
Siluh mendengar teriakan sahabat nya dari dalam kamar mandi, ia bergegas melihat apa yang terjadi kepadanya.
gadis itu membuka pintu kamar mandi namun apa yang dia lihat sahabat nya sudah berada disudut kamar mandi dengan wajah yang tertutup dan sepertinya dia sangat ketakutan
"Sar Sari,,, Lo kenapa?" tanya Siluh panik melihat keadaannya, gadis itu berusaha menenangkan sahabatnya
"itu,,,,di cermin,,,," ujar nya menunjuk ke arah cermin kedua matanya masih terpejam
Gadis itu menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Sari , tak lama kemudian ia menghampiri cermin itu melihat apakah yang sebenernya dilihat oleh teman sebaya nya itu.
"Sar ga ada apa apa coba Lo buka mata" ucap nya melihat cermin bahkan ia memegang cermin itu.
"engga engga...Luh " ujar Sari dengan suara gemetar kedua tangannya bahkan terlihat jelas gemetar
****
Setelah kejadian itu Sari terus saja merasa takut bahkan saat di tempat tidur ia tak ingin rasanya memejamkan mata nya.
Gadis itu terlihat amat ketakutan entah apa yang dilihat nya
"Sar mending Lo bilang sebenernya Lo liat apa?" tanya Radit serius
Mereka berlima berkumpul dikamar Siluh mendengar teriakan itu membuat mereka khawatir dan langsung pergi menghampiri dua gadis itu
Gadis itu hanya terdiam dan tak berbicara sepatah kata pun, ia hanya terus menggigil ketakutan, melihat kondisinya yang sudah sangat buruk Siluh meminta agar Sari untuk beristirahat dan tidur.
"Sar Lo mending tidur, biar gue tunggu Lo sampe tidur" ajak Siluh memegang tangan sahabat karib nya itu
Gadis itu hanya mengangguk tanpa mengeluarkan kata kata sedikit pun, bahkan saat di tempat tidur pun Sari tetap menggigil ketakutan ia menyelimuti sebagian tubuh nya.
"Kalian kembali aja ke kamar , biar gue jagain Sari" ucap nya karena hari sudah malam dan mereka pasti kelelahan karena perjalanan yang panjang.
"Oke kita duluan ya Luh" ucap Radit mengajak Rian untuk kembali ke kamar nya
Sedangkan Made masih berdiri dikamar itu, entah mengapa ia tidak pergi.
"Lo ngapain masih disini De?" tanya Siluh menatap pandangan matanya yang sedari tadi hanya melihatnya
"Tapi Lo GPP kan gue tinggal sendiri?" ucap Made
gadis itu tersenyum mendengar perkataan pria yang berdiri tepat dihadapannya.
apa mungkin Made mulai jatuh hati? atau hanya sekedar sebagai sahabat karib?.
"Ga usah sok perhatian deh udah sana pergi " dorong nya mengeluarkan pria itu dari kamarnya.
Setelah semua nya dirasa aman, Sari juga sudah mulai tenang gadis itu duduk didepan cermin kuno dengan ukiran yang sangat menonjol ia memikirkan sesuatu yang dialami nya sebelum pergi kerumah ini
__ADS_1
"Apa mungkin ada sesuatu yang aneh dirumah ini, bukan cuma gue aja yang ngerasa " ujar nya sambil menyisir rambutnya yang terlihat berantakan.
gadis itu terdiam menatap dirinya dari cermin, ditambah suasana malam yang sepi dan hanya terdengar dentingan jam di dinding.
Pukul 11:30
Gadis itu belum tertidur, hanya dia yang masih setia menunggu Sari karena temannya yang satu itu terlalu parno dengan hal hal berbau aneh dan gaib.
Siluh mengingat bahwa sedari tadi ia tak memberikan kabar ke pada Mamah nya, itu karena ia tak ingin ada larangan untuk berlibur kemari.
Disaat gadis itu hendak mengabari Mamah nya tiba tiba ada sesosok makhluk aneh melintas dibelakang nya itu terlihat dari pantulan cermin.
Siluh langsung melihat dibelakang nya siapakah yang melintas tadi? namun ketika ia melihat tak ada siapapun yang lewat.
"Apa cuma perasaan gue aja ya" ujar nya
ia kembali ke posisi awal nya yang hendak memberikan pesan bahwa ia sudah sampai dengan selamat, dan lagi lagi sosok itu muncul dibelakang nya kali ini ia berwujud hitam tinggi mulai mendekati gadis itu.
Sontak Siluh langsung berdiri menoleh ke belakang, namun sosok itu kembali menghilang gadis itu mulai melihat seluruh sudut kamar nya memegang meja cermin dengan sangat erat.
Tiba tiba ....
dari lantai bawah terdengar suara aneh yang begitu jelas terdengar, Siluh yang penasaran dengan suara itu langsung turun kebawah dengan perlahan.
Tak lupa ia membawa sejumput garam beserta bawang merah yang selalu ia ingat.
Gadis itu keluar dari kamar itu dengan perlahan.
Ia melangkah keluar dengan perlahan walau bulu kuduk nya merinding tetapi gadis itu tetap berani ia menuruni anak tangga sendirian.
Perlahan-lahan dan suara itu mulai semakin jelas terdengar,
"Siapa itu?" ucap nya
Namun tak ada yang menjawab ia mengira itu adalah salah satu dari temannya,
Siluh kemudian terus menuruni anak tangga hingga dia sampai di lantai bawah.
Ia tak bisa melihat sesuatu dengan jelas, mata gadis itu tertuju pada lukisan yang dia tutup dengan kain hitam itu.
Lukisan itu bergerak seperti ada sesuatu yang menggerakkan nya.
"Kenapa itu lukisan bergerak, bahkan semua jendela sudah tertutup tak mungkin angin dapat menggerakkan nya" ujar nya berpikir sembari melihat lukisan itu sejenak.
Karena rasa penasaran nya yang begitu besar , akhirnya Siluh memutuskan untuk mendekati nya perlahan tetapi pasti.
Kini jarak antar lukisan nya hanya tinggal beberapa langkah, tetapi saat ia berhenti sejenak lukisan itu tetap saja bergerak seakan ini pergi jauh.
__ADS_1
Iya memberanikan diri untuk membuka lukisannya tak ada lagi kata takut jika rasa penasaran sudah semakin memuncak.
Tangan mulus gadis itu hendak menarik kain Hitam nya , namun tiba tiba....
Kain itu terlepas sendiri membuat Siluh terkejut dan menjauhi lukisan itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi" ujar nya nafas nya mulai terlihat tak beraturan sepertinya kini ia sudah mulai ketakutan.
ia membalikkan badannya hendak pergi namun kedua kaki nya tak bisa ia gerakkan tangannya yang berisi garam dan bawang tiba tiba terlepas dari genggaman nya
"kenapa kaki ku ga bisa bergerak" ujar nya berusaha untuk menggerakkan kaki nya
Tak lama kemudian jendela yang sudah ditutup rapat kini terbuka kembali , angin yang besar datang dengan tiba tiba
gadis itu mulai ketakutan keringat dingin mulai memenuhi dahi nya
"sebenernya ada apa ini" ujar nya ia sama sekali tak bisa bergerak
Tak lama kemudian terdengar suara tertawa yang begitu mengerikan
"ha,,,,ha,,,,haaaaa" tawa nya yang mengerikan mampu membuat siapapun lari dari tempat itu.
"Siapa itu?" ujar nya melihat kesana kemari mencari sumber suara
Muncul asap hitam tebal dari balik lukisan yang terpajang itu, Asap itu kemudian bergumpal dan mulai terlihat jelas bahkan menyerupai bentuk manusia.
Siluh sudah tak bisa menahan lagi nafas nya sudah mulai tak tenang,
"waktunya telah tiba" ucap sosok hitam itu yang mulai memperlihatkan bagian tubuh nya
ia terlihat seperti kaki manusia namun kuku nya yang panjang dan runcing, badannya ditutupi rambut yang menjulang ke bawah, tangannya yang dipenuhi darah beserta leher nya yang dikalungi usus manusia.
Ia persis seperti raksasa wajah nya nampak menyeramkan dengan gigi besar yang tonggos, tak lupa kedua taring nya yang panjang beserta rambut yang hanya tumbuh di belakang dan samping nya saja.
"siapa kamu" ujar Siluh ketakutan ia bahkan membrontak agar bisa pergi dari tempat itu
"siapa kamu, pergi kamu pergi" ujar nya memejamkan kedua matanya sembari merengek ketakutan mahkluk aneh yang selama ini ia ketahui ternyata benar benar ada di hadapannya
"hahaha,,,hahaha,,,waktu nya telah tiba " sahut nya menyeramkan suara yang serak, besar dan sangat amat menyeramkan
kedua mata nya menonjol ke depan, tak akan ada yang sanggup berhadapan dengannya
Bersambung
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like and komen nya terimakasih 🙏