
Matahari telah terbangun dari tidur nya, kini Radit, Rian dan Sari tergeletak pingsan setelah kejadian semalam. Sinar sang Surya yang menjangkau seluruh tempat membuat Radit membuka matanya.
Pria itu membuka mata nya , ia melihat jika dirinya masih ditengah hutan dan hari sudah pagi. Ia melihat disampingnya jika Rian dan Sari yang masih belum sadarkan diri.
Radit langsung terbangun, kepalanya masih terasa pusing seperti keluar dari dunia gaib.
ia menggeleng gelengkan kepalanya yang terasa berat.
"Rian ,,, Sari bangun bangun" ujar nya menggoyangkan tubuh mereka
"Udah pagi ayok kita kembali" ujar Radit mengambil tas tas yang mereka bawa
Kemudian Rian mulai membuka kedua matanya, pandangan nya terlihat agak kabur. Tetapi Sari masih saja belum sadar padahal sinar sang mentari sudah terlihat menyilaukan mata mereka.
"Auuuu,,,, sakit banget leher gue" ujar Rian memegang leher nya
"Eh Sari Lo mau pulang ga atau gue tinggal" ujar Rian menepuk kaki gadis itu
Tapi sayang nya tak terjadi apapun bahkan tak ada respon dari gadis itu, melihat temannya yang masih saja terbaring kecurigaan mulai muncul dari benak Radit.
"Eh Sari kenapa belum bangun juga,,, apa dia.."
"Heleh palingan juga ia terlalu menikmati tidur nya" ujar Rian memotong perkataan Radit yang belum usai berbicara
"Eh tapi kenapa wajah dia pucat ya,,,,apa jangan jangan terjadi sesuatu dengan Sari" ucap Radit yang kemudian memeriksa keadaan Sari, wajah nya memang terlihat pucat seperti orang meninggal.
Radit mengecek detak jantung, nadi bahkan nafas Sari,
"Eh detak jantung nya lemah , tubuhnya dingin banget" ujar Radit kepada Rian
"Lo serius?" tanya Rian mulai cemas dan wajah nya terlihat tegang
"Ngapain gue becanda " sahut nya
Lantas Rian mengecek keadaan Sari dan benar saja suhu tubuh gadis itu sangat dingin seperti mayat, bahkan nafas nya pun sangat terlihat tak normal.
Sangat Rian memegang tangan kanan Sari untuk mengecek nadi nya tiba tiba terlihat bekas cakaran yang terlihat , ia terkejut dan kemudian melipat lengan baju Sari hingga di atas Siku.
"Eh Dit ditangan Sari ada bekas cakaran" ujar Rian
"Apa ini karena kejadian semalam ya,,,,kita harus cepet pergi dari hutan ini" sahut nya
"Lo bawa tas biar gue gendong Sari" perintah Radit
Akhirnya mereka bertiga memulai perjalanan untuk kembali kerumah Siluh, ditambah keadaan Sari yang sangat aneh. Suhu tubuhnya dingin detak jantung nya lemah dan ada bekas cakaran aneh ditangan nya.
****
Sementara Siluh dan Made sudah tak bisa mentoleransi keadaan, sampai hari ini mereka belum juga kembali.
__ADS_1
Dibawah Made sedang menyiapkan sarapan untuk Siluh dan semua teman nya jika mereka sudah sampai . Disaat asyik sedang menyiapkan sarapan tiba tiba Siluh turun dari atas dengan terburu buru.
Gadis itu menuruni anak tangga dengan terburu buru dan wajah nya terlihat gelisah, bahkan ia sampai tak mengatakan apapun kepada Made.
"Eh tunggu " cegah Made memegang tangan gadis itu dengan sigap. Siluh menatap Made dengan sinis.
"Sorry gue ga maksud apapun, Lo mau kemana sepagi ini?" tanya Made
"Gue harus cari Sari dan yang lainnya, perasaan gue ga enak De dari semalem" sahut nya cemas
"Gue juga cemas, nanti kita minta bantuan Pak RT" ujar Made
"Engga engga De gue yang harus cari mereka sendiri"
Ditengah perbincangan mereka, tiba tiba terdengar ketukan pintu dari arah luar
(Tok tok tok)
Mendengar suara itu Siluh langsung berprasangka jika itu adalah ketiga teman temannya
"Lo denger ga De,, apa jangan jangan itu mereka " ujar Siluh menghampiri pintu utama ia membuka pintu itu dengan hati lega, senang dan tenang
"Akhirnya kalian semua pu....." Gadis itu membuka pintu berharap bahwa itu teman temannya, namun harapan nya tak sesuai kenyataan dan ternyata itu adalah Pak RT dan Bu RT yang datang.
Wajah nya yang awal nya terlihat senang dan penuh senyuman kini berubah kembali seperti awal ia mencemaskan mereka.
"Hai Siluh,,,,maaf kami baru bisa datang kemari" ujar Bu RT memeluk Siluh
dan disaat bersamaan Made keluar dari rumah, dan langsung menyapa dan mempersilahkan mereka masuk
"Oh Bu RT dan Pak RT mari silahkan masuk" ujar Made
"Iya terima kasih" sahut mereka tersenyum
Sebenernya Siluh tak ada masalah dengan kedatangan mereka, tetapi dirinya dan Made jadi tak bisa untuk menyusul ketiga temannya yang masih berada di hutan.
Mereka masuk dan duduk diruang tamu, tetapi Siluh terus saja melihat ke arah pintu ia berharap mereka segera kembali sebelum malam tiba.
"Nak Siluh kenapa, saya perhatikan wajah nya terlihat cemas dan terus saja melihat ke arah pintu, memang sedang menunggu seseorang?" tanya Pak RT
"Iya Pak jadi begini dari kemarin sore teman kami belum juga kembali, mereka pergi ke hutan untuk melihat sunset" jelas Made.
****
Sedangkan Radit yang menggendong Sari sudah mulai merasa lelah ditambah cuaca yang semakin panas, dan lokasi hutan yang membingungkan.
"Rian kapan kita sampai gue udah cape banget,, kasian Sari juga harus butuh pertolongan medis" ujar Radit mengeluh dan berhenti sejenak.
"Bentar lagi, udah Lo ikutin gue aja tinggal belok ke kiri nanti kita sampai dijalan utama" sahut Rian mencari jalan keluar dari hutan itu, Jalan yang ia tempuh saat berangkat dan pulang sangatlah berbeda.
__ADS_1
"Haduh,,, semoga Sari ga kenapa kenapa deh" ujar Radit melihat gadis malang itu
mereka akhirnya melanjutkan perjalanan dengan Rian sebagai penunjuk jalan.
-------------------------------------
"tapi seharusnya mereka sudah sampai, jarak untuk melihat sunset tak jauh dari sini" ucap Pak RT
Perkataan itu semakin membuat Siluh cemas, ia hanya mencemaskan mengenai sosok jahat yang sudah memakan dua korban jiwa itu.
Gadis itu kemudian mengambil ponsel dan mencoba menghubungi mereka, tetapi hasilnya sama aja tak satu pun dari mereka bisa tersambung.
"Siluh kamu tenang saja, saya akan bantu mencari teman kalian" ujar Bu RT melihat gadis itu mondar mandir dan panik
********
"Huuh Dit dit Lo liat itu" ucap Rian memperlihatkan kepada Radit
"Liat apalagi,, buruan kasian Sari" ucap nya kesal
"Itu jalan utama Lo liat dulu"
"Oh iya akhirnya ya Tuhan terimakasih, ayo cepat kita harus segera menolong Sari" ucap Radit mempercepat langkah nya
Dan akhirnya mereka bisa keluar dari hutan yang membuat Sari tak sadarkan diri hingga saat ini ,hati mereka menjadi lega sekaligus khawatir melihat temannya ini.
Radit dan Rian langsung dapat melihat perumahan Siluh itu tanda nya mereka menuju jalan yang benar, mereka berdua tersenyum lebar dan ingin cepat pulang kerumah Siluh.
"Dit ayok cepat" ujar Rian
"Iya sabar ini gue juga udah berusaha cepat"
*****
"Kalo begitu mari kita mencari teman kalian bersama sama, saya akan meminta beberapa warga untuk membantu" ucap Pak RT
(Tok tok tok ) " Siluh....Made" panggil Rian berteriak
"De itu suara Rian, gue yakin " Siluh langsung pergi untuk membuka pintu itu, kini hatinya bisa benar benar tenang.
"Rian, Radit akhirnya kalian pulang" ujar Siluh setelah membuka pintu , namun betapa kagetnya gadis itu melihat Sari tak sadarkan diri bahkan digendong oleh Radit.
"Ini Sari kenapa?" tanya Siluh.
Bersambung
.
.
__ADS_1
.