
...Happy Reading!!...
Dan ketika akan membawa gadisku ke RS tiba tiba-
"SAYANG!!!"
Ada dua orang pria yang menghampiriku lalu mengambil gadis yang ada di dekapanku ini.
Kalandra pov off
"Lo apain adek gue anjin*g?!!!" Kata Billy menarik kerah Alan dan mendorongnya ke belakang.
Sedangkan Darren yang mengendong Tina wajahnya memucat karena khawatir takut terjadi apa apa kepada adiknya ini.
"Ga gue apa apain" Jawab Alan santai padahal matanya menatap khawatir gadisnya itu.
"Bo--"
"DIEM, KENAPA MALAH RIBUT HAH? AYO KITA KE RUMAH SAKIT BODOH!!" Teriak Darren langsung pergi membawa Tina ke Rumah Sakit terdekat.
"Brengse*k, awas aja kalo adek gue kenapa napa gue habisin lo!!!" Marah Billy lalu pergi mengejar Darren yang meninggalkannya.
"Sia*l, apa yang lo sembunyiin dari gue hah?" Umpat Alan kepada orang itu.
"Kau akan tahu nanti. Cepatlah segera ikuti mereka" Ucap orang itu.
Meskipun dirinya bingung namun ia akan memikirkannya nanti. Sekarang lebih penting keadaan gadisnya dulu.
Dan buru buru Alan menyusul mereka ke RS menggunakan motornya itu.
...~•~...
Tiba di RS mereka pun tergesa gesa membawa adiknya ke ruang ICU serta membawa dokter untuk memeriksa adiknya itu.
Tap
Tap
Tap
Tap
"Cepatlah periksa adikku!!" Kata Darren dingin dan menatap tajam dokter itu.
"Baik tuan." Ucap dokter itu lalu masuk ke dalam ruangan.
Darren dan Billy mondar mandir karena mereka cemas dengan adiknya itu. Setelah 20 menitan akhirnya dokter itu keluar dan memberitahukan kondisi adiknya.
Ceklek
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Billy cemas.
"Keadaan pasien tidak apa apa dan tidak ada gejala yang serius, tetapi saat saya memeriksanya dia meraung seperti kesakitan. Apakah pasien pernah mengalami kekerasan fisik?" Kata Dokter itu yang membuat keduanya menegang dan mengepalkan tangannya.
'Apa yang mereka tidak ketahui tentang adik kesayangannya itu' Batin mereka berdua.
"Nanti kita bicarakan di ruang yang tertutup saja. Dan dokter tanyakan langsung kepada orang tua saya." Kata Darren menahan amarah yang akan keluar itu.
__ADS_1
"Baiklah, ahh iya pasien agak syok karena perlahan lahan ada memori masuk kedalam ingatannya. Sepertinya pasien amnesia. Memang agak sedikit menyakitkan untuk orang yang amnesia tapi tidak usah khawatir karena saya sudah memberikan obat agar pasien tidak sakit kepala terus menerus. Kalian juga boleh melihatnya tapi di usahakan tidak berisik agar tidak menganggu pasien istirahat." Jelas Dokter itu lagi.
"Baik, terimakasih Dok." Kata Billy sedangkan Dokter itu lalu pamit untuk mengurus pasien yang lainnya.
Tidak sadar bahwa ada yang menguping pembicaraan mereka. Ya dia adalah Alan. Setelah sampai di RS Alan langsung mencari gadisnya itu. Sampai akhirnya dia mendengar hal yang mengejutkan.
"Cepat beritahu Ayah dan Bunda" Perintah Darren yang langsung diangguki Billy.
Sedangkan Darren langsung memasuki ruangan dan melihat adiknya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Sayang, maafin abang yang gak bener jagain kamu. Andai abang gak biarin kita pergi ke pasar malam mungkin ini ga akan terjadi." Sesal Darren tak sadar bahwa air matanya keluar.
"Cepat sembuh sayang, abang udah beliin kamu martabaknya loh. Billy juga udah beliin kamu satenya. Ayo cepetan bangunnya nanti keburu abis loh sama Billy" Ucap Darren tertawa lalu mengusap air matanya itu.
...~•~...
Sedangkan Billy ia langsung menelpon mommynya.
"Hallo mom, cepat ke RS Medika Rahma. Adek masuk RS."
...~•~...
Disebuah ruangan terdapat sekeluarga berkumpul lengkap kecuali 3 orang. Mereka sedang membicarakan tentang mansion yang akan dibangun untuk sekeluarga besar mereka.
Tiba tiba ada telpon masuk dan wanita itu pun mengangkatnya.
"Hallo mom, cepat ke RS Medika Rahma. Adek masuk RS."
Deg
"Hiks, tunggu bunda akan segera kesana" Tangis bunda Lisna lalu mematikan telpon secara sepihak.
"Ayo mas kita kesana" Ucap bunda Lisna kepada suaminya.
"Kami ikut bun/mom" Ucap mereka.
Mereka pun langsung menuju RS tersebut.
Skip
Sesampainya di RS tersebut, mereka langsung bertanya kepada kedua orang itu kenapa bisa terjadi seperti ini.
Billy pun mengalihkan pembicaraan dan menyuruh semua masuk kedalam ruang rawat itu.
"Kata Dokter jangan berisik agar tidak menganggu adek istirahat." Ucap Billy kepada mereka dan diangguki oleh semuanya.
Ceklek
Deg
Badan mereka lemas karena melihat seorang gadis terbaring lemah disana. Terdapat cairan infus di tangannya. Wajah yang baby facenya tidak luntur walaupun keadaan sedang sakit, lalu bibir pink itu menjadi pucat.
"Hiks, sayang" Tangisnya pecah saat melihat kondisi putrinya itu.
Ayah Adam pun langsung menopang istrinya agar tidak terjatuh.
Semua orang disana pun merasa sangat sedih. Dan berdoa agar Tina cepat sembuh dan bisa kembali seperti kemarin kemarin.
__ADS_1
Darren beranjak dari kursi menghampiri kedua orang tuanya dan bertanya.
"Apa yang tidak aku ketahui tentang adikku?" Tanya Darren menatap datar orang tuanya.
Kedua paruh baya itu bingung.
"Apa maksudmu?" Tanya ayah Adam.
"Tanyakan langsung kepada dokter itu. Dan jelaskan sejelas jelasnya kepada ku dan mereka." Kata Darren lalu menunjuk saudara dan sepupunya.
"Billy antar mereka. Ini penting karena menyangkut kondisi adik saya." Ucap Darren lalu pergi untuk mengurus pria yang tadi di pasar malam.
"Ayo mom, dad. Kalo kalian penasaran maka tanyakan langsung pada dokter itu." Ucap Billy.
Sebelum pergi mereka mengecup kening putrinya dan berkata 'cepat sembuh kesayangan bunda' setelah itu mereka pergi dari ruangan itu.
"Kalian jaga adik kalian" Kata ayah Adam dan diangguki mereka.
...~•~...
Disebuah kamar terdapat seorang pria yang marah karena mereka tidak bisa menjaga gadis kesayangannya itu.
"Arghh, harus aku membawa paksa dirimu ke sini?. Mereka tidak becus menjaga mu dari tikus itu" Kata pria itu dengan membanting laptop seharga miliaran itu.
"Daripada dibanting, mending buat saya aja bos" Batin asisten pria itu menatap iba pada laptop mahal itu.
Tiba tiba ada seorang pemuda usia 28 tahun memasuki kamar itu. Dan berkata-
"Elbara, lo dipanggil bokap lo. Cepetan kesana." Kata pemuda tadi yang bernama Adrian.
"Hm" Dehem El lalu pergi ke ruang utama.
"Ck, dasar kulkas gepeng." Gumam Adrian lalu pergi untuk menemui bestienya.
Tbc.
...****************...
Mohon maaf sebelumnya author hiatus untuk beberapa bulan dikarenakan ada banyak kesibukan di real life. Terimakasih untuk kalian yang masih setia menunggu author update.ヽ(•‿•)ノ
...~•~...
...Spoiler...
..."Ehh cogan mau gak jadi pacar aku yang cantik ini" Genit seorang gadis pada pria yang kekar dan berotot....
..."Sorry, gue ga*y. Udin lebih menarik daripada lo yang rata itu." Jawab pria itu lalu pergi dari hadapan gadis stres tadi....
...Deg...
..."Huaaa, mama hati suci gue tersakiti. As*u!!" Kesalnya....
...Seketika sorakan terdengar di telinganya....
...'Kasihan banget, mana masih muda lagi'...
...Dll...
__ADS_1