traditional dancer

traditional dancer
35


__ADS_3

cheese menelfon temannya dan mengatakan kalau dia tinggal di samping rumahku.


dia sangat serius sampai - sampai aku tidak mengenannya.


akan tetapi temannya bilang kalau rumah itu telah lama kosong.


dia akan mencoba memeriksa rumah itu.


namun ke dua orang gila itu tidak tau menunggu itu apa, malah mereka menarikku.


chesee : berati ini bukan satu tahunan di tinggal , puluhan lebih.


namun rumahnya juga tidak terawat dan model lama...


sofi : yang separti ini kayaknya persembunyian.


mereka berdua siap - siap menggunakan senjata.


perla : aku kenapa ikut sih..


cheese mendobrak paksa pintu itu dan mereka menyruh kami bergegas masuk.


di dalam aku mengambil apa saja untuk melindungi diri .


karena lama tidak di huni, segerombolan ular piton mengejar kami, sepertinya dia senang keatangan mangsa yang menghampirinya.


di tambah anak- anaknya yang hampir dewasa bergeliat dengan cepat.


pistol cheese dan sofy tidak ada yang mempan.


mereka melilit cheese dan sofy yang di depan telah mereka lilit dengan cepat, sedangakn giliran aku yang mereka lilit.


mereka melilit kakiku sampai ke atas. aku tidak bisa apa - apa selain memakai kekuatannku.


aku menggit tanganku dan luka tersebut aku usapkan kemata.

__ADS_1


aku memenggal ular itu semua.


semua ruangan itu sangat menjijikan di tambah lagi dengan mayat ular.


kami membebeskan tubuh kami dari mayat ular yang belum sepenuhnya mati.


kami harus hati- hati karena respon mereka masih aktif.


cheese : terimakasih , kalau di filmkan satu menit tamat nih...


perla : jangan sekarang kamu bergurau, dia melilitku saja kakiku rasanya tidak ada, apalagi kamu...


sofy : perla, awalnya aku berterima kasih kepadamu, tapi kekuatan apa yang kamu punya !?


perla : aku pun tidak tau awalnya, namun kekuatan ini berfungsi untuk orang yang indra penglihatannya tidak berfungsi.


sofy : tidak mungkin anak kecil tinggal di sini, kita saja hampir mati apa lagi dia ?.


perla : kita pulang saja, mungkin kamu halu ada anak kacil tinggal di sini.


siang bolong juga lagi...


aku yang dulu langsung pergi dengan kaki yang masih sakit.


dan mereka berdua mrnyusul.


namun anak kecil itu berada di depan pintu.


dia mengajakku ke lantai atas rumahnya.


perla : kalian melihatnya ?


cheese : kan aku bukan halu...


sofy : ikut saja...

__ADS_1


sofy yang maju duluan, dia menyuruh kami ke salah satu kamar .


di kamar itu ternyata dia telah menjadi batu di pelukan ibunya.


dari yang terlihat dari model bajunya , dia sepertinya lima atau lebih dari umurku.


cheese : aku sangka mereka telah menjadi kerangka ternyata...


sofy : aku tidak tau tapi bagaimana, apa yang anak kecil itu mau ?


perla : entahlah, sepertinya dia ingin di kubur dengan layak, itu hanga pendapatku.


aku juga tidak tau bagaimana mereka membatu.


polisi datang, cheese dan sofy memberi informasi ini kepada mereka, yentu saja aku tidak ikut dan langsung pulang.


anak kecil itu di depanku


"kamu mau apa ?


bicaralah supaya yang lain juga tidak kesulitan ?."


namaun dia hanya senyum dan memelukku lalu menghilang.


anak - anak sama saja...


tampa aku sadari aku sepertinya melihat abirama dan adiknya.


"jika aku melihatmu apa kalian akan menghilang lagi ?


kalau begitu bisakah aku bicara pada mu ?."


mereka tidak merespon.


aku pasrah dan kembali kerumah.

__ADS_1


__ADS_2