
Bagaimana tidak berpikiran nakal, kalau melihat pemuda yang modelannya seperti Mike dan Doni?
Kedua pemuda itu memang bisa menarik perhatian, siapa saja yang melihat mereka.
Mike yang memang memiliki tinggi badan yang lebih daripada Doni, tampak paling mencolok dengan bahu lebarnya, lengan dan perut hingga bagian punggungnya yang tampak padat berotot.
Mungkin saja, Mike rutin berolahraga diwaktu-waktu tertentu, hingga badannya bisa terbentuk seperti itu.
Doni juga tidak kalah menarik, meski hanya bagian lengannya saja yang tampak berotot.
Bentuk badan Doni yang sedang, tidak kurus dan tidak juga gemuk, dengan bahunya yang lebar, terlihat tidak kalah bagus, jika dibandingkan dengan Mike.
Dan kedua-duanya memiliki wajah yang tampan, dengan ciri khasnya masing-masing.
Menurut Masha, siapa saja perempuan yang melihat kedua pemuda itu, pasti akan merasa tergoda imannya.
Apalagi saat mereka sedang basah-basahan seperti sekarang ini.
Ah sudahlah...
Jangan macam-macam!
Masha masih terlalu kecil untuk berpikiran se-nakal itu.
Kelihatannya menyenangkan kalau berenang didalam kolam itu, saat hari panas seperti saat ini.
Tapi berhubung Masha tidak punya pakaian ganti, mau tidak mau, Masha hanya bisa menonton Mike dan Doni beradu kecepatan, berenang dari ujung ke ujung kolam renang.
Masha duduk bersandar dibangku yang membuat posisinya agak berbaring, sambil menatap kearah langit biru yang hanya ada sedikit awan yang bertebaran disana.
Memandangi langit terlalu lama dengan pikiran kosong, Masha jadi merasa agak mengantuk, hingga membuatnya memejamkan mata.
Tapi tiba-tiba, terasa ada beberapa tetesan air yang mengenai wajah Masha.
Masha terburu-buru membuka matanya kembali, dan melihat wajah Mike yang terpampang didepannya, sambil tersenyum lebar.
Tanpa berkata apa-apa, Mike kemudian mengangkat dan menggendong Masha, sambil dibawanya pergi dari situ.
"Eh! Kenapa? Aku mau dibawa kemana?" tanya Masha kebingungan.
Mike tidak menjawab pertanyaan Masha, dan hanya tetap mempertahankan senyuman diwajahnya.
"Mike! Apa-apaan kamu ini?" ujar Masha ketus.
Ketika Masha melihat kemana arah berjalan Mike, Masha tersentak.
__ADS_1
Tampaknya, Masha akan dibawa Mike masuk kedalam kolam renang.
"Aaarrrghh...! Tidak mau! Aku tidak mau berenang!" seru Masha, sambil berusaha turun dari gendongan Mike.
Tapi, Mike tidak melepaskan Masha begitu saja, hingga akhirnya mereka berdua masuk kedalam air, dengan Masha yang masih dalam gendongan Mike, meskipun Masha meronta-ronta dipelukannya.
Terdengar suara gelak tawa Doni didekat situ.
"Kamu dengan Mike bekerja sama, supaya aku masuk kedalam kolam?" tanya Masha, sambil membesarkan matanya, ketika dia bisa melihat Doni.
Mike baru melepaskan pelukannya dari Masha, saat Masha sudah basah dengar air kolam renang.
Ketika Masha melepaskan pegangannya dari bahu Mike, dan mencoba berjalan sendiri untuk keluar dari kolam, ternyata kolam renang itu cukup dalam.
Kaki Masha belum menyentuh dasar kolam, tapi air kolam sudah mencapai bagian lehernya.
Masha rasanya akan tenggelam.
"Mike!" teriak Masha ketakutan.
Mau tidak mau Masha kembali berpegangan dibahu Mike, yang sempat memegang pinggang Masha saat hampir tenggelam.
"Aku sudah bilang, kalau aku tidak bisa berenang! Kamu mau aku tenggelam?" tanya Masha ketus.
Mike hanya tertawa, seakan-akan tidak perduli dengan kemarahan Masha.
"Sini! Aku ajari kamu berenang...!" ajak Doni pelan, sambil memeluk Masha.
Melihat air kolam yang menyentuh leher Doni, saat Doni berjalan didalam situ menjauh dari Mike, Masha sudah bisa mengira-ngira dalamnya kolam renang itu.
Kalau Masha mencoba-coba untuk menginjakkan kakinya didasar kolam, ketinggian air akan melewati kepala Masha, dan itu membuatnya semakin takut.
Masha memegang bahu Doni sekuatnya dan mendorongnya, berusaha agar bisa terangkat sedikit lebih tinggi dari Doni, dengan tetap berpegangan dibahu pemuda itu.
"Setakut itu? Aku tidak akan membiarkan kamu tenggelam..." ujar Doni, sambil menatap Masha lekat-lekat, lalu mendekatkan wajahnya kemudian mencium Masha.
"Katanya mau mengajari Masha berenang?! Kenapa malah sibuk bermesraan saja?" ujar Mike, sambil tertawa.
Doni akhirnya berhenti mencium Masha, dan melihat kearah Mike sebentar, dengan tatapan sinis.
"Coba untuk menggerakkan kakimu..." kata Doni, sambil melepaskan Masha perlahan-lahan.
Meskipun celana panjang yang dipakai Masha terbuat dari bahan kain yang ringan, tapi saking takutnya, Masha merasa kalau kakinya seakan-akan menjadi kaku, berat, dan tidak bisa bergerak.
Masha yang masih berpegang dibahu Doni, kembali merapat dan berpelukan pada pemuda itu dengan erat.
__ADS_1
"Tidak mau... Aku takut..." kata Masha pelan dan memelas.
"Tidak perlu takut. Aku dengan Doni akan menjagamu," ujar Mike, yang tiba-tiba sudah ada didekat Masha dan Doni.
Doni tampak menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum, seolah-olah berniat meyakinkan Masha, bahwa tidak akan terjadi apa-apa.
Mike dan Doni memang memegang omongannya.
Setiap kali Masha seolah-olah akan tenggelam, mereka berdua berganti-gantian menangkap, dan menahan badan Masha, agar tetap mengapung diatas air.
Setelah beberapa kali percobaan, Masha merasa lelah tanpa ada kemajuan, karena dia tetap saja akan tenggelam, meski sudah mencoba menggerakkan kaki dan tangannya.
"Aku capek..." ujar Masha lemas.
"Ya, sudah!" kata Doni.
Tanpa melepaskan pegangannya dari badan Masha, Doni membawa Masha sampai ke pinggir kolam.
Mike sudah lebih dulu keluar dari kolam renang, tiba-tiba menahan Doni dan Masha agar tetap berdiam didalam air kolam.
"Jangan keluar dari air! Tunggu sebentar!" ujar Mike, dan tampak mengambil handuk yang terlipat diatas meja kecil, yang ada didekat bangku tempat Masha duduk tadi.
"Kalian bisa keluar sekarang," kata Mike, sambil membuka handuk lebar-lebar.
Ketika Masha keluar dari air, Mike kemudian tampak terburu-buru menutupi Masha dengan handuk.
Masha akhirnya menyadari apa maksud Mike, yang menyuruhnya agar tidak buru-buru keluar dari air tadi.
Blouse atasan Masha yang terbuat dari bahan sifon, pasti menerawang saat basah, dan pasti saja menampakan bagian atas tubuh Masha, hingga kulit dan br* Masha akan terlihat dengan jelas.
"Disebelah sana ada tempat ganti," kata Mike, sambil menunjuk salah satu sudut dibagian belakang rumahnya itu.
"Kalian bisa berganti disitu. Didalam situ ada jubah mandi," lanjut Mike.
"Terus? Kamu?" tanya Doni.
"Aku masih mau berenang lagi. Kalian duluan saja," jawab Mike, sambil berjalan kearah kolam renang.
Masha masih bisa mendengar suara air, karena Mike yang kembali terjun bercebur didalamnya, ketika Masha dan Doni berjalan belum terlalu dari kolam renang.
Didalam tempat yang ditunjukkan Mike, terlihat ruangan seperti kamar yang berisikan beberapa petak-petak berdinding tipis.
Masha mengambil satu jubah mandi, dan membawanya masuk kedalam salah satu petak, lalu membuka pakaiannya yang basah, dan berganti dengan jubah mandi itu, sebelum kembali berjalan keluar dari tempat itu.
Ketika Masha keluar dari tempat itu, Mike terlihat masih berenang di kolam, dan tampak seperti seorang perenang profesional.
__ADS_1
"Sudah? Kita kedalam rumah duluan. Aku sudah beritahu Mike tadi, kalau mungkin kamu mau mandi lagi, dan berganti pakaian," ujar Doni.
Masha dan Doni kemudian bersama-sama berjalan masuk kedalam rumah, hingga masuk ke kamar masing-masing, meninggalkan Mike yang masih berada di kolam renang sendirian.