
...Happy Reading!!!...
Pukul 17.00
Seorang pria yang sedang duduk dikursi kebesarannya dan di temani kertas kertas berharga jutaan dollar.
"Sebaiknya aku menjadi pengangguran saja" Gumam sang pria menatap malas tumpukan kertas itu.
Pria itu adalah Elvier Kevandra Clarence. Pria muda asal Belanda yang berusia 27 tahun. Kemudian pindah ke Indonesia untuk menjalankan perusahaan ke 2 nya. Yang ke 1? Ya di Belanda.
Pindah untuk beberapa bulan. Hehe.
Brakk
Pintu yang kokoh, tiba tiba menjulang kedepan karena di dobrak oleh teman prik Kevan.
"Sorry bro gak sengaja. Sumpah" Panik Wahyu takutnya Kevan marah.
Kevan kaya raya? Oh jelas. Kenapa pintu ruangan rusak, marah? Tentu saja, karena ini adalah ke 5 kalinya Kevan menganti pintu yang di dobrak oleh Wahyu.
"BISA PELAN GAK SIH BUKA PINTUNYA!!?" Teriak Kevan.
Nah kan, baru juga dibilang. Angry juga kan?
"Gak dong, gue kebiasaan kasar buka nya" Jawab Wahyu sambil masuk dan duduk di hadapan Kevan.
"Dasar udah tua, kurang imunisasi" Cibir Kevan.
Wahyu pun melotot tak terima dengan ucapan Kevan.
"Hehh, gue nggak tua tua amat njir. Masih 29 tahun kok" Ketus Wahyu.
"Iya deh. Si paling muda. Ingat kata Upin dan Ipin jangan makan kelapa muda. Lo makannya kelapa tua aja, biar tambah tua." Ejek Kevan.
"Bangsa*t" Dengus Wahyu kesal.
"Lo ikut ga nih?" Tanya Wahyu mengalihkan pembicaraan.
"Kemana? Gak lihat tumpukan kertas itu?" Kata Kevan sambil menunjuk kertas di hadapannya.
"Yaelah, bentar doang. Sok sibuk" Kata Wahyu.
"Club" Lanjut Wahyu.
"Ok"
15 menit kemudian.
Mereka pun sampai, lalu masuk dan memesan ruangan VVIP.
"Pesan" Ucap Kevan pada Wahyu.
Lalu Wahyu pun menekan tombol 4 yang artinya mereka memesan 4 botol.
Ada beberapa tombol yang terdiri dari angka 2,4,6,8,10,12,14,20 dst.
Semua tombol yang tertera disana adalah tombol yang menghubungkan antara ruangan mereka ke ruangan khusus minuman di lantai bawah.
Dan 3 menit kemudian minuman mereka telah tersedia di meja.
...
...
1 botol Screaming Eagle Cabernet ini dihargai sekitar Rp. 6,3 Miliar. Harga yang fantastis ini membuatnya menjadi masuk urutan Wine termahal di dunia, dan Screaming Eagle Cabernet memang memiliki kualitas anggur terbaik yang pernah ditemukan.
(Sc.google)
Mereka berdua pun menghabiskan 4 botol tersebut sampai tidak sadarkan diri kecuali Wahyu agak sedikit sadar. Walaupun kesadaran 20%.
Drtt
Drtt
Ponsel milik Wahyu bergetar karena panggilan masuk.
"Apa?" Tanya Wahyu dengan lemas.
"..."
"Ya, gue pulang" Ucap Wahyu lalu pergi sempoyongan tanpa pamit kepada Kevan yang sudah tepar.
Kevan yang sudah lemas pun menelpon asistennya untuk datang ke sini untuk menjemputnya.
Setelah menelpon, Kevan pun pergi dari tempat itu dan berjalan sempoyongan, tiba diluar Kevan yang lemas pun tak sengaja menimpa tubuh mungil seorang gadis.
Dan selanjutnya? Tau kan?
...•••...
Sinar matahari membangunkan gumpalan kecil dari seseorang diatas kasur.
Dia adalah Chrisstina.
Dia merasakan ada yang menimpa perut ratanya.
"Ih ngeri, gue kan tinggal sendiri. Masa pagi buta begini ada hantu?"
Tina melihat ke arah samping dan dia menemukan seorang pria yang dibawanya tadi malam sedang tidur bersamanya.
"Bagaimana bisa dia kesini?"
__ADS_1
"Bisa lah, kan pintunya gak kamu kunci" Celetuk Reon.
"Apa iya?" Bingung Tina sambil memikirkan malam tadi.
Sesudah mengantarkan pria itu ke kamar sebelah, Tina yang sudah mengantuk berat memutuskan untuk pergi tidur ke kamarnya tanpa mengunci pintu.
"Gimana sudah mengingatnya?" Tanya Reon dengan malas.
"Ehh iya, lupa gue. Hehe" Ucap Tina cengengesan.
Tiba tiba ada tangan besar mencubit pipi gembulnya.
"Aduh" Ringisnya sambil memegang pipi kanan yang dicubit.
"Loh om udah bangun?" Tanya Tina ia bahkan lupa rasa sakit di pipi gembulnya.
"Hm" Dehem pria itu. Suara khas bangun tidur. Serak basah.
"Omg, suaranya itu ngajak kawin" Batin Tina.
"Ish, Om jangan dicubit. Sakit tau" Ucap Tina yang merasakan pipinya di cubit lagi.
"Pipi kamu gemesin, saya suka"
"Dan jangan panggil saya om. Panggil saya Kevan" Tegas Kevan kepada Tina.
"Oke, nama aku Chrisstina" Ucap Tina lalu bangun dari tempat tidur dan diikuti oleh Kevan.
"Saya mandi dulu" Kata Kevan yang lalu berjalan ke kamar mandi.
Tina pun keluar dari kamarnya dan mandi di kamar sebelah.
10 menit kemudian.
Setelah selesai mandi Tina pun memutuskan untuk memasak untuknya dan Kevan.
"Pasti dia lapar, masak dulu ah buat calon suami" Gumam Tina lalu pergi ke dapur.
Lalu membuat menu salad buah, sandwich, omlete, nasi goreng, susu dan kopi. Untuk dessertnya Pancake, custard puding dan jus mangga.
Sangat banyak? Tentu, supaya Kevan bisa memilih makanan yang ia suka.
(Skip aja kelamaan)
Setelah makan mereka pun duduk di ruang tamu.
Tiba tiba Kevan memeluk Tina dari depan dan menyembunyikan wajahnya dileher Tina.
"Elus" Gumam Kevan.
Tina yang melihat itu pun jadi gemes sendiri dan mengelus rambut halus Kevan.
Badan gede dan kekar, tapi kelakuan kaya bayi yang gak mau di tinggal mommynya.
Tiba tiba Kevan pun tersenyum melihat tanda yang dibuatnya tadi malam.
"Rasanya ia ingin menerkamnya."
Karena tidak tahan. Kevan pun langsung mengigit pipi bulat nan gembulnya itu membuat Tina memekik kaget.
Tiba tiba pintu apart di ketuk oleh seseorang. Dan itu sangat menganggu Kevan yang sedang mengigit gigit pipi gembul kesukaannya.
Tapi ia tetap abai dan tatap melanjutkan aktivitasnya.
...•••...
Tok
Tok
Tok
Ceklek
"Say--"
Deg
Bug
Bug
Brak
"Dam*n it, don't touch my girl." Marah Elbara setelah memukul pria yang menyentuh gadisnya itu.
Tiba di apart gadisnya, Elbara disuguhkan pemandangan yang menyakiti mata dan hatinya.
Dia melihat seorang pria asing yang mengukung gadisnya dan mengigit pipi gembul dengan rona kemerahan itu.
Marah? Tentu saja, pria mana yang rela melihat gadisnya disentuh oleh pria lain. Walaupun cuma pipi, kalo yang lain? Sudah pasti mengamuk.
Apalagi seorang Elbara Satya Valentino tidak suka berbagi.
Woah, jadi bagaimana kedepannya?
Setelah memukul pria tadi Elbara langsung menarik Tina kepelukannya.
"Ih, kegenjet tau" Ucap Tina merasa sesak karena pelukan erat Elbara.
"Siapa dia, baby?" Kata Elbara sambil melirik tajam Kevan yang sedang mengusap darah di bibirnya karena bogeman Elbara.
Tina pun melepaskan diri dari pelukan Elbara dengan mengeplak pinggang dan bahu Elbara dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Walaupun pukulan itu tidak terasa bagi Elbara yang seorang mafia.
Ya pasti apalagi pukulannya terasa sangat kecil, karena menjadi seorang mafia harus mempunyai daya tahan tubuh yang kuat.
"Dia, pacarku"
Bukan Tina yang menjawab melainkan Kevan yang sudah geram memperhatikan mereka ah tepatnya Elbara yang memeluk erat gadisnya.
Tina yang sudah menduga akan terjadi keributan dia pun langsung memisahkan keduanya.
"Jangan ribut, ini masih pagi. Lebih baik kalian pulang sana." Kata Tina kepada mereka.
"Gak" Ucap kedua pria itu.
"Sayang, aku baru nyampe masa disuruh pulang lagi sih" Kata Elbara kepada Tina sambil memegang tangannya.
"Jangan sentuh sentuh" Dengus Kevan lalu menghempaskan tangan Elbara dari tangan gadisnya.
"Para om om, kenapa malah adu bacot sih? Harusnya pagi buta begini kalian itu kerja. Biar tambah kaya" Ceramah Tina pada keduanya.
"Saya udah kaya" Serempak keduanya kemudian saling lirik menatap tajam.
"Bisa stres gue lama lama" Batin Tina tertekan.
"Yaudah kalo ga mau diusir duduk disana" Kata Tina menunjuk sofa yang ada di sebelahnya.
Mereka pun duduk dengan tenang. Walaupun belum akur.
Takutnya diamuk singa betina, yang lagi mode on.
Tiba tiba mata Elbara menangkap sesuatu di leher Tina dan-
Grep
Tina pun kembali di dekap Elbara.
"Shi*t, apakah pria gila itu yang memberikan tanda ini. Baby?" Tanya Elbara sambil mengusap leher yang ada beberapa tanda merah keunguan.
"Aku tidak tau" Polos Tina sambil mendongak menatap Elbara.
Elbara pun mengusap wajahnya kasar dan mulai menghapus tanda dileher gadisnya dan mengantikannya dengan tanda miliknya.
Setelah itu Elbara memberi tatapan maut kepada Kevan yang sudah panas hatinya karena melihat gadisnya di ngap oleh Elbara.
...•••...
Kantin
"Kemana ya si bocil, jadi rindu gue" Tanya Lea kepada teman temannya.
"Kata pak Jaya ada kepentingan pribadi" Jawab Sheela singkat.
"Lo tau gak? Kemarin kak Nathan dan kak Varrel nanyain si bocil. Wow tumben amat." Celetuk Gita lalu memakan cemilan kesukaannya.
Deg
"Gak mungkin" Batin seseorang yang ada disana.
"Wih, jangan sampe 2 orang itu suka sama bocil kita" Kata Lea.
"Bener tuh, takutnya terjadi hal yang buruk lagi sama bocil kita" Ucap Gita.
"Hooh kaya kejadian waktu itu" Lanjut Sheela.
"Kasihan orang itu sampai mat-"
Kring
Kring
"Yuk ke kelas, udah bell" Ajak Gita pada teman temannya. Lalu mereka pun pergi dari kantin.
...•••...
"HALLO EVERYBODY I'M COMING" Teriak Arif setelah memasuki markas.
"Anj, kuping gue" Geram pria di sana.
"Woy tau gak?" Tanya Fajar kepada mereka.
"Gak" Ucap mereka.
"Kemarin gue lagi di mall, nah terus gue denger ada nenek lampir bilang gini nih."
Ekhem
Ekhem
"Gue mau punya suami kantoran tapi gue gak bisa pasang dasi segitiga, dulu gue coba pasang dasi segitiga eh malah segiempat" Curhat gadis bermake up tebal pada temannya.
Kata Fajar setelah menirukan suara gadis itu. Yang ditertawakan oleh semua anggota disana.
"Ngakak njir"
"Mau suami CEO tapi gak bisa masang dasi"
"Nikah aja sama tukang ojek, dijamin gak perlu repot-repot pasang dasi"
"Mun aing mah da era"
"Belajar aja dulu sampe bisa. Gitu aja susah"
"Dasar mempersulit hidup"
__ADS_1
"Kalo ada yang sulit kenapa harus yang mudah?"
Tbc.