
"maksudnya yang tadi itu tes !?."
"entah lah, kalau aku tes pada umumnya.
adik itu karena menangkap penjahat di sekitar rumahnya, datang ke sini di tes seperti yang sedang di lakukan kakak sekarang.
dan ke esokan harinya udah bekerja."
"jadi tes tergantung orang ya.."
"kalau kamu mau masuk aja, kan asik kalau ada kamu."
"emang aku asik !?."
"ya... dari pada ke tiga orang itu kalau kamu ikut bergabung kan jadi rame..."
"kayaknya nggak deh, sifat firasat ku selalu negatif.
aku sendiri saja nggak suka....
udah hampir jam sembilan, aku harus mengajar..."
"ok..." masih tidur di kasur.
"anterin... "
"pesan taxi aja..."
"mahal..."
"pelit..."
" lima menit lagi kalau nggak keluar mobilmu nggak akan ada lagi..."
cheese langsung berdiri
"iya- iya.."
saat mau keluar dari kantor, aku melewati kakak cheese yang masih melakukan tes.
dan anehnya anak itu menatapku seperti ada dendam.
" cheese, anak laki- laki itu namanya siapa ?."
"dia joy, kenapa emang ?."
aku berhenti.
cheese kesal
__ADS_1
" aduh... apa lagi sih...
tadi di suruh cepat..."
"dia sepertinya benci padaku.. "
cheese melihat joy.
namun joy lagsung pergi.
cheese menenangkan dugaanku
"nggak kok...
palingan kamu kan nggak akan ke sini lagi."
aku mengambil kunci cheese dan langsung pergi.
"biar aku yang nyetir."
di perjalanan
cheese barbaring, kursi depan yang sangat turun membuat aku seperti mengemudi sendirian.
"kamu kurang tidur ya, maaf..."
cheese mengap dan meregangkan badan
"kamu dekat dengan anak itu ?."
"nggak... dia itu sifatnya dewasa sekali...
aku seperti punya kakak di sana."
ternyata itu alasannya dia mengajakku kerja di sana.
tapi nggak ada bedanya juga aku di sana.
"dinsana hanya empat orang..."
"ya... ada di tempat lain."
sesampainya aku di tempat mengajar, cheese langsung pergi.
aku mengajar sampai tengah malam.
saat aku mengajar aku memakai softlens sepaya orang yang aku ajari tidak merasa nyaman.
aku memakainya di toilet.
__ADS_1
memang saat aku memakainya aku tidak menyukainya,
ternyata staf yang bekerja di sana juga memperhatikanku juga tidak kuat melihatnya.
"kalau aku perhatiin jika kakak selesai pakai itu mata kakak mereh.
kakak, kalau pakai itu sakit kan, mending nggak usah aja."
"kalau di pakai setiap hari memang nggak nyaman sih di mata."
namun bagaimana lagi.
hari berlalu begitu cepat.
dan akhirnnya aku menari lagi di panggung.
saat aku pulang aku melihat anak kecil itu berdiri di depan gerbang, mungkin ada seseorang yang dia tunggu.
aku melewatinya .
aku naik taxi, sekarang aku tambah penasaran dengannya.
aku kembali ke kantor di mana cheese bekerja, ternyata cheese sedang sibuk.
kakaknya hanya menatapnya dari jauh.
aku menghampiri kakaknya.
ada yang beda dari tatapannya ke arah cheese, di balik sangarnya dia memiliki senyum yang manis.
dia kaget tiba - tiba aku telah berada di sampingnya
"astaga... kenapa ke sini lagi !!!."
"aku mau ketemu cheese, ternyata dia sibuk sekarang."
dia langsung ke arah cheese menolong kasus yang sedang di kerjakan cheese.
lalu mereka ke TKP.
sepertinya aku datang tidak pada waktunya.
"nama kamu siapa ?."
dari belakang anak kecil itu menanyakan namaku
"perla..."
"buta ?."
__ADS_1
"iya..." sambil memesan taxi.