traditional dancer

traditional dancer
28


__ADS_3

malamnya aku di bolehkan keluar karena di tubuhku hanya luka yang beriringnya waktu dia akan sembuh.


cheese menghubungiku, dia akan mengantarku pulang.


di perjalanan


"apa penipu itu benar ibu joy ?."


"ya... itu ibu joy..."


"aku mernding melihatnya, dia sok akrab.


sampai- sampai tangan ku sakit karena genggamannya."


"dia selalu mengintai orang yang buta dan memiliki banyak uang untuk merencanakan penipuannya.


padahal dia baru keluar dari tahanan karena kecanduan obat- obatan.


aku tidak percaya dia secepat ini menemukan mangsa baru.."


joy langsung menghubungiku, dia ingin bertemu sore besok di rumah ku saja.


"ternyata joy sudah tau ibunya akan mengejar ku."


"karena ada satu orang yang berhasil dia tipu joy marah sekali.


dia bahkan menagkap ibunya sendiri."


malamnya aku tidak bisa tidur, aku ingin langsung bertemu dengannya.


akhrinya joy datang.


dia menceritakan apa yang terjadi pada ibunya.


"dia telah di tahan lebih lama kaerna kita mendaoat bukti yabg kuat.


dan aku berharap kamu jangan berhubungan dengan wanita itu, dia hanya ingin uangmu..."


"aku bekerja menjadi detektif untuk menghukum ibuku yang selalu menghabiskan uang dan menghajarku.


di umur ku yang masih tidak tau apa- apa aku bekerja apa pun itu untuk makan sendiri.


suatu hari saat aku memulung, dia mencuri perhiasan milik tetangga.


aku langsung menangkapnya

__ADS_1


dan meminta pekerjaan.


untungnnya ketua mau menerimaku bekerja di sana."


"jadi itu awal kamu sebagai detektif dan sifatmu seperti ini."


"benar, itu pertamakalinya aku menagkap ibuku sendiri.


aku tidak berhubungan lagi dengan ibuku.


setiap ibuku keluar dari tahanan aku selalu mengintainya."


"aku fikir kamu membenciku, ternyata kamu menolongku."


"entah lah, aku selalu teringat dengan orang yang tidak bisa melihat yang termakan omongan dia.


ibuku berhasil kabur...


setelah aku mencari korban . ternyata dia tidur di jalanan.


aku sangat benci melihatnya.


aku juga benci dia menganggap ibuku baik.


dia terus memanggil ibuku, menanyakan dia dimana, ibu menyuruhku tunggu di sini.


"ternyata bukan aku saja membenci orang tuaku.


sajak aku kecil aku tidak di anggap, bahkan mereka menyuruhku mati.


aku gila di umur yang belum tau mati itu apa.


aku kabur di umur baru tujuh tahun mereka tidak mencariku.


seorang kakek mengobatiku, bodohnya aku menemui orang tua ku lagi


ternyata mereka masing- masing menikah lagi.


setelah aku bisa melihat pun dia masih jijik karena mataku putih semua.


keluarga baru mereka pun juga jijik terhadapku.


mereka meninggalkan ku membuat keluarga baru yang tidak ada aku.


sendiri di rumah."

__ADS_1


"kalau boleh, bisa aku menjadi adikmu.


aku merasa kesepian dan bosan di kantor setiap hari."


"boleh.... cheese pun juga seperti itu.


aku pun juga merasa bosan ada di rumah."


wajahnya yang sinis sekarang berubah menjadi ceria.


aku dengan semangatnya langsung ke toko buku.


awalnya dia hanya di rak buku komik biasa.


namun anak kacil dan anak - anak seumuran joy yang menggodaku dulu mengajak dia bermain.


saat dia bermain aku senang dia seperti remaja pada umumnya di usianya.


bahkan saat aku mau pergi kerja dia juga mau pergi.


namun saat aku mengajar orang lain aku senang dia sabar menungguku.


bahkan dia menyapa orang yang aku ajar di ruangan itu.


suasana ruangan sangat ceria .


aku merasa punya keluarga baru lagi.


namun panggilan masuk kepadanya, dia akn bertugas lagi.


dia bahkan pamit dengan ku, memelukku seperti kakaknya sendiri.


dia tidak seperti orang dewasa lagi.


orang yang aku ajar menari pun juga meleleh dengan kesopanannya.


"adik kamu manis sekali, jarang loh anak laki- laki seperti itu."


"iya, kok baru bawa sekarang sih..."


aku juga berfikir kenapa baru sekarang aku bertemu dengannya.


saat aku pulang, cheese seperti biasanya di rumah dan menonton TV.


"si joy sekarang beda sekali, dia sopan sekali kepada ku termasuk kepada kakakku dan ketua.

__ADS_1


kamu ancam dia dengan apa sih ?."


__ADS_2