
aku sangat malu dan menuju teater dan ...
somin di depanku ...
dia kaget melihatku dan menangis dengan raut wajah yang bahagia ...
kenapa dia terharu melihatku !?
dia berlairi ke arahku dan memelukku ...
di sana lah, aku mulai bekerja bersamanya .
dia membetiku mobil dan rumah untuk aku huni, bahkan uang puluhan juta berada di tanganku .
kuliah ku lancar, bahkan aku lulus lebih cepat karena pengacara .
karena aku menemukan kaki tangan pembunuh berantai yang telah sepuluh tahun memenggal korbannya sebagai ciri khasnya .
dan somin memanggilku hanya untuk menemani dia saat ke acara keluarganya, dan aku berpura - pura menjadi pasangannya.
jadi aku tau, kenapa dia memberiku uang begitu banyak, karena menyamakan status ku dengan keluarganya.
sehingga somin memiliki alasan menolak orang yang telah membunuh temannya.
di salah satu pesta, aku betemu dengan lukasz.
seperti biasa, kaluarga lukasz menyukai somin.
di depan mataku.
dan somin terlihat baik - baik saja dengan lukasz namun ....
aku tidak rela tunangan itu terjadi.
sontan aku mengentakkan tanganku ke meja begitu keras di hadapan ke dua keluarga itu dan langsung pergi .
"hahaha ... kenapa kamu keluar sayang ..."
"kau jangan salah sangka, aku hanya mabuk ..."
"salah sangka !? ."
"hahaha ...jelas orang bisa berfikiran buruk kalau kamu seperti itu ...."
"akhirnya pesta itu berakhir ..."
"iya , doaku juga terkabulkan ..."
__ADS_1
dia mengatakan hal itu lagi
"apa !?.
doaku terkabulkan , apa doamu saat kamu mengatakan hal itu kepadaku ."
... dia tertawa ...
" hahahaha ...
bukan apa - apa ... " dia malu mengatakannya ....
"terserahlah, aku pergi ...
hallo, aku telah selesai ..." menghubungi pengacara.
pengacara itu hampir sampai ...
" .... jika dewa ... turun menghajar mereka .... aku akan ...
...
sudah lah ...
sebenarnya aku juga bosan menari hari walaupun itu kesukaan ku.
aku hanya perlu istirahat sekarang karena satu jam lagi aku teater"
dia aneh ...
pengacara telah sampai di gerbang rumah somin.
karena memikirkan somin, aku tidak sadar ternyata telah sampai tujuan.
rumah sakit ... !?
"kenapa kesini !?."
"hm... untuk menjadi patnerku sebagai detektif lagi, apa lagi ..."
kami menuju lobi rumah sakit.
patnernya dokter disini...
kami kelantai dua karena ruangan dokter di sana,anehnya bukan masuk ke ruangan dokter, malah masuk ke ruangan pasien .
aku melihat nama pasien di depan pintu salah satu orang yang menghajar somin.
__ADS_1
pasien yang di rawat disini bernama maldwyn yang berarti kawan yang tegas dan pemberani, namun tidak sesuai dengan kepribadiannya .
aku kaget karena yang dia salah satu korban pembunuh berantai yang hampir mati .
kepalanya hampir putus mengerikan sekali.
dia memang membunuh orang, namun aku tidak tega melihatnya .
aku keluar dari ruangan tersebut dan menarik pengacara tersebut .
"apa benar dia salah satu korban pempunuh berantai itu !? ."
"dari hp milik dokter itu, dia merekam kejadian tersebut yang kejadiannya di salah satu hotel ."
pembunuh memekai pakaian hitam dan wajahya dia tutup, matanya merah.
namun tidak ada satu pun senjata tajam di tangannya .
dia menggerakkan kepala dan matanya .
matanya mengeluarkan sinar,dokter terpojok di ujung balokn lalu jatuh .
hal itu yang membuat kepalanya setengah mengenai cahaya tersebut .
kaki tangannya telah aku tangkap, bearti dia sendiri yang membunuh korbannya sekarang .
aku harus menanyakan nya langsung ke kaki tangannya .
"kamu mau kemana !!!." pengacara itu bingung karena aku meninngalkannya.
"dia sebenarnya bisa membunuh korbanya sendiri .
namun ...
dia pasti tidak akan membunuh korbannya ...
karena kekuatannya tidak sempurna ..."
"lalu ...
kenapa dia tidak bisa membunuh korbannya dengan sempurna ...
apa dia menikmati nya ...!?
apa dia memiliki kelainan mental ...
psycopath ...!? "
__ADS_1