traditional dancer

traditional dancer
20


__ADS_3

perlahan - lahan dia menjelaskan kejadian yang menimpanya.


wajahya terlihat sedih.


"... apa yang terjadi ?."


sisi smith


aku anak termiskin di sekolah berkelas karena perstasi dan untungnya di sekolah ini memiliki asrama.


karena aku tidak memiliki rumah dan siapa - siapa sekarang.


karena adikku satu - satunya hidup denganku dan bersekolah disini tiga tahun yang lalu meninggal.


kalian mau tau adikku meninggal !?


adikku memiliki kanker di otaknya, dan aku berkesempatan melanjutkan pendidikannya yang sangat mahal, dan jika aku tamat di sini akan mudah mendapatkan pekerjaaan diamanapun .


malam yang sangat aku nantikan untuk beristirahat .


aku sering melihat dua teman adikku yang sering beribadah di dekat asrama.


aku hanya mengenalnya lewat foto yang selalu adikku lihat sampai akhir hayatnya yang di belakang nya bertulis.


abirama dan so min kau yang terbaik ...


namun malam yang sunyi itu ku dapatkan dalam sekejap mata .


"anak haram ...!!!


pulang lah ke negaramu ...!!!.


mana matamu yang sebelah ...!!!


ke dua temanmu saja meninggalkanmu ... !!!


HAHAHAHAHAHAHA ..."


aku keluar ...


sepanjang jalan itu yang selalu aku dengar .


biasanya yang aku dengar cacian dari mereka hanya lah miskin , bau , jijik ...


siapa yang mereka caci sekarang !?


aku menelusuri suara anak berngsek itu .


dan suara itu muncul di suatu raungan ibadah hindu bali yang sangat cantik, namun dengan suara yang sangat mengerikan untuk hambanya yang sedang berdoa di sana .


di sana jarang ada penganut hindu .


di sini adikku dan temannya berfoto .


ini sangat langka di mataku, biasanya orang seperti itu ku lihat di buku atau di sebuah film .


dia sangat khusyuk ...

__ADS_1


dia sangat kuat karena tidak meladeni anak orang kaya yang brengsek itu .


aku kembali ke kamarku karena itu tidak ada hubungannya denganku .


dan ...


saat aku membalikkan badan ku ...


"dewa ... tolong aku ...


dewa ... aku mohon ...


dewa ..."


suara wanita itu terdengar namun sangat kecil ...


dia membutuhkan bantuan .


dan ...


aku melihat dia mengis di pantulan patung di sana .


anak - anak lain muncul dengan sampah yang sangat busuk di kantong yang mereka bawa .


Apa yang mereka lakukan telah terfikirkan olehku.


Dia melempar semua sampah itu ke somin.


"Percuma kau rajin beribadah brengsek ....!!!


Pembunuh ...


Pembunuh ...


Pembunuh !?


Somin pembunuh !?


Mereka semua telah puas dan kembali ke asrama dengan wajah yang semangat .


kalian pasti berfikir kenapa tidak menolongnya, atau lebih parah di fikiran mu,aku pecundang .


jawabannya adalah mereka semua kaya, dia bisa memolak balokan fakta dengan uang mereka .


lebih baik aku tamat bulan depan dengan aman, bodohnya aku penasaran dengan dia, dan mengabaikan masa depanku.


aku menyiram mereka dan menghajar mereka semua .


Aku yang tidak tau somin dari siapa langsung menghampirinya .


Dia sedang membasuhi wajahnya.


Namun ...


Dia tersenyum seakan akan tidak terjadi apa - apa padanya, dan juga para brengsek yang menyuksanya .


dia tertawa sepeninggalanku .

__ADS_1


"dia membuatku buta ...!!!


kenapa brengsek itu mulai dengan menuskuk ke dua mataku dengan alasan bercanda, dan brengsek itu tidak di hukum karena aku tidak sengaja !!!.


dia hanya bilang maaf.


lalu melakuka hal yang sama lagi terhadap temanku ...


1 .mereka membutakan temanku...


2.melumuriku dengan kotoran, memasukannya ke dalam mulutku dan saat temanku membutuhkan air, mereka melajutkan penyiksaan yang ke tiga ,mengalirkan listrik ke dalam air yang dia pakai untuk membersihka diri


sampai meninggal ....


apa yang kau rasakan ...!!!.


aku di fase pertama sekarang, sebentar lagi aku akan mati ."


"...


abirama ...


dia meninggal karena brengsek tersebut !?."


dia salah satu teman adikku dan satu lagi akan meninggal di depen mataku .


jadi itu alasan dia meninggal, bukan karena kecelakaan !?.


kenapa dekektif itu berbohong kepadaku !?


seperti memprediksi kematian sendiri.


yang lain muncul membawa kotoran peliharaan mereka.


wanita itu yang tau rencana mereka juga mulai muak dan menghajar mereka .


gilanya, mereka benar - benar akan memasukkan kotoran itu ke dalam mulut somin .


kelakuan mereka yang seemakin menjadi - jadi .


membuatku muak ...


aku menghajar mereka satu persatu, memberikan kunci kamarku dan menyuruh somin bersembunyi di kamarku .


"brengsek, kau tau kan jika kau ikut campur .


kau akan keluar malam ini juga !!!." dia menelfon kepala sekolah, ayahnya .


aku melempar ponselnya dan menginjaknya.


"tidak perlu, aku akan pergi brengsek !!!."


saat aku membersihkan tubuhku, aku mulai berfikir bagaimana masa depanku.


kenapa aku membelanya !?


jelas jelas aku tidak begitu mengenalnya .

__ADS_1


dia hanya teman adikku .


__ADS_2