
aku dan kakak diam- diam mendaftar memjadi polisi, bahkan aku berhenti di pertengahan dari kuliahku.
kami lulus untungnya kami salah satu dari 10 orang terbaik dan langsung menjadi detektif.
namaun di tengah jalan, kakak tidak dapat di hubungi.
tak lama setelah itu aku dan chyara di suruh mencari tempat tinggal yang baru. karena ayah tekah curiga.
untungnya aku dapat pekerjaan dan pindah dengan aman dengan chyara.
bahkan aku dan chyara aman di tempat baru.
kami kembali menjadi diri kami sendiri lagi.
baru lah saat chyara mulai kerja, kami berpisah. karena chyara ingin dekat dengan kantor tempat dia kerja, sedangkan aku lebih banyak di kantor polisi ketimbang tidur dirumah.
aku tidur di tempat dimana kantor polisi itu menyediakan tempat istirahat.
tepat sekali...
aku, kakak dan tamu spesial kami akan ke kantor polisi sekaligus tempat tinggalku.
"kamu gila ya , lihat tampang tamu kamu seperti ini."
perla memiliki style yang bertema warna hitam, kecuali matanya yang putih.
"nggak masalah..."
perla tersinggung
"emang kenapa ha..."
wajah kakak yang cemas hilang dan kembali diam lagi.
"ya... nggak masalah sih."
setibanya di sana...
ketua timku menyambut kedatangan kami
ketua tim : wow, kamu langsung menangkap penjahat.
__ADS_1
kakakku tertawa
maldwyn : sudah ku duga... mereka akan berfikir begitu...
seperti biasanya,jika perla emosi dengan pukulannya.
perla : sial...
aku ikut ketawa, untungnya aku tidak di pukul
cheese : bukan ketua...
ketua tim : dua penjahat sekaligus malahan.
giliran perla menertawakan kakak.
aku menjawab bukan lagi.
cheese : ketua ingat kan, aku dan tiga lainnya di tugaskan di sini ?
kakakku lah salah satu dari ke tiga orang itu.
ketua menghampiri kakak dan memegang tangan kakak yang terbilang kecil bagi orang eropa.
kakak langsung membanting ketua denga sangat keras.
perla bertepuk tangan, tawanya makin keras.
perla : selamat, kamu belum kerja langsung di pecat.
cheese : ketua maaf, kakak nggak suka di bilang seperti itu...
aku jadi kakak juga melkakukan hal yang sama, tapi dia akan langsung di pecat.
ketua bangun dengan memegang tangannya yang masih sakit.
ketua hanya diam.
cheese : owh iya ketua, ada yang ketinggalan di jalan...
menyeret kakak dan cheese ke dalam mobil.
__ADS_1
perla sangat senang bahkan dia mengeluh pipinya sakit karena tidak pernah tertawa sepuas ini.
ketua langsung berdiri.
ketua : mana ada orang yang senang di caci begitu.
kalau pergi dia akan tidak akan bertugas di sini.
serius...
aku tidak menyangka punya ketua seperti dia.
aku sangat berterimakasih keoada ketua.
sepertinya perla dan kakak mendapatkan karma instan.
kami langsung masuk,kakak bersama ketua membicarakan tentang pekerjaan karena dia baru masuk.
sedangakan aku dan perla ke kamar istirahat wanita.
aku lansung berbaring karena lega kakak bisa di terima di sana.
perla melihat - lihat kamar.
"disini kantor illegal ya..."
"kenapa emang ?."
"aku melihat anak - anak berumur sekitar 19 tahun juga bisa bekerja di sini.
apa tumbuh dia memangsperti 19 tahun, namun dia berumur 19 tahun keatas ?. "
"ya, benar sekali...
dia berumur 19 tahun...
disini di akui pemerintah, namun karena orang tidak mempercayainya ya, kami di anggap illegal.
dia di terima karena dia menagkap penjahat di sekitar rumahnya.
dia langsung di tes seperti kakak oleh ketua dan langsung bekerja.
__ADS_1