traditional dancer

traditional dancer
27


__ADS_3

cara bicaranya seperti orang yang lebih tua dariku.


dia ke arahku, sifatnya sangat dewasa.


"kamu penari ?."


ih... udah tau naya...


"iya...


kan kamu melihatku kemarin nonton."


"Aku kesana tidak menonton, melainkan ingin bertemu denganmu."


"kenapa !? ."


aku langsung pergi dari sana, pantas cheese juga takut dengan dia...


aku jalan- jalan, ke cafe dan terakhir ke toko buku sampai malam.


di toko buku ternyata penggemar cheese memperhatikanku


" mietitore triste (malaikat pencabut nyawa) kenapa terlihat sedih...???."


"nggak apa - apa..."


dia memberiku cokelat.


dia sangat baik...


"siapa yang jahat sama kamu...?


supaya aku dan teman - temanku bisa menghajarnya."


aku hanya tersenyum dengan tingkahnya.


anak kecil itu membuatku terhibur dengan keseriusannya.


sebantar lagi menunjukan pukul sembilan.


saat aku masuk, joy berdidri di loby tempat aku bekerja, aku hanya pergi ke ruanganku.


dia ke arahku, dan tefonku berdering.


nomor tidak di kenal.


aku berhenti


"hallo..."


"ingat ini aku


jangan berinama ku di ponsel itu !!!..." bukannya menyapaku, dia malah ke toilet.


pulangnya cheese makan malam di rumahku.


"bagaimana kerjamu ?."


"ya ... aku barap bisa mencari jalan keluar."


"joy kerjanya kasus sepeti kamu kan ?."


"karena orang tidak percaya, dia di tugaskan untuk kasus yang biasa..


jujur dia sebenarnya melebihi ke hebatanku, kasusku saja aku minta bantuan dari dia.


awalnya aku meremehkan dia ."


"kamu tau joy dapat nomor ku dari mana ?."


"tentu saja aku...


ibunya bisa saja mengintaimu."


"mengintai ?


ibunya penjahat ?."

__ADS_1


"ya...bisa di bilang begitu...


dia mengincar orang kaya yang buta sepertimu."


hari seperti biasanya tidak terjadi apa- apa, aku bahkan pergi bersama cheese jalan- jalan karena cheese telah menyelesaikan tugasnya.


nggak ada salahnya aku jalani dahulu.


hari berlalu


saat aku mau pergi kerja joy menelfonku


tampa basa - basi dia mengatakan apa yang penting dia sempaikan kepadaku.


"hari ini ada wanita yang menuju rumah mu


pakai tongkatmu, pura -pura buta.


aku berada di sekitarmu, yang kita butuhkan untuk menangkap dia yaitu bukti.


sekarang !!!." memutuskan panggilan


seseorang datang, yang jelas tidak cheese, karena aku memberikan kunci cadangan kepada cheese.


aku memakai tongkatku.


jalan perlahan - lahan, membukakan pintu.


"jessy..."


seorang wanita mengenalku dan memelukku. aku ingin melepaskan pelukan wanita itu, tapi ternyata joy di belakang dan memberika isyarat dengan tangannya.


dia memberikan tanda untuk bersikap tenang dan turuti dulu kemauan wanita itu.


"jessy, ini mama...


aku telah lama mencarimu..."


ibu !?


ibuku yang sebenarnya jijik denganku.


mendekatiku saja tidak mau


dia siapa ... apa penipu yang di katakan cheese dan joy. aku harus apa...... !?


tampa berfikir panjang dia masuk ke dalam rumah.


tenang, yang aku lakukan sekarang hanya mengintai apa yang dia lakukan.


dia sekarang mulai mengeluh, meminta uangku dan membuat dirinya seperti orang ke susahan.


dia melakukan penipuan ini sendirian.


dia bilang akan mengemasi barang- barangku dan tinggal di rumah bersamanya.


dia mulai menggeledah semua rumahku dan memasukan benda- benda bergarga di rumahku.


saat dia sibuk , aku menghubungi joy.


joy bilang dia masih ada di sekitarku.


namun...


wanita itu tau aku sedang menelfon


"siapa itu sayang...?."


"aku tidak tau..."


matanya sangat tajam saat dia melihat hpku, untunglah aku tidak menuliskan nama joy.


kalau tidak sekarang dia kabur dan kami tidak memiliki bukti yang kuat.


setelah dia selesai melakukan aksinya, dia mengajakku ke rumahnya.


di perjalanan wanita itu tudak berhenti bercerita tentangku saat masih kecil katanya.

__ADS_1


joy pasti ada di belakang...


aku harus tenang...


ternyata dia memiliki anggota


gawat...joy pasti tidak melidat ku lagi ,apa yang ingin dia lakukan sekarang.


aku sudah muak namun jika aku melawan sekarang, dia akan kabur.


dia mengajakku ke perumahan yang tidak berpenghuni.


dia bilang akan memberikan aku obat untuk menyembuhkanku.


dia langsung memaksaku untuk menelannya.


aku tidak tau apa yang dia berikan kepadaku, namun aku harus mendapatkan bukti.


ternyata semua ruangan ini telah di beri bensin atau semacamnya..


lalu dengan santai ke luar meninggalkanku menjatuhkan korek api ke lantai, sehingga api sedikit demi sedikit api itu mulai membesar .


dia membawa barang berharga milikku ke dalam tasnya.


bukti sudah ada, saatnya aku menghajar berngsek itu.


saat dia akan mengunciku di ruangan itu


aku langsung menghajarnya dengan apa yang bisa memukulnya.


sial...


ternyata dia menyadarinya. dia sangat kuat. dia menghajarku tampa henti dengan benda atau denga tangannya sendiri. aku salah menilai wanita itu, aku fikir dia lemah.


namun saat dia mulai menghajarku lagi aku langsung mendorongnya ke arah api.


karena tempatnya telah lama termakan usia, perumahan itu langsung roboh menimpa wanita itu.


aku berlari ke luar dan berhasil selamat.


karena apinya sangat membesar, membuat pemadam kebakaran langsung ke lokasi.


tim penyelamat menemukanku membawaku ke rumah sakit.


tubuhku yang semuanya memar dan mengeluarkan banyak darah tidak sadarkan diri saat dokter akan mengobatiku.


saat aku sadar, joy telah berada di sampingku.


dia memelukku karena khawatir, meminta maaf karena cheese dan ketua tidak ada karena menaganai khasus, bahka dia tidak langsung menolongku karena harus mendapatkan bukti yang kuat.


pelukannya tidak berhenti.


saat dia tersadar dia melepaskan pelukannya.


"sudah lah, aku memaafkanmu.


kalau umurmu bertembah dan di akui sebagai detektif. saat terjadi kembali kejadian ini, aku harap kamu langsung menolongku."


"jadi kamu meremehka umurku ?."


sensitif sekali kalau bahas umur nih anak...


"bukan meremehkan kamu, itu kan kenyataan.


tapi dari sifatmu kamu sangat tua tau...."


"apa aku harus seumuran dengan mu baru kamu melihatku ?."


"kok pembicaraannya ke sana sih, aku tidak merendahkanmu kok.


padahal aku kagum, cheese pun bilang kamu menolong menyelesaikan misinya .


aku tau, umur yang menghentikan mu. maaf telah membuatmu tersinggung karena usia


seiring berjalannya waktu umurmu pasti akan ber tambah, santai saja


sudah lah, aku mau istirahat ."

__ADS_1


aku menutup seluruh wajahku dengan selimut.


__ADS_2