traditional dancer

traditional dancer
34


__ADS_3

padahal hanya mengganti warna baju dan blazer...


aku sangat cantik, aku bahkan betah berlama - lama berkaca.


aku tersadar pasti joy lama menungguku.


aku berlari ke parkiran supaya joy tidak lama menungguku.


joy berdiri di samping mobil sambil menelfon ku.


"aku melihatmu..." melambai ke arah joy


"gila, aku tidak melihatmu.


aku tidak sadar kamu datang


kamu beli baju baru ?."


"aku dapat baju ini dari muridku , apa aku aneh memakainya ?."


"aneh... ?


malahan kamu tambah cantik...


kenapa dari dulu kamu tidak seperti ini malahan."


aku menceritakan semuanya kepada joy.


dia hanya tertawa...


"tapi sekarang matamu nggak apa- apa kan ?."


"memerah sih...


tapi nggak terlalu sakit ...


ayo pulang. "


saat membuka pintu mobil, dia menarikku


dia melihatmataku dan memegang wajahku.


dia mencium keningku.


dan paling medebarkannya lagi saat dia mencium bibirku...


aku sangat bahagia di dekatnya.


aku juga sangat bahagia bertemu dengan yang lain...

__ADS_1


bahkan aku lupa seperti apa aku di masa kecilku.


di perjalanan kami tidak langsung pulang, kami ke cafe yang sering aku jumpai kalau tidak langsung kerumah.


kami berbicara banyakhal tampa sadar hari menunjukan pukul dua.


kami pun langsung bergegas pulang karena telah lelah bekerja.


saat di mobil menuju pulang joy menceritakan kalau cheese dan sofi seperti anak kembar yang berada di rumah.


mereka bergantian bermain airboard di sana.


bahkan ketua mengajakku pergi ke rumah temannya hanya untuk tidur.


bukannya tidur di rumah temannya, kami malah di ajak ke tempat karoke.


di tengah- tengah karokean aku kabur karena tidak suka.


untung saja kamu belum pulang.


di tengah perjalanan pekerja di karoke yang tempati menelfon joy


kalau mereka meminta bantuan mengantarkan mereka pulang karena semuanya mabuk berat .


"untunglah semua selesai, akhirnya mereka tenang dan aku bisa tidur."


"kamu menjalani hari yang panjang."


paginya aku masih mengantuk kan melanjutkan tidur.


tau - taunya cheese dan sofi ada di dapur untuk sarapan.


sofi mengajakku sarapan


"bangun pemalas...


ini sarapan untukmu..."


"perla jangan di bangunin, dia nggak suka...


kalau dia lapar dia makan..."


"darai tadi kita mengganggu donk..."


"itu nggak masalah bagi dia...


cepat angkat pancakenya ...!!!."


"kamu kemarin kalah, traktir aku makan siang..."

__ADS_1


"masih ingat aja nih anak..."


akhirnya aku bangun dan mereka bermain di halaman belakang.


sudah jam makan siang .....


aku memasak pasta juga untuk mereka dan menyusulnya ke halaman belakang. untuk di maka bersama - sama.


setelah selesai makan, cheese mengajak kami melanjutkan permainannya.


namun aku dan sofi tidak mai


bola basket yang cheese mainkan ke halaman orang lain.


cheese berniat untuk ke halaman rumah orang lain dengan memanjat, karena tingginya hanya se leher cheese.


pagarnya tidak kuat, aku malah takut cheese jatuh.


saat cheese telah di halaman tersebut dan mencarinya, ternyata anak kecil menolong melemparnya ke arah cheese.


"hallo, aku sering mendengarmu..."


anak kecil itu langsung ke dalam rumahnya.


perla : jangan lama- lama di sana... nanti di sangak maling ...


cheese : iya bawel...


memanjat lagi ...


ternyata dia jatuh....


aku dan sofi tertawa sangat keras....


perla : dari awal udah reot malah lanjut...


cheese berjalan ke arah kami sambil menahan malu dan sakit.


cheese : iya - iya...


perla : tau malu juga kamu ha...


cheese : ternyata anak itu tinggal di siniya..


melihat ke arah rumah itu lagi.


sofi : siapa ...?.


cheese : teman ku bilang dia sering ke kantornya, namun saat di tanya dia malah lari.

__ADS_1


perla : setau aku nggak ada orang yang tinggal di sana, atau aku jarang memperhatikannya ?


sofi : kalau di lihat - lihat dia takut melaporkan sesuatu karena di ancam seseorang.


__ADS_2