
Siluh sudah tak kuat melihat temannya sendiri yang hendak dibunuh oleh Leak Hitam yang sudah tak bisa memaafkan pria itu.
Sedangkan Rian terbaring dengan darah yang mengalir namun ia masih kuat bertahan, tetapi lagi dan lagi Leak tersebut mengangkat tubuh Rian walaupun pria tersebut sudah terlihat sekarat.
"Tidak cukup saya mohon cukup" teriak histeris Siluh yang tak bisa melakukan apapun.
"Dia akan menjadi tumbal selanjutnya hahaha,,, inilah akibat dari perbuatan bersekutu dengan Roh jahat" ujar nya menggema.
Siluh tidak mengerti dengan apa yang dikatakan nya , siapa yang bersekutu dengan Roh jahat?.
Tubuh Rian melayang dengan kondisi yang mengenaskan ia tak mampu lagi untuk membuka kedua matanya, Roh jahat yang menyeramkan tersebut menggerakkan jari nya hingga Rian terlempar dan terbentur dinding kini kondisi nya semakin parah.
"Tidak .....jangan Rian lepaskan saya" ujar Siluh ia tak bisa lagi melihat temannya tewas di hadapannya.
"ini lah akibat dari seseorang yang tak mengambil barang milik orang lain" ujar nya dengan kemarahan.
Pria tersebut tergeletak lemas satu benturan lagi akan menghilangkan nyawa nya, sedangkan Made masih tak sadarkan diri karena luka di kepala nya.
"Lepaskan dia,,, saya mohon "
Siluh berteriak sedari tadi namun itu hanya sia sia, melihat temannya yang sekarat membuat jiwa Siluh marah dan ia ingin melepaskan tali gaib tersebut.
Ia berdiam diri dan memejamkan kedua matanya, dia menggunakan kelebihannya untuk melepaskan tali gaib yang mengikat tangan dan kaki nya.
"Hiaaaaaaa" tali tersebut lepas dan Siluh jatuh ke lantai perut nya terbentur cukup keras sehingga membuatnya merintih.
Tak mempedulikan keadaan nya , Siluh berusaha meraih Rian yang jarak nya tak cukup jauh, ia tak bisa berdiri karena perut nya yang menimbulkan rasa sakit, Siluh menyeret tubuh nya dan mendekati Rian.
"Rian Rian,,,, gua mohon bertahan Rian " ujar nya menyeret tubuhnya
Pria tersebut membuka perlahan kedua mata nya dengan darah yang terus mengalir dari kepala nya, ia menggerakkan jari nya dengan lemas tak ada harapan lagi bagi pria tersebut untuk hidup.
Ketika Siluh hampir menggapai Rian Leak tersebut kembali membuat tubuh Rian terangkat dia melayang dengan darah yang terus menetes di lantai.
__ADS_1
"Tidakkk ....jangan saya mohon" rintih nya memegang perutnya yang kesakitan
"Kau sudah membuat jiwa Sahabat ku pergi sekarang kau ingin mengambil nya lagi" ujar Siluh marah
"Aku akan menukar jiwa dia dengan gadis tersebut" sahut nya
"Tidak tidak bebaskan dia biar jiwa saya saja yang ditukar jangan teman teman saya" sahut nya
Malam hari tersebut sangat menegangkan tragedi kejadian terjadi di rumah tersebut, dan disaksikan langsung oleh Siluh . Bahkan tak ada yang bisa mendengar teriakan yang terjadi dirumah itu.
"Semua sudah terlambat, tak ada lagi yang bisa dilakukan" ujar nya Leak Hitam tersebut kemudian mengambil Jiwa Rian dengan paksa.
Pria tersebut berteriak keras saat jiwa nya hendak diambil, Siluh yang melihatnya histeris dan menangis ia tak ingin salah satu dari temannya menjadi korban Leak tersebut.
"Aaaaaaaa" teriak Rian keras suaranya mulai memudar ketika jiwa nya telah berhasil diambil
"Tidak,,,,,," teriak nya menangis melihat teman nya sendiri tewas di hadapannya.
Sementara Jiwa pria itu diambil secara paksa, Sari yang tadinya terbaring lemah tiba tiba tersadar dan membuka kedua matanya nafas nya pun kembali normal.
Sedangkan Sari yang baru saja kembali dari alam roh masih terlihat lemas, kedua matanya hanya tertuju pada langit langit rumah, detak jantung nya sudah mulai normal.
Tewas nya Rian di tangan sosok tersebut menjadi duka yang mendalam bagi Siluh, didepan mata nya sendiri sang sahabat tewas mengenaskan bodoh nya ia tak bisa melakukan apapun.
Malam itu Siluh berusaha untuk bangkit dengan sekuat tenaga dirinya bangkit dan menahan rasa sakit perut nya yang sangat hebat, di samping itu jasad Rian telah berlumuran darah bahkan tangan Siluh dipenuhi oleh darah Rian.
"Maafin gue Rian , ini semua salah gue seharusnya gue ngajak kalian semua untuk kembali" tangis nya mendalam
*****
Keesokan pagi nya rumah Siluh sudah dipenuhi oleh warga yang melihat Rian, hanya terdapat Siluh, bibi dan Pak Parjo sedangkan yang lainnya terbaring di tempat tidur, terutama Made yang kepalanya terbentur sudut dinding.
Siluh hanya terdiam melihat temannya sudah tak bernyawa lagi, ia tak bisa mengungkapkan betapa hancur nya perasaan nya niat berlibur malah berujung kematian.
__ADS_1
Bibi dan Pak Parjo bahkan tak menyangka jika ini semua terjadi, ditambah semalam ia pingsan setelah bertemu Leak yang dikira seorang gadis.
Siluh tak bisa berkata kata lagi tak ada air mata yang jatuh hanya ada penyesalan dan ia tak bisa menjaga seluruh teman temannya.
Saat Jenasah hendak dibawa ke pemakaman Siluh malah menaiki tangga menuju kamar nya, ia membuka pintu dengan keadaan marah . Terlihat sedang mencari sesuatu, seluruh kemari dan laci ia bongkar.
"Dimana buku tua itu" pikiran nya kacau bahkan ia tak ikut dalam pemakaman Rian
Sari yang masih terbaring lemah , melihat Siluh terbawa emosi, banyak sekali pertanyaan yang ada dibenak nya ia ingin berbicara tapi rasanya untuk membuka mulut nya saja sulit.
Setelah bingung dan lelah mencari ia ingat jika buku tersebut ia simpan di kotak lemari tua tersebut, ia membuka lemari dan mengambil kotak tersebut.
Dengan cepat ia membuka halaman buku tua tersebut dan mencari tahu siapa yang sebenarnya menjadi pengikut ilmu hitam yang dikatakan leak tersebut.
Dalam buku tertulis
"Seseorang yang memuja ilmu hitam bahkan sampai anak keturunan nya akan menjadi sasaran dan ilmu nya akan turun ke cucu atau anak pertama gadis"
"Cucu? Anak? apakah Nenek adalah pemuja ilmu hitam atau Mamah?"
Ujar nya , ia juga mencari bagaimana caranya agar terlepas dari belenggu titisan tersebut, sampai saat ini tak ada yang tahu jika dirinya merupakan titisan Leak
menurut isi dari buku tersebut ia bisa digantikan posisi oleh lelaki yang lahir pada saat gerhana bulan. Titisan Leak akan terus haus akan darah dan mencari tumbal disetiap malam tertentu.
Sementara Jasad Rian telah sampai di tempat pemakaman, awal nya hanya bibi dan Pak Parjo yang datang tetapi Siluh kemudian datang ditengah tengah pemakaman.
"Non Siluh" ujar Bibi terkejut melihat Siluh berada disampingnya
"Iya bi saya akan mengantar Rian ke tempat istirahat terakhir nya" ujar nya
Proses pemakaman itu berjalan dengan lancar ,Siluh mengingat masa masa pada saat Rian selalu membuat mereka kesal, canda dan tawa nya tak bisa dilupakan.
"seharusnya saat itu gue ajak kalian kembali,,maaf Rian gue ga pantes jadi sahabat kalian" menangis di depan makam Rian ia tak kuasa melihat air matanya
__ADS_1
Segera ia memutuskan untuk pergi dari rumah itu desa dan tempat tersebut, tekad nya sudah bulat jadi terus menerus seperti ini teman temannya akan menjadi korban selanjutnya
bersambung