Transmigrasi (Gadis Licik) Christina

Transmigrasi (Gadis Licik) Christina
Part 20.


__ADS_3

𝐒𝐨𝐫𝐫𝐲 𝐚𝐧𝐝 𝐓𝐡𝐚𝐧𝐤𝐬.


...𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠!!...


Sedangkan di ruang tamu terlihat seorang gadis dengan wanita paruh baya yang sedang mengomel ngomel khawatir karena anak gadisnya dan akhirnya putrinya itu pulang dengan sendirinya.


"Yaampun, baby kamu gak kenapa napa kan?" Tanya bunda Lisna sambil memutar mutar tubuh Tina.


"Ga papa ko bun, udah jangan diputer puter bun, jadi pusing kepala aku" Ucap Tina merasa tertekan.


"Iya maafin bunda, kan bunda khawatir banget sama Tina" Kata bunda Lisna sambil mengusap usap kepala Tina dengan lembut.


"Huumm, maaf bun" Angguk Tina lalu memeluk erat bunda Lisna.


"Maaf kenapa sayang?" Tanya bunda Lisna dengan membalas pelukan Tina.


"Maaf udah buat bunda, ayah, abang abang dan semuanya khawatir sama Tina" Kata Tina dengan melepaskan pelukannya dan menundukan kepala dengan jari telunjuk yang berkaitan.


"Gemes banget sih, emang kecebong suami gue unggul banget apalagi buatnya 24 jam non stop" Batin bunda Lisna dengan terkekeh.


"Udah gapapa kok, yang penting kamu udah ada disini." Ucap bunda Lisna dengan tutur kata yang lembut.


"Ekhemm, ayah ga diajak ngobrol juga nih" Celetuk ayah Adam yang baru saja nongol dan langsung duduk di sofa.


"Itu juga ngobrol kan?" Kata Tina polos.


"Iya tuh" Timpal Bunda Lisna.


"Sabar dia bini dan anak lo" Batin ayah Adam sambil mengusap usap dada.


Ketika akan bicara tiba tiba di kejutkan dengan suara teriakan yang membuat telinga sakit.


"Yaampun, akhirnya bocil gue ketemu hiksss. Kalo ga ketemu gue ga bisa jailin lagi tu bocil" Teriak Billy histeris + lebay yang membuat semua orang disana menatapnya geli.


"Ayangg kuhhh, kamu gak papa kan? Ada yang lecet gak? Atau ada yang sakit?"


"Baby, kamu gapapa kan? Abang sangat khawatir"


"SAYANGG, I MISS YOU SO MUCH"


"MY LOPE LOPE KU, DIMANA KAMU NYEMBUNYIIN KOLOR BARBIE ABANG, HAHH DASAR BOCIL GA ADA AKHLAQ!!"


"Anj telinga gue bangsat"


"Lo--"


"DIAM"


Seketika teriakan itu menghentikan teriakan alay ke7 pemuda itu.


Ya yang berteriak adalah ayah Adam karena merasa jengah melihat mereka begitu alay, lebay dll. Biasanya mereka akan memasang wajah datar, dingin, kulkas berjalan dihadapan semua orang, kecuali pada adik kecilnya itu.


Tapi sekarang lihatlah mereka badan kekar dan berotot tapi suara serak + cempreng mengalahkan ibu ibu demo dipasar.


Beberapa saat kemudian mereka mengabaikan teriakan tua bangka itu, yang sialnya adalah ayah/papanya.


Greppp


Pelukan yang sangat erat itu langsung menerpa Tina yang membuat tubuhnya oleng ke sofa jadinya Tina tertindih oleh orang itu yaitu Dion.


"Kau tau, abang sangat mengkhawatirkan mu, honey." Bisik Dion ditelinga Tina dengan suara deep voicenya.


Deg


"Anjir woyy, jantung gue dag dig dug. Mana suaranya ngajak kawin lagi" Batin Tina panas dingin.


"Anda sangat lebay, Nona" Celetuk sistem yang melihat majikannya ini seperti baru saja diperlakukan oleh lawan jenisnya.


"SSOC" Batin Tina membalas ucapan sistem.


"Apa itu SSOC, Nona?" Tanya sistem bingung.


"Suka suka orang cantik" Jawab Tina dengan terkekeh geli yang membuat sistem mendatarkan wajahnya.


"Sabar, ga boleh ngumpat dia majikan lo" Batin sistem dengan gaulnya tapi tidak di dengar Tina. Kalo di dengar, kan bisa berabe.


Back To Tina.


"Baby" Kata Dion sambil mengeratkan pelukannya yang membuat Tina tidak bisa nafas.


"A-bang, a-ku ga bi-sa na-fas" Ucap Tina terbata bata.


"Maaf baby, soalnya abang sangat merindukanmu" Kata Dion sambil melepaskan pelukannya dan membantu Tina berdiri dari sofa, dan menatap mahkluk imut di hadapannya itu.


"Huum oh ya, maafin Tina ya udah buat abang khawatir" Kata Tina dengan jari telunjuk yang berkaitan dan kaki kanan mungilnya yang digerakan ke kanan dan ke kiri. Yang mana membuat semua orang disana merasa gemas.


"Arghh, so cute" Batin Dion dengan mengigit pipi dalamnya kerena menahan gemas.


"Dan maaf ya bang Darren kolor barbie abang aku kasih ke Catty, soalnya kasihan Catty ga ada pakaian dan juga belum beli." Ucap Tina dengan wajah tanpa dosa itu, yang membuat Darren histeris.


...•••...


Yang berteriak menanyakan kolornya adalah Darren karena sewaktu bersama Tina dikamarnya, Tina dengan jailnya membawa semua kolor motif barbie, hello kitty, dan mickey mouse itu ke kadang Catty dan memakaikannya.


Catty adalah kucing besar alias harimau putih milik keluarga Catlyn yang berkelamin jantan, dan untuk namanya katanya biar estetik.



...Catty...


...(Ga kebayang Catty pake kolor barbie Darren, mana Catty jantan lagi)😭😭...



...Catty kalo lagi manja...



...Catty lagi photoshoot😭...


...(Saat bersama Tina, walaupun dengan terpaksa, kucing besar itu menurutinya)...


Back to topic.


"HUAAA, bun kolor abang hikss" Tangis Darren lalu mengadu pada bundanya, dan mengelap air matanya yang tidak keluar.


Tingkah Darren membuat semua orang menahan tawanya.


Jiwa tengil Billy akhirnya keluar.


"Bang, malu sama tyty*d. Udah gede masih aja pake kolor barbie. Kaya gue dong pake spiderman" Celetuk Billy yang membuat semua orang gagal menahan tawanya, dan akhirnya tertawa terbahak bahak apalagi Keano yang terpingkal pingkal.


Hahahaha


"Hahahahaha njirr, gue kira lo beda sama bang Darren ternyata sama aja, cuma beda motif kolornya doang" Kata Keano disela sela tawanya.


"Njir, hape gue dimana nih" Batin Algara dengan meraba raba kantung celananya. Dan seketika Algara ingat hp nya tertinggal di mobil dikarenakan terlalu senang saat mendengar kabar bahwa adiknya telah ditemukan (padahal pulang sendiri, wkwk) sampai sampai tidak sadar bahwa hape nya terjatuh di jok mobil.


Lalu Algara pun segera pergi diam diam ke mobil lalu mengambil hpnya, setelah itu Algara kembali ke mansion. Dan memotret Darren yang sedang pasrah dilantai dengan merengek rengek.


"Njir, setelah ini pasti gue dapat duit banyak, walaupun duit gue udah bejibun tapi gratisan tetap no one" Batin Algara dengan wajah penuh binar, lalu dengan pokus ia memotret aib seorang  Darren Satrya Catlyn.

__ADS_1


Cekrek


Cekrek


Cekrek


3 poto itu sudah berada di gengamannya dan pasti poto itu akan menjadi alat untuk membuat Darren takluk dengan perintahnya. Dan Algara akan mencuci poto itu dalam wujud polaroid.


Sedangkan Zio dan Ray hanya melihat tingkah mereka dengan tatapan datarnya.


"Maafin aku ya bang, nanti aku ganti deh sekalian jalan jalan dan hanya kita berdua aja" Kata Tina dengan memeluk Darren. Yang membuat para boys lain dibuat cemburu dengan Darren dan merasa tidak terima.


"Beneran?" Tanya Darren dengan wajah binarnya.


"Huum" Angguk Tina.


"Sayang, kenapa abang ga diajak juga"


"Iya tuh kenapa cuma bang Darren aja"


"Pokoknya abang mau ikutt, titik ga pake koma"


"Ga boleh pergi sama dia yang manja itu"


"Honey, abang ikut yaa please"


Mendengar ucapan para abangnya Tina pun dibuat pusing karena mereka itu merengek rengek ingin ikut pergi shopping.


"Kalian semua ga boleh ikut ya, soalnya ini waktunya aku sama bang Darren, nanti kalian juga kebagian oke" Ucap Tina dengan sambil menujuk mereka satu persatu.


"Baiklah" Pasrah mereka.


Untuk bunda Lisna dia memilih ke dapur untuk menyiapkan makanan kesukaan bocilnya itu, yaitu Tina.


Sedangkan ayah Adam, pria itu sedang membersihkan tubuhkan alias mandi karena katanya sangat gerah, apalagi sesudah mencari putrinya.


...•••...


Setelah acara rengek merengek tadi sekarang Tina berada dikamarnya.


"Kapan waktunya dimulai, sis?" Tanya Tina


"Sebentar lagi, bersabarlah." Ucap sistem


"Gue udah ga sabar untuk menghancurkan alurnya dan juga orang itu." Gumam Tina dengan seringai.


"Anda sungguh menyeramkan, Nona" Ucap sistem bergidik ngeri.


"B aja" Ucap Tina lalu memainkan handphonenya, dan tiba tiba Tina ingat dengan data dirinya.


"Udah lama gue ga lihat status gue, sis tampilkan status."


Seketika ada tampilan hologram dihadapan Tina, dan menunjukan statusnya.



...(Ilustrasi Data Diri Tina dilayar Hologram)...


"Status Ditampilkan"


"Ting"


"Ting"


...Nama : Chrisstina Althaia Catlyn...


...Pemeran : Figuran...


...Umur : 16 Tahun...


...Kecantikan : 70%...


...Daya Tarik : 70%...


...Kepintaran : 90%...


...Keahlian : Multitalenta...


...Hadiah Misi :...


...-Mobil Sport...


...-Pengharum badan alami...


...-Uang 50M di Black Card...


...-Wangi Rambut Alami...


...-Handphone Iphone keluaran terbaru...


...-Mansion mewah di tengah hutan...


...-Poin 500...


...-Senjata : Pistol, belati, katana...


...Poin : 20.160...


"Hmm baiklah, apakah aku memiliki misi?" Tanya Tina kepada sistem.


"Nona sebenarnya anda memiliki misi, harusnya misi ini dilakukan saat anda berada di apart Elbara, tapi kata atasan saya misi itu dihapus, jadi misi itu terganti dengan yang baru" Jelas sistem.


"Kenapa misinya dihapus, sistem?" Tanya Tina penasaran.


"Maaf Nona saya tidak memberitahukan anda, kalo saya memberitahu anda itu sama saja saya melanggar aturan sistem utama." Kata sistem.


"Hmm, baiklah gue ngerti, setiap orang pasti punya privasi masing masing" Ucap Tina walaupun dia penasaran tapi langsung dihilangkan sebisanya.


"Baiklah, dan misinya adalah mengagalkan rencana antagonis pria yang ingin melakukan sesuatu pada Geng Nathan. Jika anda berhasil anda mendapatkan hadiah poin 1100 dan kalung L'Incomparable Necklace. Namun jika anda gagal akan mendapat hukuman yaitu poin dikurangi 1000 dan pingsan selama 6 jam" Ucap sistem.


Seketika Tina berbinar mendengar hadiahnya, wanita mana yang tidak ingin kalung termahal didunia ini?. Dan mata binar itu seketika redup karena mendengar hukumannya yang tak main main.


"Anjirr lo mau meras gue? Dan juga itu pingsan apa cosplay jadi mayit, hahh!" Kesal Tina sambil memutar matanya malas.


"Jangan menyalahkan saya, saya hanya menjalankan tugas, itu perintah atasan saya." Kata sistem.


"Bangsat, siapa atasan lo itu hah biar gue bunuh sekalian, bodo amat kalo lo nangis 30 hari 30 malam" Ketus Tina dengan memperagakan ingin menonjok atasan sistem itu.


Sedangkan sistem hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Nonanya ini, dan apakah gadis ini berani pada Tuan Utama sistem yang garang mengalahkan kak Ros upin ipin.


"Saya mendengarmu, Leo!!" Suara itu terdengar di telinga sistem yang membuat sistem ketar ketir, kecuali Tina yang tidak mendengar suara itu.


"Maaf Tuan, saya khilaf" Batin sistem dengan panas dingin, takut dipecat awoakwok.


"Hm" Suara itu terdengar lagi ditelinga sistem.


Woy


Woy


"WOYYY SISTEMM PRIKKK" Teriak Tina kesal karena ucapannya tidak di dengar sistem, dan untungnya kamarnya kedap suara.

__ADS_1


"Saya suka mummy panggang" Latah sistem dengan kaget.


"Hahahaa astaga ngakak gue woyyy" Ucap Tina dengan terbahak bahak.


"Sabar, sistem sabar disayang Cycy" Batin sistem.


"Sis, lo gue panggil Reon aja ya dan gue ga mau manggil lo sis, agak gimana gitu masa sis, sis, mulu ntar jadi siska khol lagi dan panggil gue Tina aja" Kata Tina sambil terkekeh.


"Iya non- eh Tina, saya menyukai" Ucap Reon a.k.a sistem.


"Ehh lo bisa jadi manusia ga? Masa gue yang cantik membahana gini dikatain gila gara gara ngomong sendiri" Tanya Tina dengan wajah geli.


"Bisa, tapi harus memakai 100 poin" Jawab Reon.


"Oke, pake aja mumpung gue lagi baik" Kata Tina dengan nada sombong.


"Baiklah, tunggu sebentar" Kata Reon.


"Ting"


"Ting"


...Nama : Chrisstina Althaia Catlyn...


...Pemeran : Figuran...


...Umur : 16 Tahun...


...Kecantikan : 70%...


...Daya Tarik : 70%...


...Kepintaran : 90%...


...Keahlian : Multitalenta...


...Hadiah Misi :...


...-Mobil Sport...


...-Pengharum badan alami...


...-Uang 50M di Black Card...


...-Wangi Rambut Alami...


...-Handphone Iphone keluaran terbaru...


...-Mansion mewah di tengah hutan...


...-Poin 500...


...-Senjata : Pistol, belati, katana...


...Poin :  20.060...


Cling


Cling


Dan seketika di kamar Tina begitu silau begitu juga dengan Tina yang menutup matanya.


Lalu muncullah laki laki tinggi dengan wajah nya yang tampan rahang tegas, rambut berwarna silver keunguan. Yang membuat gadis terpesona sampai mulutnya sedikit terbuka.


"Woahh, mas Soobin kenapa ada disini anjirr" Kata Tina dengan heboh karena Reon sangat mirip dengan Soobin TXT.


"Ini saya Reon, Tina" Kesal Reon sambil memajukan bibirnya.


"Oh my god, demi apa lo kiyowokkkk banget" Teriak Tina yang membuat Reon menutup telinganya.


"Jadi, baby boy gue yah" Seru Tina dengan semangat 45, yang membuat Reon tersedak ludahnya sendiri.


"Ayo lah, please" Mohon Tina dengan puppy eyes yang mana membuat muka Reon memerah karena tidak tahan melihat keimutan itu.


"Gak, gak nolak maksudnya" Kata Reon lalu melanjutkan perkataannya di dalam hati.


"Hmm" Dehem Tina lalu membuang mukanya ke samping.


"Untuk misinya, anda bisa menjalankannya besok" Kata Reon mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah" Ucap Tina tanpa melihat muka Reon.


"Masih ngambek, hmm?" Tanya Reon dengan suara seraknya, lalu mengangkat Tina ke dalam pangkuannya.


"Ehh, ehhh anjir kaget gue, ngapa ga bilang bilang sih" Ucap Tina sambil menatap Reon  dengan mata melotot, dan pastinya terlihat lucu dimata Reon.


"Arghh, kayanya gue punya penyakit jantung deh" Batin Reon karena jantungnya malah konser di dalam sana.


Sedangkan Tina hanya menatap intes Reon yang sedang melamun itu, lalu dengan jailnya gadis itu mencium pipi Reon, sedangkan yang dicium itu diam mematung.


"Makk, pipi anak mu tidak perawan lagi" Batin Reon histeris.


"Ekhem" Dehem Reon lalu menatap Tina dengan tatapan errrrrr setelah itu Reon mendekatkan wajahnya, kini wajah mereka sangat dekat bahkan hidungnya saling bersentuhan.


Tiba tiba


Braakkkkk


Deg


"Abang-"


...•••...


"LO APA APAAN ANJING! JAUH JAUH DARI GUE, LO ITU CUMA MAINAN DAN JUGA ATM BERJALAN GUE. SEKARANG GUE GA BUTUH LO LAGI DAN KITA PUTUS" Kata seorang pemuda yang sedang memarahi seorang gadis.


"KENAPA LO TIBA TIBA BERUBAH, APAKAH KARENA CEWEK JALAN*G ITU, ATAU LO JUGA DIBAYAR PAKE TUBUHNYA HAH! Teriak seorang gadis dengan air mata mengalir.


Plakk


Tamparan itu mengenai gadis tadi, yang seketika membuat hatinya patah hati dan hancur.


"Hahaha, Permainan yang sebenarnya akan dimulai, jadi ku ingatkan berhati hatilah walaupun begitu kalian tidak akan hidup lama lagi." Kata gadis dengan tersenyum seringai lalu gadis itu menghapus air mata palsunya.


"Sebagai tanda perpisahan, saya akan mengirim hadiah ke mansion kalian dan saya akan yakin kalian akan mengingat hadiahnya selamanya."


"È ora di divertirsi, arrivederci, bastardo." Lanjut gadis itu lalu pergi dengan mobil sport berwarna hitam dan diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya.


...•••...


"El tiempo está por comenzar? La destrucción siempre estará contigo, ¡así que prepárate jajaja!" Gumam pria lalu lalu pergi dengan teleportasinya.


Tbc.




...(Reon a.k.a Sistem)...


...(Anggap aja rambutnya warna silver keunguan)...

__ADS_1


Don't forget to vote, like, comment, favorite and follow.


...NEXT??...


__ADS_2