
aku pun juga sama seperti mereka, jika aku bosan di rumah aku ke kantor mereka.
kebetulan cheese juga di rumah ku.
seperti yang cheese katakan kepadaku kemarin, kami ke rumah sakit.
pemeriksaan yang aku jalani berjalan dengan lancar, mataku hanya iritasi biasa. dokter memberiku obat.
namun entah kenapa mataku semakin sakit.
kami pulang tidak mendapatkan hasil walaupu aku telah memakainya di rumah sakit, mungkin obatnya belum bereaksi sekali pemakaian
perasaan ku tidak tenang.
setibanya di rumah ternyata joy menunggu kami di luar.
"kamu dari mana ?."
"dari rumah sakit.
perla, matanya hanya iritasi biasa."
joy melihat keadaan mataku, saat tangannya menyentuh wajahku terasa hangat.
membuat rasa cemasku memudar.
aku bahkan tidak sadar tanganku juga menyentuh tangannya.
"mana mungkin baik - baik saja."
"ya ampun... jika aku rutin memakai obat nggak ada masalah."
semakin hari mataku semakin sakit, bahkan aku tidak bisa bekerja.
joy atau cheese merawatku jika mereka tidak ada tugas
malam semakin larut. tubuhku lelah, namun fikiranku tidak bisa berhenti.
aku bahkan mendengar suara tawa seseorang yang sangat mengerikan, aku takut sekali saat aku melawan ketakutanku sendiri rasa sakit ku hilang.
namun sakit itu mulai lagi
__ADS_1
namun entah kenapa sesaat aku tertidur pulas.
aku senang rasa sakit di mataku hilang.
sekarang aku bisa bekerja lagi seperti biasa.
karena cheese dan joy sibuk sekarang dan tidak ada di rumah, aku ke kantor mereka karena bosan.
untung saja ketua sekarang kerja di kantor mengurus anak - anak bertengkar di tempat umum.
dia sangat cerewet dan lucu, namun itu yang membuat kantor ini tidak sepi.
salah satu mahasiswa telah di jemput oleh walinya, sedangkan yang satunya belum.
aku penasaran, apa yang dia perbuat sampai bertengar.
"sore ketua, aku membawa beberapa roti lapis..."
"owh.. terimakasih..."
" mereka ribut kenapa ?."
"dia mencuri."
dari wajahnya dia terlihat seperti korban dalam perkelahian.
saat aku mencoba memberi salah satu roti, ketua menggenggam tanganku.
"dia pencuri."
"pencuri ?."
"jangan lihat tampangnya saja.
dia sering buat onar, sampai - sampai orang tuanya muak."
"bagaimana jika dia di terima seperti joy ?.
siapa tau dia handal seperti dia."
"pacar kamu itu ?
__ADS_1
emang sih dia pernah berbuat onar saat umur 16 tahun."
ketua langsung memanggilnya sambil mengambil beberapa dokumen dan mengambil salah satunya.
ketua menjelaskan apa yang ada di dokumen itu.
" jika kamu selesaikan tugas ini dengan cepat aku akan memberimu hadiah."
"tidak perlu, aku muak ."
wajahnya polos, cara bicaranya sama denganku tapi kenapa aku takut ya.
ketua hanya tertawa melihat ekspresiku yang kaget dengan cara bicara mahasiswi itu .
saking emosinya aku menampar pundak ketua beberapa kali dengan dokumen itu.
"hahaha... sofi itu tidak tertarik dengan hal ini"
"kenapa dari tadi nggak bilang !!!
malu - maluin."
"ya kan aku udah bilang dia sering buat onar hahahaha..."
diam - diam ternyata sofi juga tertawa.
"sebentar, nama nya sofi kan.
namamu tidak semanis dirimu."
"emang, aku muak..."
aku juga langsung memukulnya.
dia merintih kesakitan.
"hahaha... pukulanmu luar biasa."
aku penasaran dengan misi ketua. aku menganbilnya dan membacanya.
sofi langsung mengambilnya.
__ADS_1
"aku akan melakukannya jika kakak membantuku."
"aku belum tau apa kasusnya, kemarikan."