
dia menolongku ke rumah sakit...
aku mendapatkan luka jahitan di punggung...
accardi datang ...
"maafkan aku..."
"solal apa !?...
seharusnua kamu berterimakasih kepadaku..."
"terimakasih...accardi..."
"hahaha....kamu tau namaku..."
"tentu saja...
kamu kan pernah menjadi klienku lebih dari sekali...
...
maafkan aku berburuk sangka kepadamu..."
"itu telah biasa terjadi...
mudah jadi penjahat , tapi sulit berbuat kebailkannya.
...
ok.. aku harus pergi..."
dia memerima panggilan dan pergi...
tak mala kemudian john dan olivia datang...
dan aku menceritakan semuanya kepada mereka...
john memiliki perasaan yang aneh dari awal karena vava mudah sekali mencari dimana lukasz sekarang...
karena bersemangat itu lukasz, kami tidak habis fikir.
bearti vava di pihak somin...
ada berita yang mengatakan kalau ada mobil meledak hebat yang membuat mayatnya tak teridentifikasi karena mayatnya telah terbakar hebat walaupun ditengah hujan lebat...
kami bertiga yang baru saja menceritakan mobil itu baru saja hilang...
sial... kita kehilangan jejak...
aku melihat somin di depan pintu...
__ADS_1
aku berbalik arah dan akan menghajarnya walaupun dia memiliki pengawal.
dia hanya tersenyum.
pengawalnya menjauhiku dari dia. saat pengawal itu membalas perbuatanku, somin menghentikannya.
dia hanya menatapku lalu berbalik arah.
"kamu mau apa !?."
"entah lah...
kenapa kamu marah kepadaku sayang...?"
"sayang ...!!!
wajar saja aku marah brengsek...!!!
kembalikan perla dan lukasz...!!!."
"lebih baik kamu bergabung denganku..."
sial... karena tidak ada alasan dia di tangkap dan uangnya, dia seenaknya saja berkeliaran...
hari berlalu...
persidangan semaki rumit aku akan menghajar somin...
memang bukti belum lengkap, namun aku yakin aku bisa mengalahkan orang kaya itu...
dan satu lagi alasan yang kuat...
yaitu asuransi yang besar...
berita aku memgungkit kejadian tersebut tidak ada respon sama sekali lebih dari tiga minggu...
dan nasib baik berada di pihakku...
anak kecil tersebut mengirimkan beberapa saksi mata dari orang yang dia kenal di tempat kerja ayahnya...
dan bersedia datang ke persidangan jika di perlukan...
aku semakin bersemangat...
aku pergi ke rumah anak kecil tersebut dari alamat yang dia kirimakan ke padaku...
ternyata saat kejadian itu , panggilan yang sering aku dapatkan adalah nomor tak di kenal...
aku mengabaikannya...
sekarang dia tinggal hanya bersama dengan ibunya...
__ADS_1
dia anak yang baik yang sagat melindungi ibunya...
aku pamit pulang...
di perjalanan...
....
panggialn itu kembali lagi...
aku mengangkatnya...
"hallo sayang...
akhirnya kamu mengangkat panggilanku..."
akhir - akhir ini dia sering menelfonku.
entah dapat dari mana dia menemukan nomorku.
perkataannya selalu sama dia ingin bekerja sama denganku. tentu saja aku bilang tidak
"terserah apa katamu, namun jawabanku masih sama...!!!
tidak brengsek...!!!."
aku sekarang berada di parkiran...
aku hampir sampai di depan rumah ...
namun,aku merasakan hal yang sama. apa somin menghajarku saat aku melengah seperti saat itu !?
seseorang memegang pundakku, untungnya itu hanya accardi...
dan...
dari belakang seseorang langsung memelukku...
...
perla...
itu sangat jelas karena warna rambutnya...
aku memeluknya dengan erat, aku tidak mau dia hilang lagi...
rindu dan khawatirku lenyap seketika...
perla mencaritakan apa yang terjadi kepadanya...
penglihatannya semakin buruk...
__ADS_1
luka yang dia dapatkan saat tidak sadarkan diri dan berusaha menyelamatkan diri ke tepi sungai dan tak berdaya di balik rawa- rawa...
dan aku kembali menjadi buta kembali...