Transmigrasi (Gadis Licik) Christina

Transmigrasi (Gadis Licik) Christina
Part 11. Ingat dan Manja


__ADS_3

...Happy Reading!!...


๐—”๐—บ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ, ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ.


Seorang pria yang berada di ruangannya sedang tersenyum lebar karena hari ini pria itu akan ke Indonesia menemui seseorang yang telah menganggu pikiran nya bertahun tahun.


"Tuan, pesawat akan landas 50 menit lagi, sebaiknya kita segera menuju bandara" Kata asisten pria itu.


"Baiklah, ayo sekarang kita berangkat aku sudah tidak sabar bertemu dia" Ucap pria itu dengan senyum lebar dibibirnya.


Mereka pun berjalan keluar menuju mobil dan berangkat ke bandara.


40 menit kemudian.


Mereka pun sampai di bandara dan langsung memasuki pesawat pribadi nya.


(Jadi, pesawat pribadinya ada dibandara, karena kalo di simpan di tempat khusus pesawat/jet itu penuh karena sudah terisi pesawat dan jet milik keluarga nya).


"Bilang pada pilotnya untuk segera berangkat" Kata pria itu.


"Baik, Tuan" Ucap asistennya.


"Dan bangunkan saya ketika pesawatnya sudah sampai" Lanjut pria itu lalu berjalan ke kamar yang ada di pesawat.


Asisten itu hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju ruang pilot atau ruang kemudi pilot, dan segera memberitahukan kalo berangkat sekarang.


5 jam kemudian


(Ini waktunya ngasal ya, karena aku gak tau berapa jam di pesawat nya).


PUKUL 13.15


Tok


Tok


Tok


Pintu itu di ketuk, dan memberitahukan bahwa sudah sampai di Indonesia.


"TUAN, AYO KITA SUDAH SAMPAI" Teriaknya dengan tidak sopan.


Sedangkan yang berada di kamar itu sedang mengelus dadanya sabar karena ketika ia hendak meminum kopi di kejutkan dengan teriakan babu nya.


Sambil memaki maki asisten nya atau sahabatnya dari SMA, dan pria ituย  langsung bergegas untuk keluar dari sana.


"Suara mu seperti tikus kejepit" ledek pria itu.


"Enak aja, suara sexy gini dibilang tikus kejepit" Dengus asisten nya.


Pria itu tak membalas ucapannya dan langsung menuju keluar.


Sesampainya di luar, mereka langsung mendengar banyak pekikan dari orang orang yang berada di bandara.


"Woahh lihat ada cogan yampun ganteng banget"


"Sayang aku disini"


"Gak sia sia gue nganter temen ke bandara kan enak bisa lihat cogan"


"Mas, ayo kita pulang anak anak udah nunggu loh"


"Dihh halu banget lo, mana ada dia yang ganteng+kaya raya mau sama lo yang minus akhlaq"


"Seketika gue tertampar, terdampar, dan tersakiti"


Pria itu dan asisten nya tidak menanggapi ocehan tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan anak buahnya.


"Mansion" Kata pria itu pada supirnya.


"Baik, Tuan" Ucap supir itu dan langsung menjalankan mobilnya.


๐—ฆ๐—ธ๐—ถ๐—ฝ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป.


Setelah sampai di mansion dia langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat, sebelum itu dia menyuruh asisten nya untuk beristirahat.


Sedangkan dikamar, pria itu mondar mandir karena ia sangat gugup untuk menemui gadis yang sangat dicintainya.


Persetan dengan rasa gugup lebih baik dia segera menemui gadisnya, sebelum itu dia mandi terlebih dahulu supaya terlihat tampan.

__ADS_1


10 menit kemudian.


Setelah sudah sangat tampan, dia pun menyemprotkan parfum nya ke leher, dan badannya, 'ya supaya gak bau gitu kalo udah ketemu' pikirnya.


Setelah selesai, dia langsung menuruni tangga dan berangkat dengan mobil sport nya.


Saat di perjalanan tiba tiba mobil pria itu mogok.


"Dasar asisten prik kenapa dia sampai lupa kalo mobil ini harus di service supaya bagus dan tidak mudah rusak" Kesalnya sambil memaki maki asistennya dan pria itu pun langsung menelpon anak buahnya untuk membuang mobil nya dan membeli yang baru kalo perlu dia akan membeli 10 mobil sport agar tidak perlu repot repot. Karena sudah memakan waktunya yang berharga.


(Gue kaya lo diem, suka suka gue mau beli apapun, itu juga duit hasil kerja gue sendiri bukan lo yang kaya tapi hasil duit ortu). Ucap pria itu kalo ada yang menceramahinya.


Dia pun keluar karena menunggu kedatangan anak buah nya yang sangat lama, hampir 2 jam pria itu menunggu. (Baru 5 menit aja belum).


Dan tiba tiba ada seorang gadis yang menghampirinya.


[Dan kalian tau kan selanjutnya].


...~โ™ก~...


Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya kemudian Gibran mendekati ranjang lalu membaringkan badannya dan memeluk Tina erat lalu terlelap dengan nyenyak.


Dan beberapa jam kemudian Tina pun bangun karena merasa sesak nafasnya dan ada sesuatu di perutnya.


"Omg, aaaa ada setan kaya nya, sistem tolongin gue, gue gak mau ke neraka disana pasti banyak mbak kunti dan juga poci mana ada tuyul lagi, kasihan gue sama tuyul itu pasti mak nya gak punya duit buat beliin baju" batinnya ngawur, sambil menutup mata karena takut ada mbak/mas kunti disamping nya.


Sedangkan sistem hanya memutar mata nya malas.


"Buka mata mu Nona, lihat lah masa orang ganteng gitu di bilang kunti" Ketus sistem dengan jengkel karena kelakuan majikannya itu.


"Untuk majikan kalo bukan, udah saya lempar ke tong sampah" Batin sistem.


Dan Tina pun membuka matanya perlahan setelah matanya terbuka, dia terperangah karena orang yang memeluknya adalah pria tampan.


Dan tangan nya pun mulai nakal dia menyentuh hidung yang mancung itu dan sesekali memencetnya.


"Gila, ini hidung apa perosotan tk?" Ucapnya heran.


Dan membayangkan apa perutnya kotak kotak kaya mas Taeyong NCT itu.


Ketika sedang melamun dia mendengar suara yang menurutnya sangatt errrr itu.


"Kamu udah bangun, Rora?" Tanya pemuda itu yang katanya namanya Gibran.


"Kayanya gue salah ngomong nih" Batinnya.


"Nama aku Gibran Delion Pratama panggil Lion oke, dan kamu aku panggil Rora itu nama masa kecil kita"


"Lion, hikss hikss" Tangisnya sambil memeluk Gibran.


Gibran pun panik karena gadisnya tiba tiba menangis.


"Kenapa, hmm?" Tanya Gibran membalas pelukannya lalu mengecup puncak kepalanya.


"Rora ingat Lion, Rora kangen Lion, kenapa Lion pergi ke jauh dan kenapa Lion baru pulang sekarang hiksss hiksss" Tangisnya.


"Maaf, baby dulu Lion pergi karena ikut mama sama papa Lion dan sekarang Lion gak akan ninggalin Rora lagi kok" Ucap Gibran sambil menenangkan gadisnya.


"Hikss, bener yaaa gak pergi lagi" Kata Tina dengan terisak.


"Iya, kamu jangan sedih lagi" Ucap Gibran sambil mengecup kedua mata nya.


"Huumm" Ucapnya mengangguk.


"Udah sekarang kamu mandi dulu ya, baju nya ada kok tadi udah di beliin sama maid dan Lion tunggu di meja makan." Kata Gibran sambil berjalan menuju ruang makan.


"Oke" Lalu berjalan menuju kamar mandi dan melepas pakaiannya lalu berendam.


Setelah beberapa menit mandi lalu segera memakai pakaiannya, kemudian mengoleskan bedak bayi ke wajahnya.


Dan melangkah kan kakinya menuju ruang makan.


Tap


Tap


Tap


Tap

__ADS_1


Suara langkah kaki terdengar di indra pendengaran Gibran dia pun seketika menoleh dan terpesona karena melihat kecantikan dan keimutan wajahnya.


"Ehemmm" Dehem Tina menyadarkan lamunan Gibran.


"Ehh iya, ayo duduk kita makan dulu" Ucap Gibran.


Tina pun menatap makanan itu dengan berbinar.


"Woahhh, banyak banget, Rora boleh makan semuanya kan?" Tanya nya pada Gibran.


"Boleh kok" Ucap Gibran dan langsung memakan makanannya.


"Yeahhh" Girangnya.


...~โ™ก~...


๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น 20.00


Setelah selesai makan kini mereka sedang berada di ruang tamu sambil menonton Tv, ralat hanya Tina yang menonton karena Gibran hanya asik memandangi wajah imut itu karena mengomel ngomel mengomentari kartun itu.


"Apakah kamu melihat laut? Dimana?"


"Ihh, itu laut di belakang kamu masa gak lihat padahal tinggal nengok aja langsung ada" kesalnya.


"Apakah kamu melihat laut? Dimana??"


"Ihhh, Rora bilang itu dibelakang kamu ada lautnya, masa kamu tuli apa buta yaa?" Heran nya sambil mengetuk ngetuk dagunya.


"Apakah kamu melihat laut? Dimana???"


"Dah lah Rora ngambek sama si Dora" Kata Tina sambil membuang pandangan ke arah lain.


Lalu Gibran pun mematikan Tv nya, karena melihat gadisnya kesal.


"Sini" Ucap Gibran menepuk sofa disebelah kirinya.


Dan Tina pun langsung duduk disana.


"Kenapa, hmm?" Kata Gibran.


"Rora kesel sama Dora, kaya nya dia gak bisa denger deh" Ucap Tina membuat Gibran tertawa.


"Hahaha, mungkin" Kata Gibran sambil tertawa.


Sedangkan Tina yang melihat Gibran tertawa pun langsung terpesona karena terlihat tampan berkali kali lipat.


"Lion ganteng deh kalo ketawa ada lubang di pipinya, hehehe" Ucap Tina polos.


Seketika Gibran pun menghentikan tawanya dan wajah nya langsung memerah (malu ya gaess, tumben malu kan biasanya malu maluin).


"Ehemm, ehemm" dehem nya karena gugup ya kan di puji ganteng oleh orang yang disukainya.


"Rora mau pulang Lion" Ucap Tina.


Seketika Gibran pun mendatarkan wajahnya.


"Gak, Rora disini aja sama Lion. Emang Rora mau ntar di culik sama om om yang badan nya besar kalo di apart sendiri?" Tanya Gibran menakut nakuti Tina.


"Huuaaaaaa gak mau ntar kalo Rora di bawa pasti gak di kasih makanan yang enak" Ucap Tina dengan takut sambil memikirkan makanan.


"Udah udah sekarang kita tidur yaa, besok Rora sekolah kan?" Tanya Gibran menenangkan Tina.


"Huum" Jawabnya mengangguk.


Dan Gibran pun menggendong Tina menuju kamar untuk tidur bareng.


Sesampainya dikamar, Gibran langsung membaringkan Tina dengan hati hati seakan Tina itu berlian yang mudah pecah.


Dan dirinya pun membaringkan tubuhnya miring sambil mendekap gadisnya.


Dan mereka pun terlelap menuju alam mimpi.


Tbc.


...Sorry banyak typo.....


...Makasih buat kalian yang support saya dicerita ini....


...Dan makasih lagi buat yang votement, like, dan follow akun ini....

__ADS_1


...๐‘ด๐’๐’๐’Ž๐’‚๐’‚๐’‡ ๐’Œ๐’‚๐’๐’ ๐’ˆ๐’‚๐’Œ ๐’๐’š๐’‚๐’Ž๐’ƒ๐’–๐’๐’ˆ....


...Don't forget to like, comment, and follow....


__ADS_2