Titisan Leak Gundul

Titisan Leak Gundul
Bab 20. Malam Keramat


__ADS_3

Siluh selesai membaca halaman ketiga dari buku Tua. Buku tertutup dengan sendirinya dan kembali ke lemari tua. gadis itu mulai resah dengan isi dari buku yang ia baca tadi.


Jika memang ia ingin menghilangkan rasa penasaran dalam dirinya, malam ini akan menjadi malam penentuan, apakah darah Leak yang selama ini meresahkan warga ada didalam dirinya.


Gadis itu langsung melihat ke arah jendela apakah para warga telah memulai ritual nya atau belum.


Sebelum ritual dilaksanakan, Siluh mengambil sebuah kursi kayu, mengambil tali serta menutup seluruh jendela, dan pintu nya dari dalam.


gadis itu mengikat dirinya didepan cermin Tua tali itu sudah ia taburi garam beserta doa doa suci..ia sengaja melakukan nya untuk pembuktian dan jika memang benar dia sudah memikirkan nya matang matang agar tidak menyakiti siapapun terutama teman temannya.


"Gue berharap semua yang ada didalam buku, dan yang gue alami bukan lah fakta yang sesungguhnya" ujar Siluh sembari mengikat dirinya dengan tali yang cukup kuat sehingga ia tak bisa lepas dari kursi ini.


****


Malam itu pukul 23:30 Ritual turun temurun dilaksanakan tepat di pohon beringin tua depan rumah mendiang Nenek Siluh.


Seluruh warga menghadiri nya konon katanya warga yang tak menghadiri acara pada malam itu akan dijadikan tumbal berikutnya.


Made dan Rian pun ikut pergi ke Ritual itu mereka berdua sudah bersiap, mereka meninggalkan Radit yang masih terbaring.


"De sebenarnya gue ga pernah percaya mitos mitos , apa kita harus menghadiri ritual itu?" tanya nya sedang menuruni anak tangga


"Ini tradisi desa ini, mau tidak mau kita wajib datang dan menghormati nya " sahut nya


Akhirnya mereka berdua mendatangi Ritual itu, awal nya ia berpikir jika Siluh akan datang menyusul dengan bi Sri dan Pak Parjo jadi mereka meninggalkan nya.


Para warga desa sudah berdatangan mereka duduk dengan rapi, ada beberapa orang yang membawa gamelan untuk mengiringi ritual itu, ada yang membawa ayam hitam yang masih hidup, beras dan seperangkat sesajen yang lainnya.


sudah mulai terdengar suara lonceng yang menandakan ritual sudah dimulai, sementara Siluh menghela nafas nya berharap tak terjadi apapun pada dirinya.


Jantung nya terasa ingin keluar dari tubuhnya ketika , suara gamelan dan suara pemandu ritual itu mulai terdengar.


****


"Ayok cepat ritual itu segera dimulai, konon katanya kalo ada yang tidak datang nyawa nya akan dalam bahaya" jelas Bi Sri yang menarik tangan Pak Parjo untuk menghadiri acara tersebut.


"iya iya ini juga lagi jalan pelan pelan kenapa" sahut Pak Parjo

__ADS_1


"Lagian sih lelet banget, nanti kalo telat terus dimangsa sama leak berani?" menakut nakutin Pak Parjo dengan wajah serius


"Eh sebentar sebentar" ucap nya berbisik mereka berdua berhenti berjalan.


"Ada apa ?" sahut nya berbisik


"Itu dibelakang kamu ada apa " tunjuk Pak Parjo wajah nya terlihat sangat serius seperti ada sesuatu yang aneh dibelakang Bi Sri.


Bi Sri yang merasa takut karena ucapannya lalu ia memejamkan kedua matanya dan merintih ketakutan


"Ada apa di belakang saya" ujar nya memejamkan kedua matanya


Setelah melihat Bi Sri ketakutan dan memejamkan kedua matanya Pak Parjo lantas pergi meninggalkan nya sendirian, rupanya ia sengaja mengerjai Bi Sri.


"Rasain sekarang saya kerjain balik,,, hmmm moga ga dimakan leak deh" ujar nya tersenyum meledek


Ia kemudian kabur dengan cepat dari rumah itu, dan pergi mendatangi ritual itu.


Setelah dirasa tak ada suara lagi, Bi Sri kemudian mengajukan pertanyaan


"Pak Parjo ada apa dibelakang saya" ujar nya


"Pak Parjo " panggil nya sekali lagi


Merasa ada yang aneh Bi Sri kemudian memberanikan dirinya untuk membuka kedua matanya secara perlahan, namun apa yang dilihatnya sangat lah mengagetkan Pak Parjo yang bersama nya tadi sekarang menghilang entah kemana.


"Wah saya dikerjain nih, semoga aja kamu ketemu Leak disana " ujar Bi Sri dengan wajah kesal


Setelah mengucapkan hal itu tiba tiba dari arah dapur terdengar seperti benda yang berjatuhan, itu membuat Bu Sri terkejut.


"Eh ayam ayam,,,, ampun Leak saya tidak bermaksud mengatakan hal itu ampun amit permisiiiiii,,,," kabur setelah mengucapkan hal itu.


*****


Siluh berada dikamar nya dengan kondisi terikat seluruh badannya sudah terikat oleh tali, bahkan tak ada yang mengetahui hal itu.


Bulan sudah terlihat dan membentuk bulan mati itu tandanya gamelan dan ritual sudah bisa dilakukan.

__ADS_1


Para warga memejamkan kedua matanya hanya orang yang menabuh gamelan dan pemandu ritual yang boleh membuka kedua matanya, gamelan pun mulai dimainkan.


Suara nya terdengar hingga ke kamar Siluh , mendengar suara gamelan yang sangat nyaring gadis itu berharap semua kecurigaan nya tidak benar.


"Ya Tuhan semoga apa yang gue duga selama ini tidak lah benar" ujar didalam hati nya sesekali ia melihat ke arah Sari yang sampai saat ini jiwa nya tak bisa kembali.


****


Tepat pukul 00:00


Awal nya semua baik baik saja, tetapi disaat ayam hitam itu dipotong dan darah nya diambil dipersembahkan kepada makhluk yang telah berkumpul, Siluh merasakan panas di sekujur tubuhnya.


"Kenapa tubuh gue terasa panas " ujar nya berusaha menahan panas didalam tubuh nya.


Gadis itu mulai merasakan keanehan yang akan terjadi mulai dari tangan nya yang tiba tiba dipenuhi bulu halus, kemudian rambutnya yang memanjang, taring keluar dari mulut nya.


Gadis itu melihat dirinya di cermin, ia sangat syok dengan perubahan yang dirasakan nya , ia menolak mentah mentah dengan apa yang terjadi dengan dirinya.


"Engga mungkin ,,, kenapa tangan kaki gue berbulu, dan muncul taring di gigi gue, ini pasti halusinasi" ujar nya menggelengkan kepalanya


Tangan Siluh mulai terasa kaku beserta kaki nya yang tiba tiba tak bisa digerakkan, gadis itu melihat dirinya yang semakin berubah menyerupai Leak makhluk yang selama ini telah membunuh dua gadis kecil.


Ritual terus dilakukan, angin tiba tiba berhembus kencang , dari balik pohon keluar asap hitam yang begitu tebal, namun aneh nya asap itu pergi menuju rumah mendiang nenek Siluh.


Asap itu memasuki kamar Siluh , gadis itu melihatnya sedari cermin dan ia melihat sosok Leak yang sangat mirip seperti lukisan itu.


Gadis itu mengkerutkan kening nya wajah nya terlihat menegang ketika Leak tersebut mendekati nya .


"Mau apa kamu pergi ,,, jangan dekati saya" ujar nya karena dirinya terikat ia tak bisa berkutik bahkan untuk melangkah menjauh dari makhluk menyeramkan itu.


"Pergi kamu pergi....." teriak nya


Kemudian Leak tersebut berubah menjadi asap hitam dan memasuki tubuh Siluh, gadis itu kejang kejang dan membuka kedua matanya, bola mata nya berubah menghitam , tangan dan kaki nya dipenuhi oleh kuku panjang dan tajam.


Sekarang dirinya telah dirasuki oleh makhluk jahat tersebut, Siluh mulai memberontak ingin melepaskan dirinya dari tali itu. tetapi tali tersebut bukan lah tali biasa , semakin gadis itu melawan tali itu semakin terus mengikat nya dengan erat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2