traditional dancer

traditional dancer
30


__ADS_3

saat aku pulang bekerja, mobil cheese ada di parkiran aku menuju kesana.


ternyata seperti biasanya, joy juga ada.


tahun cepat berlalu


sekarang dia semakin dewasa. tubuh tinggi dan sekarang saat dia telah memiliki SIM.


"tumben cheese nggak ada, dia ke mana ?."


"dia nggak ada di sini


ayo masuk..."


"tumben...cheese yang nyuruh ya...


kok mau sih di suruh - suruh kamu kan sudah mahir..."


dia bertingkah dewasa lagi


"itu alasan aku brlajar mengendarai mobil ini.


aku hanya ingin menjemput dan mengantarmu ..."


"jangan berlagak dewasa seperti itu...!!!."


"sekarang ini mobilku, cheese minta tukaran dengan hadiah yang ku dapat dari kakaknya."


"gila tu orang... perbandingannya jauh sekali dengan mobil rubcon..."


"dia bilang dia nggak sempat merawat mobil.


karena aku sering memakai mobilnya dan dia juga sering memakai airboardku karena aku tidak bisa memakainya.


lama- kelamaan, sekarang mobil ini milikku."


"memang sih, bahkan kakaknya marah karena dia jarang membersihkan mobilnya."


setelah sampai ke rumah...


"nggak masuk ?."


"nggak..."


"kenapa kamu ke sini jika tidak masuk ?."


"aku hanya ingin mengantar kakak...


aku pergi dulu."


hari selanjutnya dia datang lagi mengantar dan menjemputku pulang.


"aku pergi dulu."

__ADS_1


"tunggu, nggak uasah repot - repot seperti itu, aku bisa naik taxi.


biasanya juga seperti itu.


bahkan dari kantor ke rumahku juga jauh."


"...entah lah...


sepertinya aku menyukai kakak..."


"maksudnya.."


aku hanya salah tingkah saat dia bilang seperti itu.


malam yang sangat sepi terasa menjadi indah, hari ini joy menyatakan perasaannya kepadaku.


setiap hari dia mengantar dan menjemputku jika dia tidak bertugas.


bahkan dia mengajakku kencan.


aku fikir dia hanya seperti cheese yang sering main ke rumahku untuk menghilangkan bisan di kantornya.


ternyata dia memiliki peresaan lain kepadaku.


hari berlalu, dia menghubungiku karena tidak bisa mengantarku atau menjemputku sekarang .


seperti biasa, aku jalan- jalan ke taman, ke cafe dan ke toko buku sebelum pergi bekerja.


kebetulan cheese juga ada di sana.


dia akhirnya berhenti.


"memang benda itu cocok untukmu, bahkan si pemilik nggak bisa memakainya."


"hahaha... kalau kamu tau, aku mau alat ini dari dia mulai menjalnya.


namun aku malah di kasih mobil kakak yang nggak terpakai lagi ."


"owh iya...ngomongin si joy...


dia manis sekali...


dia selalu mengantar dan menjemput kamu."


"entahlah..."


"hahaha... wajah kamu memerah...


udah jadian kan ?


selamat ya..."


"kamu ini...

__ADS_1


owh iya, belakangan ini mata ku terasa perih apa aku nggak cocok memakai softlens ?."


"sebaiknya kamu periksa, aku akan menemanimu besok..."


"baiklah, aku pergi dulu..."


karena mataku masih sakit, jadi terlihat seperti menangis.


yang lain menghawatirkan keadaan ku.


"kakak kenapa, bertengkar ya dengan pacarnya."


"kenapa pacar kakak tidak mengantarmu ?


apa kalian bertengkar ?."


"iya, yang sering menjemput dan mengantar kakak belakangan ini."


karena sudah dewasa dan lebih tinggi dariku orang menganggap dia seumuran dengan ku.


"owh... bukan bertengkar, dia sedang ada tugas..."


"stop... jangan berbohong


aku melihat raut wajah kakak banyak hal yang kakak fikirkan ."


orang itu memotong pembicaraan ku.


dia malah menganggap hubungan ku dengan pasangan buruk karena pasangan ku ketahuan melirik gadis lain.


"aku tau kok.....aku juga merasakannya


kakak jangan cemburu dan marah.


kakak harus lebih cantik dari pada orang itu.


lain kali kakak pakai lah warna baju yang cerah.


makeup itu penting, jangan saat kakak di panggung saja."


"bukan itu masalahnya, tapi kami itu bukan seperi yang kamu katakan."


"jangan berbohong lah kakak, kami akan menolong kakak."


dia malah berfikir aku pura- pura tegar menghadapi pasangan.


aku hanya tertawa karena omongan dia yang sok tau.


tapi niatnya baik kok, supaya orang lain tidak seperti dia.


akhirnya tugas joy beres, dia menghubungi ku terlebih dahulu.


walaupun masih siang, dia akan ke rumah ku.

__ADS_1


bukan selali dua kali dia ke rumahku.


sama seperti cheese jika dia bosan di kantor dia akan ke rumah ku.


__ADS_2