TOXIC : Story of Masha

TOXIC : Story of Masha
Part 35


__ADS_3

Tidak berapa lama Masha duduk di sofa bersama Mike, terdengar suara orang yang sedang bercakap-cakap diluar gudang.


Mike kemudian berjalan keluar dan memeriksa keadaan disana sendiri, sementara Masha tetap duduk di sofa.


Ketika Mike kembali, terlihat dua orang bersamanya sedang mengangkat satu buah kasur berukuran sedang.


"Letakkan saja dikamar itu!" kata Mike kepada orang-orang itu.


Masha hanya bisa melihat gerak-gerik Mike bersama kedua orang lain itu, tanpa mau berkomentar banyak.


Mike memang tidak hanya sedang bercanda.


Mike kelihatannya benar-benar ingin tinggal di gudang itu bersama Masha.


Masha menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan.


Meskipun tindakan Mike itu rasanya tidak cocok dengan perasaan Masha, tapi apa yang bisa dia lakukan?


Tempat itu milik Mike.


Kalau Mike sampai tiba-tiba mengusir Masha, karena Masha yang terlalu banyak protes, maka Masha akan kebingungan untuk menetap dimana.


Dan bagi Masha, mencari tempat tinggal baru untuknya tanpa memiliki uang sepeser pun, bukanlah hal yang mudah.


Mau tidak mau, Masha hanya bisa setuju dengan permintaan Mike.


Sedikit yang membuat Masha masih merasa lebih tenang, karena selama ini, ketika Mike tidur didekatnya, Mike tidak pernah melakukan sesuatu yang melewati batas.


Sudahlah...


Kalau Doni kembali ke tempat itu, pasti Mike yang akan menjelaskan situasinya, dan Masha tidak perlu merasa terbeban dengan Doni.


Mike terlihat mengantarkan orang-orang itu keluar, dan masih berdiam diluar untuk beberapa waktu lamanya, sebelum dia kembali masuk, sambil membawa sebuah koper ditangannya.


"Beres!" ujar Mike, sambil ikut duduk di sofa, di sebelah Masha.


"Kamu mau makan apa?" tanya Mike.


"Aku masih kenyang dengan makanan kita di perjalanan tadi," jawab Masha.


"Kalau begitu, apa ada yang mau kamu lakukan?" tanya Mike.


"Tidak ada. Aku hanya mau bersantai sebentar, sebelum mengerjakan berkas-berkas itu," jawab Masha, sambil menunjuk kertas-kertas diatas meja komputer.


"Aku nanti membantumu," ujar Mike lalu mengambil salah satu tangan Masha, dan menggenggamnya dengan erat.


"Kamu terlalu sering menyentuhku..." kata Masha.


"Apa kamu marah?" tanya Mike.


Masha terdiam untuk beberapa saat, sambil berpikir.

__ADS_1


Masha harus akui kalau ada rasa nyaman, saat ada yang menggenggam tangannya seperti itu.


Tapi, kalau terlalu sering, bisa-bisa Masha jatuh hati dengan Mike, dan itu bukan hal yang bagus, berhubung Masha sekarang sedang berpacaran dengan Doni.


Ah, sudahlah... Biarkan saja.


"Aku hanya agak merasa aneh, kalau kamu terus-terusan memegang tanganku seperti ini," jawab Masha.


"Maafkan aku... Tapi, aku merasa nyaman saat ada orang yang aku sentuh. Dengan begitu, aku tahu kalau aku tidak sedang sendirian..." kata Mike


"Jadi, aku memaksa agar kamu sebaiknya belajar membiasakan diri," lanjut Mike sambil tertawa.


"Aku rasa, aku bisa menuntutmu karena mengganggu privasiku," kata Masha.


Mike tampak tidak perduli dengan perkataan Masha, dan hanya tetap tertawa.


"Seingatku, kamu waktu pertama kali bertemu denganku. Kamu tampak dingin, dan seakan-akan tidak suka dengan keberadaanku," celetuk Masha.


"Apa kamu mau aku jujur tentang alasannya?" tanya Mike.


"Iya," jawab Masha.


"Hmmm..." Mike menggumam.


"Aku sudah beberapa kali dimanfaatkan... Ketika aku terbuka dengan seseorang, orang-orang itu hanya menginginkan sesuatu dariku, kemudian pergi menghilang meninggalkanku begitu saja," kata Mike.


"Jadi, bagaimana denganku? Apa kamu tidak terpikir, kalau aku juga mungkin hanya memanfaatkanmu?" tanya Masha.


Setelah beberapa waktu yang aku habiskan denganmu, aku merasa kalau ada yang berbeda darimu, dibandingkan dengan orang-orang itu," jawab Mike.


"Aku merasa, kalau kamu lebih mirip dengan Doni... Dan kamu lihat saja, bagaimana aku bisa tetap berteman dengannya selama ini," lanjut Mike.


Masha mendengarkan perkataan Mike dengan seksama, dan rasanya Mike memang bersungguh-sungguh saat bicara dengan Masha saat ini.


Kalau dipikir-pikir, Mike yang royal saat merasa dekat dengan seseorang, memang bisa dengan mudahnya dimanfaatkan kebaikannya.


Sedangkan Masha tidak meminta apa-apa saja, Mike bisa memberikan Masha ini dan itu.


Bagaimana kalau Masha meminta kepadanya, dengan alasan kalau Masha membutuhkannya?!


Kemungkinan besar apa saja yang diminta Masha, akan Mike berikan.


"Mike! Kira-kira, kapan aku bisa gajian? Aku butuh sepatu baru..." tanya Masha mencobai Mike, sambil menunjuk sendal gunung yang biasanya Masha pakai, yang tergeletak di depan pintu.


Mike kemudian melihat kearah pintu.


"Kenapa kamu tidak bilang waktu kita di toko kemarin? Mau pergi mencari sepatunya sekarang?" tanya Mike, sambil berdiri, dan sedikit menarik Masha agar ikut berdiri bersamanya.


"Mike! Aku hanya bercanda!" ujar Masha, dan menarik Mike agar kembali duduk di sofa.


"Tidak apa-apa, aku akan membelikannya untukmu. Kamu kelihatannya memang butuh sepatu yang layak. Aku tidak akan memotong gajimu. Itu nanti bisa jadi tabunganmu," kata Mike buru-buru.

__ADS_1


"Tidak... Aku tidak membutuhkannya," kata Masha.


"Aku hanya butuh hatimu saja..." lanjut Masha bercanda, sambil tertawa.


Mike tidak tertawa, bahkan menampakkan raut serius diwajahnya, seolah-olah Mike benar-benar terkejut mendengar perkataan Masha.


"Aku hanya bercanda... Jangan dibawa serius...!" ujar Masha pelan.


Mike tampak menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskannya dengan pelan, tampak seperti sedang menenangkan dirinya sendiri.


"Jangan bercanda dengan hal itu lagi, oke?!" kata Mike terdengar serius.


"Oke, oke!" jawab Masha.


"Hmmm... Tapi... Boleh aku tahu kenapa?" tanya Masha.


"Tidak," jawab Mike singkat, lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Aku mau berbaring dikamar sebentar," lanjut Mike, kemudian berjalan meninggalkan Masha disitu.


Masha hanya menganggukkan kepalanya, lalu ikut berdiri dan pindah kekursi kerja yang ada didekat meja komputer.


Setelah menyalakan layar komputer, Masha kemudian mengerjakan penginputan data dari berkas-berkas kedalam komputer itu.


Sembari mengetikkan data-data kedalam komputer itu, Masha jadi terpikir tentang gerak-gerik Mike.


Mike mungkin tidak suka perkataan tentang hal mesra, karena itu memang terdengar seperti omong kosong, dan seakan-akan hendak memanfaatkannya saja.


Betapa terkejutnya Masha, ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Jangan salah paham...! Aku tidak sedang marah denganmu... Aku hanya tidak mau membahas itu saja." Suara Mike setengah berbisik ditelinga Masha.


"Oke! Kamu bisa melepaskan aku sekarang. Aku masih harus bekerja," kata Masha.


Mike kemudian melepaskan pelukannya dari Masha, tanpa berkata apa-apa lagi.


Masha kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Untuk beberapa waktu lamanya Masha didepan komputer, pinggang dan punggungnya terasa cukup pegal.


Masha meregangkan tubuhnya, sambil memutar kursi dan berbalik.


Mike terlihat berbaring di sofa, dengan kakinya yang menggantung disisi sofa, sambil membaca buku.


"Bukannya kamu bilang, kalau kamu mau berbaring dikamar?" tanya Masha.


"Aku mau disini saja," jawab Mike, tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku yang dipegangnya.


Masha kembali memutar kursinya, dan lanjut mengetik di komputer, sambil sesekali memeriksa ulang kertas yang berisi data-data.


"Mike! Kamu masih disini?" Terdengar suara Doni bertanya, dibelakang Masha.

__ADS_1


__ADS_2