa sebenarnya yang menghilang.
mereka ber empat kompak mengalihkan pandangannya ke arah Siluh yang tiba tiba mengatakan hal itu.
" bentar bentar, Lo kok Lo tahu Luh" ucap Radit kebingungan , sembari memikirkan bagaimana ia bisa tahu?
"Hmmm,,, ayok kita bantu warga" ucap Siluh mengalihkan perhatiannya, ia bingung apakah semalem itu hanya mimpi atau memang benar benar kenyataan.
Jika hanya mimpi bagaimana bisa anak Pak RT tiba tiba menghilang disaat bersamaan dan waktu yang sama seperti yang ia alami semalam.
Bersambung
.
.
.
__ADS_1