
...Happy Reading!!...
"Mata berwarna merah?" Gumam Elbara.
"Kau heran dengan warna matanya, bukan?" Tanya Anton karena melihat keterdiaman putranya itu.
"Ya" Singkat Elbara.
"Perkenalkan pria ini bernama Bram" Kata Anton sambil menunjuk pria tadi.
"Ku kira dia perempuan" Batin Elbara karena melihat rambutnya agak panjang.
"Jadi?" Tanya Elbara.
"Dia akan menjadi asisten mu" Kata Anton.
"Tidak"
"Lagipula saya sudah memiliki asisten yang berguna daripada dia" Sindir Elbara pada pria bernama Bram. Entah kenapa dirinya tidak suka dengan pria itu.
Sedangkan Bram yang mendengar itu mendengus kesal. Tapi di tutupi dengan wajah datarnya.
"Lebih baik kau melihat kinerjanya dulu, baru kau menilainya" Ucap Anton.
"Saya tidak punya waktu"
"Dan dimana kau memungut dia?" Lanjut Elbara lalu pergi keluar ruangan itu.
"Huft, dasar anak itu" Gumam Anton menghela nafas.
"Tak apa tuan, mungkin tuan muda tidak nyaman dengan orang asing seperti saya." Kata Bram yang sedari tadi diam.
"Hm, sebaiknya kau lanjutkan perkerjaan tadi. Dan saya akan menyusul Elbara." Ucap Anton lalu pergi tanpa mendengar jawaban Bram.
"Siala*n"
...•••...
"Elbara!" Panggil Anton sambil bergegas membuka pintu yang akan ditutup Elbara.
"Ya?"
"Kau terlihat tidak suka kepadanya?" Tanya Anton lalu duduk di sofa.
"Mata anda tidak bermasalah kan?" Ketus Elbara.
"Sepertinya" Ujar Anton.
"Mendapatkan dia sama dengan mempunyai keuntungan yang besar" Lanjut Anton lalu meminum wine yang tersedia di meja.
"Bukankah akan menyebabkan bencana?" Tanya Elbara.
"Tidak akan seru, bila tidak ada bencana."
"Bukankah tadi drama yang bagus?"
"Lumayan lah, Pak Tua!"
...•••...
Pukul 20.05
"Waktunya mencari asupan malam" Gumam Tina lalu pergi dengan mobilnya.
"Ga usah ganti baju lah, gue kan udah cakep serta membahana gini. Haha" Ucap Tina sambil memperhatikan piyama putih yang dipakainya.
"Mari kita ikuti majikan gesrek ini" Batin Reon.
Ting
Ting
"Pemberitahuan"
"Ada misi yang harus dilakukan sekarang"
"Sialan gue kaget jamet" Gerutu Tina yang sedang menyetir mobilnya.
"Bomat" Ucap Reon tidak peduli.
"Dasar bocah prik" Gumam Tina.
"Saya mendengarnya" Sindir Reon.
"Kenapa ada misi lagi sih? Misi kemaren aja belum kelar. Sekarang malah ditambahin" Kata Tina dengan lemas. Masalahnya sekarang waktunya untuk mendapatkan asupan malam alias mencari cogan tajir kaya raya seperti Tuan Muda Zhong Chenle.
__ADS_1
"Siapa suruh ada misi malah ditunda tunda jadi ribet sendiri kan? Untung misinya bisa besok di kerjainnya." Ceramah Reon.
"Kaga tau aja gimana gue" Gerutu Tina.
"Itu sih derita lo" Ucap Reon dengan nada meledek.
"Dasar bayi dugong" Batin Tina.
"Apa misinya?" Tanya Tina.
"Menolong pria mabuk di Club Debrindra" Jawab Reon.
"Hadiah?"
"450 poin, 5% kecantikan, mendapatkan asisten cogan" Jawab Reon.
"Dikit amat" Celetuk Tina.
"Masih untung dikasih hadiah kalo nggak, mungkin-- ya-a gitu lah." Ucap Reon gugup.
...•••...
"Wih kayanya banyak ayah gula di dalam sana" Gumam Tina sambil melihat lihat tapi tidak masuk ke dalam sana.
"Fokus Tin target mu di depan" Kata Reon.
"Hm."
"Oh my god, spek ayah gula banget ini cokk" Ucap Tina dengan heboh karena melihat pria dewasa di depannya ini.
"Ah meleleh adek mas, tydak kuat" Lanjutnya.
Bruk
Tiba tiba pria itu ambruk menimpa tubuh mungilnya.
"Hiks, gue kayanya tambah gepeng deh, kaya ketiban titan" Batinnya.
"Jadi butuh Magnum kan, ehh. Astagfirullah." Gumam Tina sambil memukul pelan bibir sexsoynya.
"Kok makin berat ya njir" Batin Tina lalu menepuk nepuk punggung pria itu dan-
"Yaampun berat banget makan apa sih om" Tanya Tina sambil memapah pria itu ke dalam mobilnya. Walaupun di jawab tidak jelas oleh pria itu.
"Kasihan om ini dikasih makan batu sama bininya" Gumamnya lirih.
"Biar direstui oleh camer, kita buat rencana yuk om?"
"Caranya adalah, ceraikan istrimu dan nikahi aku hahaha" Lanjutnya terkekeh geli.
"Bakal encok nih kayanya pinggang gue"
Setelah sampai di mobil, Tina memasukkan pria itu ke dalam mobilnya dengan hati hati takutnya terjatuh. Nanti maknya ngamuk lagi.
Namun tiba tiba matanya membulat kaget karena pria itu tiba tiba mencium dan menjilati leher putihnya.
Cup
"Eh njir apa nih kok leher gue basah?"
"Aduh om jangan digigit dong, sakit tau. Nanti kalo aku jadi vampir gimana?"
"Emm, manis" Gumam pria itu.
"Lepas ya om ganteng." Ucap Tina dengan lembut.
Dan di balas gelengan kepala lalu kembali mengigit lehernya sampai meninggalkan tanda.
Tina yang geram pun menarik paksa kepala pria itu lalu membuat kepalanya bersandar di dadanya.
"Nah gitu dong om, diem ya. Berhubung aku gak tau rumah om jadi kita pulang ke apart aku"
"Oy Reon, buat mobilnya jalan dengan otomatis" Batin Tina.
"Okay"
Lalu setelah itu mereka pun pergi dari dekat tempat haram tadi.
"Tuan, nona membawa seorang pria kedalam mobilnya." Ucap seorang bodyguard yang ternyata sedang mengawasi Tina.
Karena bodyguard tadi hanya melihat Tina memeluk pria itu dari belakang.
...•••...
Sesampainya di apart, Tina langsung membaringkan tubuh pria itu di kamar sebelah yang kosong. Mana mungkin dia menempatkannya di kamarnya. Oh big no.
__ADS_1
"Huhh, cape juga yah."
"Awas ya om, kalo ga inget udah aku tolongin"
"Walaupun om mabuk, mungkin masih inget muka aku yang cantik plus gemoy ini, hehe"
"Udah ah, mau tidur"
"Bye bye om, awas jangan ngompol yah" Lanjut Tina lalu keluar dari kamar itu dan kembali ke kamarnya.
"Lalu pria itu pun membuka matanya dan menatap pintu yang tertutup"
"Aku menginginkankan nya" Gumam pria itu lalu tersenyum mengingat celotehan celotehan yang di ucapkan Tina.
...•••...
"Awasi terus gadisku!"
"Baik tuan"
"Gibran?" Panggil seorang wanita cantik.
"Ada apa?" Jawab Gibran.
"Ayo kita belanja kebutuhan baju bayi" Ucap wanita tadi.
Gibran pun hanya mengangguk dan wanita itu pun langsung mengandeng tangan Gibran lalu pergi ke mall.
...•••...
"YUHUUU, BILLY GANTENG PULANG. BUNDA DIMANA BOCIL KESAYANGANNYA BILLY?" Teriak Billy terdengar menggelegar di seluruh mansion.
"YAAMPUN, MOMMY TOLONG ADA ORANG NYASAR KE MANSION INI" Teriak seorang pria yang bernama Niko.
"Siapa Lo kenapa ada di mansion ini?" Tanya Billy kepada Niko.
"Yang seharusnya nanya itu gue bukannya Lo" Jawab Niko sinis.
"Dasar jamet" Cibir Billy.
"Dasar bocah" Ketus Niko.
"Lo das--"
"DIAM!!" Potong seorang pria yang ternyata ayah Adam.
"Hehe, maaf dad/yah" Ucap keduanya. Billy dan Niko.
"Jangan ribut mulu, nanti jodoh loh" Goda ayah Adam kepada keduanya.
"Amit amit" Jawab keduanya. Heh kita ini masih normal yah masih suka perempuan.
"Awas loh, haha" Kata ayah Adam lalu pergi dari sana.
"AYAH/ DADDY"
"CIE CIE"
"OHH NOOO" Teriak Biily dan Niko.
...•••...
Pagi, pukul 07.00
"Ayo kita pergi ke apart gadis nakalku" Ucap Elbara lalu keluar menuju mobilnya. Namun tiba tiba langkahnya berhenti ketika mendengar suara asing di belakangnya.
"Tuan, apakah anda ingin pergi? Bisa kah saya ikut?" Ucap seorang pria yang ternyata adalah Bram.
"Saya tidak ingin di ganggu orang asing" Ucap Elbara lalu pergi meninggalkan mansion.
"Siala*n, kenapa sangat susah untuk mendekatkan diri kepada tuan songong itu" Ucap Bram lalu pergi entah kemana.
Skip.
Tiba di apart
Tok
Tok
Tok
Ceklek
"Say--"
__ADS_1
Deg
Tbc.