traditional dancer

traditional dancer
17


__ADS_3

"aku harus pergi..."


banyak panggilan yang masuk ke ponselku...


jaga dia dan hubungi aku jika operasinya telah selesai ok..."


"mana mungkin..."


"mana mungkin...?"


taxi yang aku pesan pun datang ...


aku meninggalkan accardi...


tentu saja aku mempercayainya, karena dia telah lama menjaga perla selama ini...


"aku percaya kepadamu..."


sisi accardi


chayara meninggalkanku dengan si sangar tersebut...!?


"BRENGSEK...!!!."


dari belakang perla mencariku, perawat yang mengatarnya mulai ketakutan...


dia menghampiriku...


"tenang, dia aman bersamaku..."


perawatpun meninggalkan kami dengan lega....


"kamu tau ini rumah sakit !!!


kenapa harus teriak - teriak segala...!!!


entah sipa yang brengsek sekarang..."


dia hanya terdiam dan murung...


apa perkataanku menyakiti hatinya !? ...


tidak mungkin...


jika memang, kenapa baru sekarang dia seperti itu, kami memang seperti ini ...


"jangan menghilang brengsek...!!!


kemarin kamu kemana brengsek...!!!."


"hahaha... tentu mengurus operasi kamulah apa lagi..."


"..."


"kenapa kamu diam sih...


"..."


apa dia merindukanku ?...


tidak...


bodoh ... sadar dirimu... jangan jatuh cinta kepadanya...


kamu di tugaskan untuk membubuhnya, malah tergila-gila kepadanya...


sial...


aku benar - benar jatuh cinta kepadanya dab mengabaikan tugasku selama ini...


lama - lama aku bisa mati dengan ancaman ketuaku...


tetapi aku juga tidak tega membunuhnya...


"tapi kamu sendiri yang mengusirku dan bisa menghadapi semua sendiri..." mencoba menghindar...


dia sangat aneh , namun masih galak seperti biasa...


aku mencoba menenangkannya...


manamungkin aku bisa menjauhinya...


entahlah...


difikiranku hanya dia...


"tenanglah... operasinya di tangani dengan dokter yang ahli di bidangnya..."


dia mulai menagis...


aku yang bingung tidak bisa berbuat apa - apa...


nih cewek galak , tapi juga cengeng...


tiba - tiba dia bertanya kepadaku...


"kenapa..."

__ADS_1


"kenapa...?"


"kenapa kamu mau menghabiskan uangmu hanya supaya aku bisa melihat...???."


alasan...


ya ampun...


aku baru sadar sejauh ini aku mepangkah untuknya...


perawat mengatakan jika operasinya akan segera di mulai ...


dia memohon kepadaku untuk mengantarkannya...


"baik lah... aku akan mengantarkannya..."


lalu perawat itu berterimakasih lalu pergi keruangan operasi terlebih dahulu...


aku memuntunnya ke ruangan operasi...


semakin dekat ke ruang operasi, semakin kuat genggamannya ke tanganku...


dia sangat ketakutan...


"aku tarik ucapanku...


aku akan balas kebaikanmu..."


"tentu saja... ini tidak mahal... dan..."


"jadi kamu jangan menghilang."


gila...


jangan kepedean ...!!!


dia hanya membayar hutangmu saja, nggak lebih... sadar...!!!


dia telah di bius, dan sebentar lagi tidak akan sadar...


aku pun di suruh meninggunya keluar...


namun...


dan...


"jangan bergerak brengsek...!!!."


jantungkku berdegup...


sadar....


sadar...


jangan salah pahan dengan pelukannya...


dia masih memelukku wapaun semakin lemah karena bius...


entahlah...


saat aku melihat dia di bius saja aku tidak tega melihatnya...


lalu perawat menolong perla kembali berbaring dan siap untuk operasi...


dokter ragu denganku...


"apa kamu yakin mempertaruhkan nyawamu untuk wanita ini...!?."


"entah lah...


aku semakin gila...


...


ini buka waktu yang tepat..."


aku keluar dari ruang operasi dan menunggunya...


"pantas saja dia resah kehilanganmu walaupun cuma sebentar di tinggalkan..."


"kehilangan...!?."


"iya... makanya dia meminta bantuanku supaya mencarimu...


memangsih kalau udah pacaran bertahan lama seperti itu..."


pacaran...?


entah lah... aku senang mendengarnya walaupun salah paham...


bisnisku lancar awalnya dengan bantuan chyara..


dan...


pertamakali bertemu dengannya karena bisnis yang aku bangun hancur seketika oleh sekretarisku sendiri...


aku tidak tau harus bagaimana dengan hutang yang bunganya berlipat ganda...

__ADS_1


dan...


terntu dia datang di saat yang tepat...


dia menagih hutangku ku tampa aku meminta kepadanya...


menghajar orang yang berkhianat kepadaku...


tentu saja ku mengaguminya...


namun sialnya...


aku tidak tau jika dia melakukan itu kepadaku karena ada yang dia inginkan dariku ...


balas budi kepadanya sampai dia mati...


sebenarnya membantu orang brengsek seperti dia mudah bagiku...


namun...


kenapa aku jatuh cinta kepada mengsanya...


perla...


sampai - sampai aku hampir mati kerena jatuh cinta kepadanya dengan ancaman somin...


"kamu masih ingatkan dengan perjanjian kita...


kamu harus bersamaku dan patuh denganku sampai aku mati...


dasar...


kamu nggak tau diri...


jika kamu menjauhiku seperti ini , dan berahli ke pihak musuhku...


bearti kamu harus membayar hutangmu dengan nyawamu...


...


sayang..."


entah lah...


aku yang semakin gila karena perla dan emosi mengingat perkataan somin


spontan aku menghajar somin tepat di hadapan pengacaranya...


"hahaha... kamu memiliki emosi melihatku pertamakaliya..."


tentu saja aku di hajar oleh pengacaranya...


"apa yang kamu lakukan !?.


apa kamu mau lehermu patah brengsek...!!!"


"jangan sok bodoh ...!!!


kamu juga benci dengan kelakuan wanita yang kamu sayang kan...!!!."


genggamannya semakin lemah...


ternyata dugaanku benar selama ini...


dari tatapannya dan melindunginnya tidak seperti pengawal, melainkan dia melihat bosnua sebagai wanita...


dia menyukai iblis egois seperti somin...


somin tertawa


"hahaha... dia tidak akan terpengaruh dengan hal itu sayang...


dia tidak bodoh seperti kamu...


karena dia tidak membunuh perla dan lukasz sesuai perjanjian...


patahkan lehernya sekarang...


entah lah...


aku pasrah, walaupun aku hidup aku akan semakin gila karena memikirkan perla...


dia mengangkatku dan bersiap mematahkan leherku.


dan...


entah kenapa dia melemparku dengan kunci mobilnya dan menyurhku pergi...


dia menghampiri somin


dan...


menampar somin...


"aku juga akan berkhianat kepadamu mulai sekarang...!!!."


kami berdua meninggalkan tempat tersebut...

__ADS_1


__ADS_2