
...Happy Reading!!...
Sekarang Tina sudah terbebas dari kedua pria itu, Elbara dan Kevan. Dengan memberikan mereka obat tidur lalu menendang mereka ke mansionnya masing-masing.
Tentunya dengan bantuan Reon.
Dikamar, Tina mencoba menahan kekesalannya tadi terhadap kedua pria bucin tingkat dewa. Huh sungguh menguras energi, tenaga dan kesabarannya.
Ingin rasanya kembali ke dunia asalnya. Lebih sedikit tenang. Tapi dia lebih suka disini karena mendapatkan kasih sayang orangtua yang tidak dia rasakan di dunia asalnya.
"Huftt, sepertinya kedepannya tidak akan tenang dan damai?" Gumam Tina lalu merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.
Menatap langit langit kamarnya.
"Besok aku harus sekolah"
"Tunggu saya murid baru!" Seringainya.
...***...
"Yang mulia, ini dunia manusia apakah anda ingin menyamar lagi?" Tanya seorang pria kepada atasannya.
"Ini urusan ku, kau tidak perlu ikut campur" Ucap pria itu singkat.
"Bagaimana kalau yang mulia tertangkap?" Tanya pria itu lagi.
"Kau meragukan ku, Heros?" Matanya melirik Heros tajam.
"Tidak yang mulia saya hanya khawatir kepada anda"
"Saya bukan anak kecil lagi, tidak perlu mengurusiku. Walaupun pun kau tangan kananku."
"Baik yang mulia, maafkan ketidaknyamanan ucapan saya. Dan jangan lupa kembali sebelum matahari tenggelam."
"Hm"
Cling
Lalu pergi dengan teleportasinya.
...***...
06.20 AM
"Waktunya berangkat" Gumam Tina lalu menaiki mobilnya.
Tadinya Tina tidak akan sekolah karena dia akan menyelesaikan misinya agar bisa rebahan. Tapi Reon menyarankan nanti pulang sekolah saja.
"Sepertinya nanti ada hal yang menarik" Kata Reon.
"Tentu"
"Jalankan otomatis mobilnya, gue mau tidur dulu" Perintah Tina.
"Ini masih pagi. Lo mau tidur lagi? Gak cukup tadi malam tidur?" Cerocos Reon tapi tetap menjalankan perintahnya. Dan tiba tiba mobil pun bergerak otomatis sesuai perintah Reon.
"I don't care" Ucap Tina lalu memejamkan matanya.
"Lagi pula hidup tanpa bermalas malasan itu kurang" Lanjut Tina.
15 menit kemudian
Mobil sport itu pun berhenti di parkiran sekolah.
"OYY BANGUN UDAH MALAM!!" Teriak Reon dipikiran Tina.
"Omg pala gue. Asu lo" Umpat Tina sambil memegang kepalanya yang nyut nyutan akibat teriakan jahanam itu.
"Hehe maaf ga sengaja, sumpah" Kata Reon membujuk Tina.
"Bacot"
__ADS_1
Setelah itu Tina langsung keluar dari mobilnya dan mulai memasuki kelasnya.
Baru saja tiba di dekat pintu tiba tiba terdengar suara menggelegar di telinganya.
"OMG AKHIRNYA LO SCHOOL JUGA. GUE RINDU TAU!!" Teriak Lea berlari lalu memeluk Tina.
"BOCILL, LAMA BANGET LO LIBURANNYA GA KANGEN KITA EMANGNYA HAH?" Teriak Gita menghampiri keduanya.
Sheela? Di kelasnya lah. Dia kan beda kelas.
"Liburan dari Hongkong" Batin Tina.
"Hehe, kangen kalian juga" Ucap Tina kepada mereka.
"Tau gak sih nggak ada lo sepi banget kelas ini kaya hati gue" Curhat Lea setelah melepaskan pelukannya.
"Woah ternyata Lea jomblo" Polos Tina lalu menepuk pundak Lea. Memberi semangat.
"Pftt haha, gak salah sih." Kata Gita tertawa.
"Tenang aja, aku punya kenalan dia ganteng pake banget. Namanya Cucu" Lanjut Tina.
"Pfttt Cucu siapa anjir?" Tanya Gita sambil menahan tawanya.
"Ada deh. Pokoknya Lea bakal terpesona sama si Cucu itu dan juga kalo nikah mas kawinnya sate aci 100 tusuk" Kata Tina lalu berjalan menuju kursi duduknya.
"SIALA*N, JADI SI CUCU ITU TUKANG SATE!!?? OH NO, MANA MUNGKIN LEA YANG CANTIK INI SAMA TUKANG SATE!!" Teriak Lea yang membuat semua murid dikelas menutup telinganya.
"Astaghfirullah, kaya suara terompet sangkakala"
"Untung gak budeg"
"Bocah stres, kurang gizi, kurang piknik, kurang healing, intinya kurang duit"
"Dih gaje lo"
"Kalo mau teriak jangan disini"
"Istighfar Lea, kasihan telinga gue"
Bel berbunyi tandanya kelas akan segera dimulai. Semua murid berbondong bondong masuk ke kelasnya masing masing.
"Lea ngambek?" Bisik Tina setelah menoel noel tangan Lea.
Sementara Gita hanya menyimak.
"Gak, nanti kita bicara lagi di kantin" Ucap Lea.
Tina dan Gita pun menganggukan kepalanya.
"Sial, ternyata mubarnya gak sekelas sama gue"
Dan guru pun masuk lalu menjelaskan materi.
~Skip Istirahat~
"Woy denger denger bocil gue udah sekolah lagi. Lo pada kangen gak?" Kata Devan yang dihadiahi tatapan tajam Nathan dan Varrel.
Glek
"Sejak kapan lo deket sama cewek gue?" Tanya Varrel.
"Kemarin gak sengaja ketemu" Jawab Devan sambil senyam senyum.
"Gak usah senyum senyum lo!" Kata Varrel sinis.
"Lirikan matamu bikin aku tergoda" Ucap Devan menggoda Varrel.
"AMPUN PANGERAN VARREL" Teriak Devan sambil berlari ketika Varrel mengeluarkan belati kesayangannya dari balik seragam.
"Hahaha, rasain lo" Ngakak Tion Ferdylion Drian.
__ADS_1
Satu orang lagi selain Nathan, Varrel, Marvel, Marchel, dan Devan. Yaitu Tion. Dia kemarin baru saja sampai ke Indonesia. Pria kelahiran Italia-Swiss. Menetap di Swiss bersama paman dan bibinya.
Ke Indonesia hanya untuk berpetualang dan akhirnya bertemu dengan Nathan dan yang lainnya. Kenapa bisa bahasa Indonesia? Kan baru kemarin sampainya?
Sebelum ke Indonesia Tion les dulu. Butuh waktu 4 bulan untuk menguasai bahasa Indonesia. Walaupun tidak semuanya bisa tapi cukuplah untuk berada disini.
"Pria yang humoris, right?"
...~♡~...
"Mau pesan apa biar gue yang pesan. Mumpung lagi baek nih hehehe" Kata Sheela kepada teman temannya.
"Jadi kemaren kemaren lo gak baik gitu?" Tanya Lea yang dihiraukan sang empu.
"Ngapain mau pesan kan udah ada waiters nya yang kesini?" Tanya Gita.
"Mau aja, emang gak boleh?" Tanya Sheela.
"Gak sih, hehe"
"Spaghetti Bolognese, Jus Jeruk" Ucap Tina.
"Bakso sama Thai Tea" Ucap Lea.
"Chicken Cordon Bleu, Lemon Tea" Ucap Gita.
"Okay, tunggu bentar" Ucap Sheela lalu pergi.
10 menit kemudian datanglah pesanan mereka lalu disantap dengan nikmat. Tanpa gangguan dari nenek lampir.
"Aku ke toilet bentar ya" Kata Tina lalu pergi tanpa mendengar jawaban mereka.
"Dasar bocah itu" Gerutu Lea.
"Mungkin udah di ujung" Kata Sheela lalu kembali meminum jus buah naga, kesukaannya.
...~♡~...
"Sudah menemukan gadis ku?" Tanya Gibran kepada anak buahnya.
"Sudah tuan, sekarang nona berada di sekolahnya"
"Antarkan saya kesana" Kata Gibran lalu masuk kedalam mobil diikuti bawahannya.
"Baik"
...~♡~...
"Di sebelah mana Reon?" Tanya Tina.
"5 langkah lagi" Ucap Reon.
"I found you"
"Shi*t, salah target."
Brukk
Tiba tiba ada seorang pemuda yang mendorongnya ke dinding dan mengurung tubuhnya dengan kedua tangan kekar itu.
"Sudah puas bermain mainnya, baby?" Tanya pemuda itu lalu mengecup dan sedikit mengigit pipi gembulnya.
"Hah, siapa?" Tanya Tina sambil menahan dada bidang pemuda itu yang menempel pada tubuhnya.
"6 bulan tidak bertemu kau melupakan suamimu. Sayang?"
Cup
BRUK
"JANGAN MENYENTUH GADISKU, SIALA*N"
__ADS_1
Tbc.