
jadi doa dia sebenarnya tidak terkabulkan ...
dia malu mengatakannya kepadaku dan menertawai dirinya sendiri ...
"hahaha ....
dewa ...
mana mungkin ...
mungkin haluku ini semakin kelewatan, karena aku lelah hidup di lingkungan dimana aku tinggal makanya aku jadi begini .
aku ingin hidup di negeri dongeng yang kehidupannya dari imajinasi kita sendiri
tidak penting kamu dari mana ...
fisik kamu gimana ...
pekerjaan mu apa ...
masa depan mu bagaimana ... "
"jika doa mu tidak di kabulkan, kenapa kamu berbohong kepadaku !?."
"kan sudah aku bilang ...
doaku tidak masuk akal seperti itu, mana mungkin itu terjadi ...
dan kamu pasti menganggapku tukang halu ..."
dia meninggalkanku ...
"apa bedanya denganmu, aku juga memiliki impian tidak masuk akal ...
adikku ...
aku harap adikku hidup kembali tampa penyakit di tubuhnya ."
dia berhenti, berbalik arah dan tertawa mendengar aku yang juga mengatakan hal yang tidak masuk akal .
aku mengerti situasinya sekarang ...
aku harap aku bisa melindunginya kali ini .
"kamu di pecat ..."
"apa !?
kenapa tiba - tiba memberhentikan ku !?
memang kamu mau mati apa !? ..."
"sederhana saja , aku tidak mau kamu mati hanya karen aku. seperti sopirku dulu ... atau yang biasa aku panggi ayahku .
soal aku mati atau tidak ...
...
__ADS_1
aku tidak peduli, percuma aku hidup tapi orang yang baik kepadaku mati ..."
dia meletakan sebuah cek di mobilku dan mobil lainnya lalu pergi dengan taxi ...
egios ..
pengecut ...
sopirnya mempercayaiku ...
aku melihat pisau kecil itu lagi yang selelu ku bawa ...
aku fikir ini adalah jimat keberuntunganku karena semua sesuai rencana .
namun ...
aku fikir
setiap orang terutama so min pasti juga pasti menginginkan hidup dengan berjalan lancar ...
dan ...
aku baru sadar ...
setiap kali dia mengatakan ...
doa ku terkabul ... saat dia mengalami hari yang lancar baginya ...
pertama kali aku menolongnya, dia mengatakan "doa ku terkabul "....
dan ke dua saat dia mengalami hari yang baik karena perolonganku "doa ku terkabul" ...
itu memang pendapat ku, akan tetapi ...
...
so min
aku mengejar so min dengan mobil yang hancur ...
bukan aku saja yang senang mendapatkan keberuntungan tetapi so min juga ...
menuritku, aku adalah jimat bagi so min ...
aku ingin mengabulkan harapan lain somin ...
yaitu
...
(menerobos pintu belakang panggung yang telah di tutup )
"so min ..."
"so min ... "
dia akan tampil beberapa menit lagi dan petugas datang mengentikan ku ...
__ADS_1
dia berbalik arah dengan wajah murung ...
"AKU SETUJU KAMU MEMBERHENTIKAN KU ...
NAMUN ...
AKU AKAN MENJADI JIMAT MU MULAI HARI INI ..."
dia tersenyum ...
"BODOH ...
ITU SAMA SAJA DENGAN PEKERJAAN MU ... "
aku senang dia tersenyum ...
"TIDAK ..."
dia masuk ke panggung ...
dan aku ke luar ...
"SMITH ... "
so min memenggilku
aku berhenti dan berbalik arah dan dia mengatakan hal itu lagi ...
"DOA KU TERKABULKAN ..."
doaku terkabulkan aku senang mendengarnya ...
...
pengacara memanggilku, menanyakan keberadaan ku di mana ...
"biasa ..."
"aku akan segera ke sana ... "
aku melihat penampilan so min ...
sebwnarnya dia tidak menyuruhku untuk menunggunya bahkan melihatnya .
dia membebaskan ku melakukan apa saja asal aku menjawab dan segera datang jika dia memanggilku ...
tariannya sangat memukau ...
"keris emas ..." aku tidak sadar masih mengenggamnya ...
lukasz dia juga disini ...
"jadi senjata ini namanya keris ..."
"ya, senjata dari negara ibuku ...
kamu membeli nya dimana !? ."
__ADS_1
"ini hanya hadiah ... "
pengacara telah datang dan menyuruhku ke parkiran ...